zondag 31 juli 2011

Ramadhan Mubarak...

 
 
Subhanalloh walhamdulillah wa laa ilaaha illallah ...
 
Puji syukur hanya patut dipanjatkan 
pada-Nya, yang telah menyampaikan kita di bulan Ramadhan
buah dari do'a yang telah kita panjatkan

Marhaban ya Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan
dimana Allah memberikan kita banyak pelajaran
diantaranya tentang manajemen waktu, hikmah kesyukuran, dan kedisiplinan

Bulan Ramadhan adalah bulan perenungan
Setidaknya kita bisa menjadikan Ramadhan
sebagai momentum untuk merenungi apa yang telah kita kerjakan
yang baik mari ditingkatkan
yang buruk mari ditinggalkan
sebagai persiapan menyongsong hari Perhitungan
 
Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan
Perjuangan untuk mengendalikan hawa nafsu pada diri setiap insan
melawan keinginan untuk melakukan hal-hal yang membatalkan
sebagai bentuk pelatihan yang memperkuat iman
 
Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an
dimana pada bulan inilah Qur'an pertama kali diturunkan
jadi, sebagai sebuah bentuk penghormatan
marilah interaksi kita dengan Qur'an ditingkatkan
dengan membacanya, mempelajarinya, menghafal dan mengamalkan

Bulan Ramadhan adalah bulan kerukunan
Betapa indahnya membayangkan ukhuwah islamiyah di bulan Ramadhan
berbuka bersama, pergi ke masjid bersama, sholat tarawih berjama'ah, sampai saling mengirim "hantaran"
juga saling berbagi dengan mereka yang kekurangan
semoga itu manisnya ukhuwah itu terjalin seterusnya... tidak berakhir saat Lebaran

Bulan Ramadhan adalah bulan pengabdian
Pengabdian kepada Allah adalah tujuan penciptaan setiap insan
maka dari itu...mari terus kita tingkatkan keimanan
dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas amalan yang telah Allah perintahkan
sehingga kita akan lulus dari madrasah Ramadhan dengan meraih ketaqwaan
dan kemudian bisa diistiqomahkan 

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan
saatnya taubat dari segala kesalahan
bukan hanya kepada Allah, qt berharap ampunan
tetapi juga pada sesama insan
saatnya pula untuk kita saling memaafkan
saling mengikhlaskan
sehingga diri ini terbebas dari "kotoran"
semoga Allah memberi kekuatan agar kita tidak lagi mengulang kesalahan

Ya Allah Ar Rasyiid, berikanlah kami kemudahan untuk meraih kemuliaan Ramadhan yang telah Engkau janjikan
Ya Allah Ash Shobuur, berikanlah kami kekuatan dan kesabaran dalam keimanan
Ya Allah Ya Muntaqim, terimalah segala amal ibadah kami
Ya Allah Al Ghaffar, ampunilah segala kekhilafan kami
Ya Allah Al Mujiib, kabulkanlah do'a dan pengharapan kami 

Senyampang kita masih diberi kesempatan untuk menikmati "jamuan" Allah selama Ramadhan tahun ini, mari kita nikmati dengan penuh kesyukuran, hiasi dengan amal kebajikan, sehingga 'kan kita raih kemuliaan.
 
Ramadhan Mubarak!

Leuven, 31 Juli 2011 / 30 Sya'ban 1432 H
*detik-detik menyambut kehadiran bulan yang dinantikan...Ramadhan*

maandag 25 juli 2011

Ramadhan, JANGAN hanya FOKUS pada ibadah PUASA !


Ramadhan sebentar lagi...tinggal menghitung hari...Semoga Allah sampaikan kita di bulan yang mulia ini.

Hmm, apa yang bisa kita persiapkan? Salah satu hal yang bisa dikerjakan adalah berusaha menimba ilmu seputar Ramadhan, seperti yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya mendengarkan kajian "Tarhib Ramadhan" (menyambut Ramadhan) di radiopengajian.com. Kajian kali ini diisi oleh Ust. Hilman Rosyad Syihab.

Nah, terinspirasi dari tausyiah tersebut, saya ingin kembali mengingatkan kita, khususnya diri saya sendiri...
Ramadhan karim...

