Posts tonen met het label kebahagiaan. Alle posts tonen
Posts tonen met het label kebahagiaan. Alle posts tonen

dinsdag 2 april 2013

Tiga Sumber Kebahagiaan

sumber gambar : dari sini
 
 
Dalam sebuah Riwayat, Nabi saw berpesan : “Kebahagiaan manusia itu ada tiga dan deritanya pun ada tiga. Kebahagiaan itu adalah istri yang shalehah, rumah yang bagus dan kendaraan yang baik. Sedangkan derita manusia yaitu : istri yang jahat, rumah yang buruk dan kendaraan yang jelek”. (HR Ahmad dari Sa’ad bin Abi Waqash ra)

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa sumber kebahagiaan manusia itu ada tiga, yaitu :

Pertama ; Istri yang shalehah (al-mar’atush shalihah). 
Ia adalah jalan mendapatkan anak yang saleh dan rumah yang nyaman (keluarga sakinah).  Kriteria kesalehan istri adalah menyenangkan jika dipandang, merasa nyaman jika ditinggalkan, menjaga kehormatan, harta dan patuh jika diperintahkan (HR. Al-Hakim dan An-Nasai).

Agama menuntun agar menikah karena agamanya, bukan karena kecantikan dan hartanya sebab akan membuatnya binasa dan durhaka (sombong). “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah istri salehah”.  (Hadits Riwayat Muslim dari Abdullah bin Umar). 

Kedua ; Rumah yang bagus (al-maskanush shalih).  Dalam riwayat lain dijelaskan dengan “rumah besar yang banyak didatangi tamu” (ad-daru takuunu waasi’atan katsiroh al-marofiqi).

Rumah tidak hanya tempat berteduh dari panasnya terik matahari dan dinginnya udara malam serta melepaskan lelah. Tapi ia juga tempat  membangun kehidupan keluarga dan  pemimpin umat masa depan.

Rumah adalah tempat menyusun strategi perjuangan dakwah dan sumber inspirasi meraih kesuksesan. Baitii jannatii (rumahku adalah surgaku), demikian sabda Nabi saw.

Secara fisik, rumah yang bagus adalah besar, lega, bersih dan indah dengan pekarangan  tertata rapi. Tapi, secara sosial ia terbuka menerima tamu (silaturrahim) terutama orang-orang lemah (dhuafa dan mustad’afin).

Secara spritual ia menjadi tempat dilantunkan ayat suci Al-Qur’an, mengkaji dan mengajarkannya kepada anak-anak (madrasah), ditegakkan shalat dan untuk taqarrub kepada Allah.  

Ketiga ; Kendaraan yang baik (al-markabush shalih).  Kendaraan adalah simbol status sosial, mobilitas dan interaksi sosial dalam mencari keberuntungan hidup. Kendaraan adalah alat untuk mencapai tujuan dengan cepat, mudah, aman dan nyaman.

Jika kita menempuh perjalanan dengan kendaraan yang bagus, ber-AC, harum dan cepat, maka perjalanan akan mudah dan menyenangkan. Ketika panas terik tak berkeringat, ketika hujan tak kebasahan, takkala angin kencang tak terhempaskan.  

Tapi, jangan lupa kendaraan juga harus bermafaat dalam membangun umat, menolong sesama dan mempermudah jalan dakwah. Ketiga pintu kebahagiaan tersebut merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan. Jika salah satunya tiada, yang lain tak bermakna. 

Kita mesti sadari, ketiga hal tersebut bukan tujuan hidup, tapi hanya sarana untuk meraih kebahagiaan hakiki, yakni berjumpa dengan Allah kelak di surga.  

Jika ketiga hal itu sebagai faktor eksternal, maka kebahagiaan harus ditopang dengan kualitas internal yakni dikokohkan dengan pondasi keimanan, buka pintunya dengan kunci keikhlasan, hiasi dengan pengharum kesyukuran.

Selain itu, pagari dengan tembok kesabaran, isi dengan mebeler ilmu pengetahuan dan selalu bersihkan dengan sapu ketauhidan. 

Allahu a’lam bish-shawab.

sumber : republika 

donderdag 21 maart 2013

B.A.H.A.G.I.A

sumber gambar : dari sini


Tiada seorang pun yang ingin hidupnya sengsara. Betul kaaan? Akan tetapi, tanpa disadari kita melakukan suatu hal yang bisa menyebabkan "sengsara", yaitu banyak keinginan. Ingin ini...ingin itu... Padahal, kalau kita tahu bahwa karunia itu datang karena rasa syukur, bukan karena kenginan. So, banyakin syukurnya yaaa... kalau ingin mendapat karunia.

Ada beberapa kunci kebahagiaan (disampaikan oleh Aa' Gym dalam pengajian KPMI di Brussel tgl 16 Maret 2013), yaitu :
1. Hati yakin bahwa semua karunia ini bersumber dari Allah, lainnya (seperti manusia, tindakan, dsb) hanya sebagai "jalan" atau perantara saja.
2. Senantiasa membasahi lisan dengan mengucap syukur.
"Orang yang menderita itu bukan karena tidak mendapat kenikmatan, tetapi kufur nikmat/lupa bersyukur"
"Hamdalah adalah sebaik-baik do'a"
Seandainya kita yang dipilih oleh Allah sebagai jalan kebaikan bagi orang lain, janganlah berbangga diri. karena sesungguhnya, orang memuji kita bukan karena kebaikan atau kehebatan kita, melainkan karena Allah menutupi aib-aib kita. Astaghfirullohal adziim... :'(
3. Asykurkum lillah, Asykurkum linnas, artinya Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah paling banyak bersyukur kepada manusia (pandai balas budi/tahu berterima kasih).
"Jika kita hanya selalu menerima kebaikan orang lain tanpa membalasnya, maka izzah (kemuliaan/harga diri) kita akan turun. Dan jika kita melakukan kebaikan hanya karena mengharap balasan orang lain, maka itu akan dapat mengotori hati"
4. Manfaatkan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Ciri sikap yang benar --> hati merasa tenang
Ciri sikap yang tidak benar --> hati merasa gelisah

"Ahli syukur itu cirinya adalah ikhlas dan istiqomah adalah salah satu ciri ikhlas. 
So, mari kita selalu berusaha bersyukur dengan mengistiqomahkan kebaikan-kebaikan yang sudah kita kerjakan. Sambil terus menata hati dan menyempurnakan kualitasnya. (by : me)"

Bagi yang ingin mendengar rekaman tausyiahnya, bisa di-download di sini.

Wallohu a'lam bish showab