Teori vs Realita Ramadhan

1. Ramadhan adalah saat untuk mempersedikit makan. Bagaimana tidak? Waktu yang tersedia untuk makan bagi orang yang berpuasa sangatlah singkat, hanya mulai beduk Maghrib (saat buka) sampai waktu subuh.
--Apalagi, saat berpuasa di musim panas, seperti yang akan saya alami. Berdasarkan jadwal puasa yang sudah saya lihat di islamicfinder, umat Islam di belgia dan sekitarnya, harus berpuasa selama 18-19 jam. Berarti waktu makan hanya 5-6 jam, itu pun dikurangi dengan alokasi ibadah yang lain (seperti sholat wajib, sholat tarawih, qiyamul lail) dan alokasi tidur malam. Jadi memang sangat singkat. --
Tetapi, realitanya adalah Ramadhan identik dengan bulan makan. Di saat bulan Ramadhan akan banyak sekali tambahan menu makanan (budget belanja ibu2 bagaimana saat Ramadhan? lebih besar atau lebih kecil dari biasanya?). Banyak juga para penjaja makanan yang menjual beraneka menu berbuka, misalnya. Memang, terkadang sebagian ibu merasa hal ini bertujuan untuk meng-istimewa-kan Ramadhan. Yah, sebenarnya ga masalah juga sih... Asal tidak berlebihan. Jika (terlalu) banyak makanan yang tersedia, maka salah satu hikmah berpuasa, -yakni untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang yang tidak punya-, akan sulit tercapai.

2. Ramadhan adalah bulan peningkatan amal ibadah. Sebagaimana kita telah sama-sama mengetaui bahwa Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh berkah, dimana Allah pun menjanjikan akan melipat-gandakan pahala.
Namun, apa realitanya? Ramadhan lebih identik dengan bulan main-main, tidak produktif, santai-santai. Yang semula tidak biasa tidur sang, jadi tidur siang, dengan alasan agar tidak terasa lapar. Kalau mungkin buat anak-anak sih bisa dimaklumi, tetapi kalau untuk orang dewasa? Bahkan sebagian orang juga merasa bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu juga ibadah. Padahal hadits tentang hal ini, kurang kuat...maksudnya tidak bisa dijadikan pedoman. Menurut saya, kalaupun hadits-nya itu shoheh, bukankah akan lebih bijak jika dipahami dengan sebaliknya. Tidurnya saja berpahala, apalagi kalau kita melakukan amal ibadah atau bekerja. Tentu pahala dan kemanfaatannya lebih besar.

Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa ternyata realita Ramadhan masih belum sesuai dengan yang sebaiknya. Hmm...mengapa bisa demikian? Ustadz Hilman menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena kita lebih fokus pada ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Oh ya? karena memperbanyak makan dan mengurangi aktivitas itu adalah bentuk perhatian untuk kondisi fisik (baca : ibadah puasa).

Emang salah ya yang demikian itu?... (lanjutkan bacanya ya...:-))

Mengapa kita sebaiknya TIDAK hanya FOKUS pada PUASA saja?

Puasa adalah ibadah yg “biasa” saja. Maksudnya, tidak harus memiliki suatu tingkat keilmuan tertentu, terkait tata cara pelaksanaannya. Cukup menahan hawa nafsu syahwat dan perut, mulai dari shubuh hingga maghrib. Pelaksanaannya pun dipermudah oleh Allah. Saat Ramadhan, setan dibelenggu. Belum lagi acara TV/ radio yang banyak menyajikan acara yang Islami, seperti siraman rohani. Masjid-masjid pun tampak semarak dengan berbagai aktivitasnya. Ya kan? Anak-anak kecil yang sudah dilatih puasa pun bisa melaksanakan puasa dengan mudah. Bandingkan saja dengan sholat, yang 5 kali sehari, banyak orang yang merasakan sulit dan berat untuk melaksanakannya, sekalipun orang dewasa.

Allah SWT berjanji akan memberikan balasan/pahala atas suatu ibadah sesuai tingkat kesulitannya. Berarti, jika puasa itu tidak terlalu susah, maka pahalanya tidak banyak kan?

So, what?

1.     Paradigma harus diubah!
2.     Pahami beberapa konsep (Fiqh Shiyam), diantaranya adalah: kita tahu bahwa kewajiban shoum di Al Qur’an (QS Al Baqarah 185), definisi shoum (shiyam/puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa (syahwat perut dan farji') mulai dari terbitnya fajar/shubuh hingga terbenamnya matahari/maghrib), apa saja yg membatalkan puasa (syahwat perut, syahwat farji’), siapa saja yang diwajibkan berpuasa (sehat, mukim, akil baligh, muslim, mampu), siapa yg diperbolehkan berbuka (org sakit, tua, pekerja kasar, ),
3.      Karena puasa adalah ibadah yg mudah, maka Fokuskan juga Ramadhan ini pada ibadah pendukungnya, meliputi: Sahur, ifthor, QL, tilawah, dzikir dan doa, ZIS, amalan malam, I’tikaf, mencari lailatul qadar.

Semoga KITA bisa meng-HIAS-i Ramadhan kali ini, dengan berbagai IBADAH yang IKHLAS, sehingga keberkahan dan keutamaannya pun akan dapat kita raih. Amin y arobbal 'alamin.

sumber gambar :  http://gratuite-carte.com/

zondag 17 juli 2011

Indahnya bersilaturrahmi...


Alhamdulillah, baru saja saya (bersama suami) pulang dari acara BBQ organized by Imsal (International Muslim Students Association of Leuven). Meski pulangnya diiringi gerimis dikit...ada rasa bahagia di dada... seneneeeng gitu. Entah dari mana asalnya....

Apa karena jalan2 (tepatnya, sbenernya bersepeda) bersama suami tercinta kah? ... tidak diragukan lagi..hoho

Apa karena abiz makan-makan enak kah? ...so pasti, alhamdulillah...lekker abiz

Apa karena abis ketemu anak-anak yang lucu-lucu dan menggemaskan kah? ...bisa jadi, apalagi setelah melihat mata "kejora" dan senyum damai anak-anak yang menentramkan hati...calon pemimpin umat masa depan...subhanlloh

Hmm, tapi rasanya ini juga BUAH dari SILATURRAHIM barusan.
Bertemu...berkenalan...ngobrol...saling tukar alamat email dan no HP.

Subhanalloh, bersilaturrahmi dengan brothers and sisters dari berbagai negara...dari Mesir, Yordania, Aljazair, Maroko, Pakistan, Palestina, Irak, Filipina, dan Indonesia. Eh, ada satu lagi, saudari2 dari negeri "tuan rumah"...Belgia.

Banyak cerita yang dibagi, termasuk satu cerita sister "Ummu Salma" menemukan "Islam" yg bikin hati diliputi syukur....karena saya sendiri ga perlu melalui peristiwa berdarah-darah...wah, agak hiperbola nih. Maksudnya, ga sampe sebegitunya, pengorbanan dan perjuangannya untuk menemukan Islam.

Semoga Allah memberikan keberkahan atas apa yg qt 'makan" (alhamdulillah...BBQ-an-nya mantapz. Apalagi dateng, tinggal makan...hehe).

Semoga Allah memberikan keberkahan atas "persaudaraan" yang telah dijalin (mg bukan pertemuan pertama dan terakhir...Kalau pun tdk berkesempatan ketemu di dunia, qt bs bertemu lagi d Jannah-Nya. amin...aga' melow nih)

Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" 
(HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan 
tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya.
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, 
hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" 
(HR. Bukhari Muslim).

zaterdag 9 juli 2011

Saat do'a belum dikabulkan...


Introspeksilah, Sobat...

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

"Sudahkah kita laksanakan semua perintah Allah dan jauhi larangan-Nya?"

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

"Sudahkah kitaberdo'a dengan sungguh-sungguh?"

Allah sudah berjanji akan mengabulkan do'a setiap hamba-Nya...

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu'min: 60).
Bagaimana Allah mengabulkan do'a?

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: 
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, 
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan 
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” 
Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” 
(HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id; derajat hasan)

Yakinlah bahwa belum tentu Allah memberi apa yang kita MAU tapi, Ia akan memberi apa yang kita BUTUH-kan.Allah telah memilihkan yang TERBAIK untuk kita, tinggal bagaimana kita mensyukurinya.

من اتكل على حسن اختيار الله له، لم يتمن شيئا. وهذا حد الوقوف على الرضى بما تصرف به القضاء

Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba-Nya)” (Lihat Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262 dan Al Bidaayah wan Nihaayah 8/39).

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)

So. TERUSLAH BERDO'A SOBAT...Insya Allah tiada yang sia-sia karena ALLAH MAHA MENDENGAR...^_^

donderdag 7 juli 2011

SOLDEN alias SALE alias OBRAL



Alhamdulillah sore yang cerah, tidak terlalu panas dan tidak juga gerimis. Bisa menikmati suasana sambil jalan-jalan ke pusat pertokoan yang tak jauh dari rumah. Subhanalloh... suasana awal Juli yang menyenangkan. Mestinya bulan-bulan begini, dah summer...namanya aja summer, ya mustinya hawanya juga "sumer" (sumer dlm bahasa Jawa artinya panas. ya kan?). Tapi sore ini, teduh skali...sehingga menggodaku untuk jalaaan...hehe (bilang aja kalau kepengen jalan-jalan...hehe). Kalau panas, sering pusing kepala ini. Apalagi mataharinya kayak di samping gitu. Silau man! (jadi inget sebuah iklan. iklan apa ya?....lupa deh!)

Suasana Leuven centrum ramaaai. Oh ya, sekarang musim liburan anak-anak sekolah (tapi, suamiku ga libur...Padahal kan katanya Phd student. huhu...ngareeep nih critanya:-) ga papa deh). Kebanyakan orang tua membawa serta anak-anaknya untuk sekedar jalan-jalan, nongkrong di cafe, atau shopping.

Heboh sekali suasananya...ada anak-anak yang berlarian, ada anak yang menangis minta sesuatu (dan si ortu tentu saja sibuk menenangkan :)), ada pasangan muda yang berjalan dengan mesra (hmmm...pengantin baru spertinya?...^_*), ada anak-anak muda yang dandanannya...(hmm, no comment. pokoknya naudzubillah deh...dandanan ala summer style). Ada juga nenek-nenek yang menggendong (menggendeng loh...bukan menuntun) anjing kesayangannya...Masya Allah. Sebagian besar pun tampak excited sekali, keluar masuk toko dan akhirnya menenteng tas-tas belanjaan. Beraneka ragam tingkah orang yang terlihat di mata saya.

Toko-toko banyak dihiasi beraneka tulisan dan hiasan yang menarik dan berwarna-warni. SOLDEN (Obral). Geknipte Prijs (Harga turun/ada potongan harga). Diskon 30% - 50% - 70% (sayang ga ada yang diskon 100%...haha. Itu sih namanya Gratis! Padahal, ga Gratis aja dah rame, apalagi kalo tulisannya Alles is Gratis (semuanya gratis)! pasti ruame suekali..hehe.). Satu...dua toko yang saya lewati memampang tulisan yang sama, SOLDEN! Hmm, ternyata...hampir semua toko (atau memang smuanya kaliii..) menawarkan aneka diskon/potongan harga. Wah ada apa nih?

Ternyata sekarang ini sudah masuk zomersolden alias summer sale. Thats why, banyak sekali toko-toko yang memenuhi etalase dan kaca-kacanya dengan tulisan SOLDEN. Sekedar informasi, di Belgia ini ada 2 kali SOLDEN atau acara obralan dalam setahun. Yaitu saat zomer/musim panas (Juli) dan winter/musim dingin (Januari), Dan memang sih...kalau diamati, diskonnya beneran. maksudnya, toko emang kasih diskon dari harga normal. Bukan harga normalnya dinaikin dulu, trus didiskon (kan jatuhnya tetep dunk). Untuk kasus yang terakhir ini, pernah saya lihat di tanah air. Misalnya harga suatu barang A itu (normalnya) 1000 rupiah. Trus suatu ketika, toko yang menjual barang A itu memberi diskon. Diskon 30% (lumayan kann?), tapi ternyata harga pokoknya sudah naik jadi 1500. Nah berati konsumen kan tetep harus bayar seribu kan? Hmmm....same aje dunk! Dan memang, terkadang sebagian orang yang tidak begitu mengikuti perkembangan harga di pasaran, bisa tertipu. Kalau sudah begini, berarti "strategi pasarnya" sukses.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepulang dari window shopping tersebut saya merenung... Teringat bahwa sebentar lagi (ga sampe sebulan lagi....) akan ada SALE juga. Tapi SALE yang ini jauuuh lebih ISTIMEWA. karena penyelenggaranya adalah ALLAH, Yang Maha Segalanya. Dia mengobral (melipatgandakan) PAHALA di bulan Ramadhan yang mulia dan mendiskon (memberikan ampunan) atas dosa yang pernah diperbuat, bagi siapa saja yang mau.

Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa :

أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةٌ، وَقِيَامُ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةَ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يُزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقُ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ”، قَالُوا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ؟ فَقِيْلَ: يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ 
صَائِمًا عَلىَ تَمْرَةٍ، أَوْ شُرْبَةَ مَاءٍ، أَوْ مَذَقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka
(HR Al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)
 --
Sebagaimana juga disebutkan dalam atsar yang lain:
وَاسْتَكْثَرُوا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غَنِى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ الَّلتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِِمَا رَبَّكُمْ: فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَتَسْتَْغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا الَّلتَانِ لاَ غَنِى بِكُمْ عَنْهُمَا: فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya; Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
 --
Dari Abu Hurairah berkata; Nabi SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa yang puasa karena iman dan berharap pahala dan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.
Subhanalloh...sungguh besar obralan yang ditawarkan oleh Allah. Adakah di antara kita yang tertarik? SOLDEN di Belgia yang DUA kali dalam setahun saja, tetep dinantikan dan selalu menarik. Orang-orang tetap saja berbondong-bondong...berburu...untuk mendapatkan barang-barang yang disukai dengan harga murah / lebih terjangkau (padahal kadang ga dibutuhkan juga ya...mubadzir. Smoga kita tidak termasuk yang sperti ini ya. Membeli sesuai kebutuhan saja ^_^). Mungkin, junga ada yang nyempetin nabung biar bisa beli barang yang dibutuhkan saat solden (hmm...pengalaman siapa ya??). So, ingaaat...momen ini hanya SATU kali dalam setahun! Momen ramadhan ini hanya SEBULAN, dimana Allah memberikan banyak keutamaan.

Belum lagi Allah juga menawarkan Lailatul Qadar. yaitu sutu malam yang jika seseorang melakukan ibadah di malam itu, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya...seperti ia melakukannya SERIBU bulan. 1000 bulan=83,33 tahun. Padahal usia manusia sekarang ini, rata-rata sampe 60 th-an aja. Bahkan banyak juga yang meninggal di usia muda. Subhanalloh kan...jika Allah melipatgandakan sebanyak itu.

Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi, 
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(٣﴾ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)
[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]


Ya...sebuah perenungan yang akhirnya berujung pada HARAPAN agar dapat meraih semua keutamaannya. Karena saya sadar investasi kebajikan belumlah banyak, apalagi dikurangi dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang pernah dilakukan. Astaghfirullohal adzim... Semoga kita nanti bisa memborong...beraneka SOLDEN yang telah ALLAH tawarkan. Semoga Allah memudahkan dan memberkahi. Amin

Yuk mulai persiapkan diri, menyambut bulan yang suci. Siapkan amunisi dan agenda diri. Lets start! Semangaaat..^_^

Leuven, 7 Juli 2011

zondag 3 juli 2011

Terima kasih cinta...

Alhamdulillah...rasanya tak henti-henti syukur yang terhaturkan pada-Nya atas semua nikmat-Nya. Apalagi janji Allah bahwa nikmat itu akan ditambah jika disyukuri.

لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬
 "jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu 
tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS Ibrahim 7).

Bagaimana tidak bersyukur? sungguh banyak nikmat yang telah Ia anugerahkan. "Seandainya seluruh batang pohon dijadikan pena, serta air di lautan dijadikan sebagai tintanya, tak kan sanggup semua itu untuk menuliskan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita".

Itulah yang terngiang di telingaku hari ini...

Apakah bentuk kesyukuran atas anugerah suami yang sholeh, selalu berusaha memberiku cinta?



Beberapa hari yang lalu, ia menceritakan bahwa ia ingin melakukan "sesuatu" yang subhanalloh...membuatku tak kuasa menahan haru..untuk kesekian kalinya. Aku bahagia Robbi...bahagiakan juga dia , Robb. tentang apa "sesuatu"nya...ntar aja ya ceritanya. Masih off the record...hehe. Semoga Allah memudahkan langkahnya dalam mewujudkan "niat baiknya" kali ini. Barokallohu fik. Saya pun yakin, Almarhum Abah pun akan tersenyum bahagia, jika mendengarnya...ga salah pilih rasanya, ia nikahkan putrinya dengan lelaki ini.

Kemarin, ia mengajakku jalan-jalan ke luar kota. Lalu kita mampir   ke sebuah resto Halal. Lagi-lagi...ia mempersilakan aku untuk memilih menu apa. "Pilih aja apa yang di-pengenin, yank", katanya. Alasannya, simple aja. This is your day. Whaaat? Iya, katanya meski ulang tahun saya masih beberapa hari lagi, ini adalah salah satu cara untuk merayakannya. Owh, so sweet...Tapi, tenaaang...saya akan tetep milih sewajarnya koq, ga bakalan berlebihan..hehe.Yang membuat acara makan-makan kami (selalu) istimewa adalah saat di sela-sela menikmati hidangan...dia selalu bertanya, "Ada evaluasi untuk kebaikan keluarga kita, yank?" Itulah yang selalu ia utarakan saat kami "pacaran". Belum lagi, ia selalu mengucap terima kasih dan merasa bahagia hidup bersamaku. Subhanalloh...Maha Suci Allah yang telah mengikatkan hati makhluk-Nya yang semula tidak ada "rasa" apapun, kemudian mempersatukannya dalam ikatan pernikahan.

Hari ini, saya mengajaknya jalan-jalan (lagi). Kali ini jalan-jalannya di sini aja, jalan-jalanya pun dalam arti sebenarnya...jalan kaki...hehe. Saya mengajaknya berbelanja di Toko Asia. Biasa, meskipun kami tinggal di Eropa, lidah dan perut kami tetep punya Indonesia. Kami penggemar tahu, tempe, dan teman-temannya...hehe. Setelah itu kami mampir di beberapa toko...bukan untuk belanja loh. Kali ini adalah survei aja. Memang kami terbiasa menjalankan tips SMART berbelanja (tips ini pernah di-publish di blog muslimah Indonesia di Belgia). Nah, di salah satu tipsnya, membeli barang yang kita butuhkan di saat SOLDEN alis ada diskon. Nah di Belgi, ada 2 kali solden, saat winter dan summer. Tgl 1-31 Juli adalah summer sale. Solden! Kebetulan ada yang sedang dibutuhkan. Sebelum membeli, kami pun membanding-bandikan kualitas dan harganya di beberapa toko. Sambil menunggu...akhir sale...hehe. Biasanya diskonnya jadi berlipat tuuh. Setelah itu kami melewati sebuah toko perhiasan. Nah...jujur aja...di toko ini, ada inceran nih. Nah pas diliat, wah lagi sale...lebih dari 50% diskonnya. Tadinya, saya pun ga terlalu ngeyel minta dibelikan. Eh, suami bilang..."Nah, mumpung sale, kalau memang suka, diambil aja". Nah loh, ditantangin begitu jadi gimana gituu... jadi... Suka! Makasih cintaa...aduuh, skali lagi dibikin seneng ma si do'i. Sebuah cincin perak bermata hartje "pink". Harganya memang tidak seberapa..hanya belasan Euro (ini sih sebenernya, buat saya juga ga "hanya", soalnya bisa dipake blanja sminggu lah...hehe. Tapi, skali-skali boleh lah...). namun, ga sebanding dengan bahagianya. Apalagi, pas di rumah, si-Mas yang masangin cincinnya. Aih..aih...jadi inget peristiwa enam tahun yang lalu.

Subhanalloh, dia bisa mengungkapkan cinta dengan sederhana tetapi sangat istimewa buatku. Mungkin rasa istimewa ini muncul karena ketulusannya (nah, ada satu tips nih berarti buat pasutri. CINTA itu untuk DIUNGKAPKAN dan DIWUJUDKAN, namun juga butuh KETULUSAN, agar bisa menanamkan KESAN)


Apakah bentuk kesyukuran atas anugerah suami yang sholeh, selalu berusaha memberiku cinta?
sekali lagi kalimat itu terngiang di telingaku.

Semoga dengan segenap baktiku kepadanya dan upaya kami untuk bersama dalam menyempurnakan keta'atan pada Allah, 'kan membawa kami menuju sebuah cinta yang berbingkai ridlo-Nya.
Amien ya robbal 'alamiin.


Leuven, 3 Juli 2011

Ramadhan sebentar lagi... what should we prepare?

Saudaraku...sekarang kita telah masuk bulan Sya'ban. Itu artinya, Ramadhan sebentar lagi...tidak sampai sebulan lagi...^__^

Mungkin Ramadhan ini bukanlah kali pertama kita berpuasa, namun bisa jadi Ramadhan ini adalah Ramadhan kita yang terakhir. Wallohu a'lam. Karena kita tidak tahu apakah kita masih bisa bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun yang akan datang. Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan kali ini Ramadhan yang istimewa, Ramadhan yang luar biasa, Ramadhan yang lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Setuju kaaan??

Banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk menjadikannya istimewa. Para ulama salafus salih membagi ada beberapa persiapan yang bisa kita lakukan dalam menyambut bulan yang mulia ini, mencakup : Persiapan mental, Persiapan spiritual/ruhiyah, Persiapan intelektual/fikriyah, dan Persiapan fisik dan materi.

1.      Persiapan mental

Kita pasti mengetahui syarat diterimanya sebuah amal, yaitu : niat ikhlas (hanya mengharap ridlo Allah) dan ittiba’ rasul (mengikuti tata cara yang telah dicontohkan oleh rasulullah SAW). Apabila kita menginginkan amal ibadah kita diterima oleh Allah, maka kita harus benar-benar memperhatikan kedua hal tersebut.
Secara psikologis, niat atau motivasi sangat membantu amal (perbuatan) yang akan dilakukan dan juga memberikan dampak yang sangat positif.  Niat akan memunculkan semangat dan ketahanan seorang muslim dalam mengerjakan ibadah. Oleh karena itulah niat menjadi pilar utama dalam beribadah. 

Bagi orang mukmin, Ramadhan adalah bulan (perbanyak) ibadah. Oleh karenanya diperlukan kesiapan mental dalam menyongsong berbagai macam bentuk ibadah tersebut, khususnya puasa, bangun malam (qiyamul lail), sholat tarawih dan lain-lain. Tanpa persiapan mental yang prima, maka orang-orang beriman akan cepat lelah dalam beribadah atau bahkan meninggalkan sebagian ibadah sama sekali. 

Kesiapan mental akan sangat dibutuhkan khususnya pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena "ujian" akan semakin banyak. Lihat saja, mulai keinginan belanja mempersiapkan hari raya, sibuk membuat kue, menata rumah dan sebagainya. Hal ini dapat mempengaruhi kekhusyukan kita dalam ibadah di bulan Ramadhan. Padahal, kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim juga dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub serta ibadah lainnya, maka insya Allah, dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan. Dan akan lebih baik lagi, jika ke-istiqomah-an beribadah selama Ramadhan juga dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya.

2.Persiapan spiritual/ruhiyah

Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, puasa sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. Beliau berkata: ”Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim). 

Dalam riwayat yang lain, dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda: ”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah).

Memperbanyak ibadah sebelum Ramadhan juga bisa berfungsi sebagai ajang latihan dan pembiasaan. Bisa diandaikan jika kita seorang pelajar. Seorang pelajar yang baik tentunya akan belajar setiap hari, ada/tiada PR. Sehingga, ketika guru melaksanakan ujian, dia pun tidak perlu begadang semalaman atau bahkan sampai sakit, karena harus membaca buku pelajaran yang banyak. Hasilnya pun biasanya akan lebih baik, mereka yang sudah rutin belajarnya, karena ia sudah membacanya berulang kali dan memahaminya. "Bisa karena biasa", kata orang bijak. 

Begitu pula dengan kita. Misalnya, kita menargetkan khatam Qur'an setidaknya sekali selama Ramadhan. Nah berarti, minimal kita baca 1 juz per hari (kalau buat muslimah yang sudah baligh, tentunya masa sucinya kurang dari 30 hari...skitar 21 hari. so, kita musti baca min.1,3 juz per hari). Nah, untuk bisa sesuai target, tentunya tidak mudah dan terasa berat. Apalagi jika kita tidak terbiasa. Artinya, jika ia sudah terbiasa dengan ritme ibadah, tidaklah ia "terkaget-kaget" atau ngebuuut ibadah selama ramadhan yang tanpa bisa menikmatinya, yang kemudian ia (bisa) "kelelahan" fisik maupun ruhiyah.

3. Persiapan intelektual/fikriyah

Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Sebagaimana dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah). Masya Allah, sungguh rugi kaan? Hal ini bisa dikarenakan puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. 

Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka. Dua orang yang mengamalkan ibadah yang sama tidak otomatis mendapatkan hasil yang sama. Rasulullah SAW menyampaikan ada dua kelompok orang yang sama-sama melakukan ibadah puasa, sedangkan hasilnya yang pertama mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya, sementara yang lain cuma mendapatkan lapar dan dahaga. Rasul Saw bersabda: Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (Hadits riwayat Bukhori dan, Muslim ). Semoga kita termasuk golongan yang pertama yaa...yang mendapatkan ampunan. Amin ya Robb.

Nah, ilmu apa saja sih yang sebaiknya kita ketahui? Mulai syarat dan rukun puasa, hal-hal apa saja yang membatalkan puasa, hal-hal apa saja yang diperbolehkan selama puasa, keringanan-keringanan selama berpuasa, tata cara ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadhan, do'a dan dzikir yang sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah, dan sebagainya. Yang jelas ilmu yang kita butuhkan agar menjadikan puasa kita diterima oleh Allah dan kita raih kemuliaannya.

4. Persiapan Fisik dan Materi

Fisik dan materi sangat menopang ibadah di bulan Ramadhan yang dilakukan seorang muslim. Seorang muslim tidak akan mampu berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah justru mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa kebiasaan di bawah ini :
· Menyikat gigi dengan siwak (HR Bukhari dan Abu Daud).
· Berobat dengan berbekam/Al-Hijamah. (HR Bukhori dan Muslim)
· Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah Saw kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud Ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR Al-Haitsami) 

Kekuatan fisik/kesehatan perlu kita perhatikan juga, terlebih kita (yang tinggal di Belgia dan di daerah lain yang sedang summer nih) yang sekarang akan menjalani ibadah puasa Ramadhan di musim panas, yang artinya waktu puasanya (jarak antara matahari terbit hingga matahari terbenamnya) cukup lama. Jarak antara subuh dan maghribnya cukup panjang...yakni 16 -18 jam (abis ngintip jadwal di islamicfinder.org :)). Hmm...tidak jauh beda dengan tahun lalu, malah sedikit lebih panjang. Kalau sudah begini, jadi malu karena kurang bersyukuuur saat puasa di negeri sendiri. Puasa yang dimudahkan dan waktunya pun pas...tidak terlalu panjang/pendek (kalau pendek sihh sebetulnya harus lebih bersyukur lagiii...hehe). 

Menyiasati kondisi yang demikian (puasa yang lama), maka kita perlu melakukan latihan-latihan, sehingga tubuh kita sudah “siap” dan terbiasa. Salah satu diantaranya adalah dengan melakukan ibadah puasa, baik puasa sunnah maupun puasa qadha’ (mengganti puasa Ramadhan yang lalu), di bulan-bulan ini sebelum Ramadhan. nah, mumpung masih sebulan lagi...yuk kita coba , skalian membayar hutang puasa kalau masih punya. Kalau saya, alhamdulillah hutang puasa sudah lunas ^__^, bagaimana dengan anda??
Kalaupun nanti, kita sakit/memiliki halangan yang syar'i...insya Allah, Allah pun memberi keringanan untuk tidak berpuasa. 

Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi (harta) yang halal, untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusyu, dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusyuan ibadah Ramadhan. 

Untuk saudara2 yang memang dapet berkah Ramadhan, dengan meningkatnya job, --misalnya...penjual kue (banyak yang pesen kue-kue lebaran), penjahit (banyak yang menjahitkan baju), dsb--, semoga juga tetap bisa menikmati Ramadhan dengan ibadah-ibadah mahdhoh dan meniatkan pekerjaannya untuk mengharap ridho Allah. Tentunya, setiap kita, perlu membuat trik dan tips masing-masing...agar ibadah OK dan kerjaan jalan teruss, meski mungkin juga perlu tahu apa yang perlu kita prioritaskan. Sehingga, pada akhirnya..kita pun menjadi orang-orang yang menang...dengan meraih gelar TAQWA.

Saudaraku...kita persiapkan diri yuuk. Menyambut bulan Ramadhan yang mulia, sambut dengan hati suka cita dan persiapan jiwa dan raga...'tuk raih gelar TAQWA dan ridlo-Nya. 

Amien ya robbal 'alamiin.

Khutbah Rasulullah SAW menjelang Ramadhan



"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
(Al-Baqarah : 183)



Ibnu Khuzaimah menyampaikan dari Salman R.A., ia berkata: “Rasulullah SAW telah berkhutbah kepada kami pada hari terakhir dari bulan Sya’ban, beliau bersabda: “Wahai manusia sungguh telah dekat kepada kalian. Bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai fardlu dan bangun malam sebagai sunnah.                                                                                                                
Barang siapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan melakukan amalan sunnat maka seperti orang yang melakukan amalan fardlu pada bulan lainnya.                           

Dan barang siapa yang melakukan amalan fardlu di dalamnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu di dalmnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu pada bulan lainnya.                                                                            

Ia merupakan bulan kesabaran, sedangkan pahalnaya sabar adalah surga.                         

Ia adalah bulan kasih sayang. Dan bulan saat rizki orang mu’min ditambahkan.                             

Barang siapa pada bulan tersebut memberi makanan/minuman untuk berbuka kepada orang yang berpuasa maka itumenjadi ampunan bagi dosa-dosanya, pembebasan bagi dirinya dari api neraka, dan baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang diberi makanan/minuman tersebut, dengan tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.“                                                                                                                                      
Mereka berkata: Wahai Rasulullah! Tidaklah setiap orang dari kami mempunyai makanan buka untuk diberikan kepada orang yang berpuasa. Beliau menjawab: Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu.                                                                                                           
Ia adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya penuh kebebasan dari api neraka. 

Barangsiapa meringankan beban hamba sahayanya pada bulan itu maka Alllah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.                                     

Perbanyaklah pada bulan itu melakukan empat hal; dua di antaranya dapat membuat ridlo Tuhan kalian, dan dua hal lainnya kalian sangat membutuhkannya. Adapun dua hal yang bisa membuat ridlo Tuhan kalian adalah: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan pada-Nya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah: memohon surga kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagaku, dimana ia tidak akan merasakan haus sampai ia masuk surga.”