Posts tonen met het label syukur. Alle posts tonen
Posts tonen met het label syukur. Alle posts tonen

zondag 14 juli 2013

Tiga Poeloeh!

sumber : dari sini


Alhamdulillah wa syukurilah...

9 Juli kemarin genaplah saya meninggalkan usia dua puluhan. Nothing special! yaa...memang tidak ada yg special dengan ulang tahun, kebetulan saya tidak termasuk yang rajin merayakan ulang tahun, tapi bolehlah kalau menerima hadiahnya...hehe

9 Juli mungkin bukanlah angka yang istimewa untuk siapapun, tapi mengingatkan saya pada sosok yang cukup istimewa di hati saya. Do yo know who is she? Ya...dialah wanita yang telah melahirkan saya di penghujung Ramadhan tahun 1403 H. Saya bersyukur sekali telah berkesempatan untuk lahir di bumi-Nya dan hidup di tengah orang-orang yang penuh kasih sayang. Terima kasih yang tiada terhingga pada ummi tercinta, juga almarhum Abah, atas semua cinta yang diberikan. Meski ananda merasa belum bisa membalasnya dengan membahagiakan ummi dan Abah, in syaa Allah do'a indah selalu tercurah pada Dia Sang Pemilik alam semesta, pada Dia Ar Rahman Ar Rahim, pada Dia Yang Maha Mencintai hamba-Nya. Semoga Dia yang maha segalanya itu membalas semua kebaikan yang tercurah untuk ananda di dunia hingga di akhirat. love u, my beloved parents :-)

9 Juli tahun ini juga cukup istimewa. banyak do'a yang terlantunkan oleh orang-orang tercinta, suami, ummi, kakak-adik, sahabat, teman, ibu-ibu pengajian. I feel so blessed! Alhamdulillah... semoga Allah mengajabah do'a mereka semua dan kupanjatkan do'a yang sama untuk sang pemberi do'a :-). Aamiin yaa mujibas saailiin...

Selain do'a, ucapan dan perhatian dari orang-orang tercinta, ada beberapa surprise yang juga tak kalah istimewa. Mulai mendapat hadiah, mendapat traktiran dari sahabat (baru kali ini loh yang ultah yang ditraktir, biasanya kan yang ultah yang mentraktir..hehe) sampai mendapat kunjungan. Hadiahnya pun beraneka ragam...yang semuanya saya sukaaa! Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dengan kebaikan yang berlipat dan semoga saya juga bisa memanfaatkan hadiah2 tersebut dengan baik.

Ada satu hadiah yang menurut saya cukup istimewa, lain dari pada yang lain. Bisa dibayangkan ada seorang anak laki-laki berusia 10 tahun-an yang menghadiahkan bacaan Al Qur'annya untukku. Dia menjanjikan hadiah ini beberapa bulan yang lalu, sejak dia akan memulai hafalannya surat Abasa. Jadilah aku terharu biru... Jauh di lubuk hati, tersisipkan do'a untuknya, semoga kelak ia tumbuh menjadi anak yang sholeh dan cerdas, yang menjadi investasi dunia akhirat untuk ayah bundanya, yang merupakan sahabat yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Selain itu, hadiah ini bak obat rindu..kerinduan akan hadirnya buah hati yang mungkin memang akan terus ada sampai yang dinanti itu ada. Aku berharap kelak putra-putriku pun bisa menghadiahkan hal yang sama, oooh...betapa bahagianya melihat anak-anakku tumbuh dalam cinta pada Rabb-nya, pada Rasul-nya dan cinta pada Al Qur'an. Semoga Allah mengabulkan impian ini...aamiin

Sekali lagi mengucap hamdalah pun rasanya tak cukup untuk mengucapkan terima kasih pada Allah, atas semua nikmat yang Ia berikan, baik secara langsung maupun tidak langsung... Yaa..memang hakikat dari syukur itu tak hanya di lisan, semoga aku pun bisa mensyukuri nikmat-Nya ini dengan menjadikan semua yang telah Ia berikan untuk semakin mendekatkan diri pada-Nya untuk semakin meningkatkan ketaqwaan. Semoga hidup yang memang sementara ini bisa dihiasi dengan berbagai amal kebajikan, sehingga kelak bisa meninggalkan "jejak kebaikan" meski tubuh ini sudah menyatu dengan tanah...

Sekali lagi, terima kasih ya Allah atas semua yang telah Engkau berikan..semoga hamba tergolong ahli syukur. Semoga kami bisa lebih bersyukur lagi atas semua nikmat-Mu...

Alhamdulillah wa syukurilah wa faghfirlanaa...

zondag 3 juli 2011

Terima kasih cinta...

Alhamdulillah...rasanya tak henti-henti syukur yang terhaturkan pada-Nya atas semua nikmat-Nya. Apalagi janji Allah bahwa nikmat itu akan ditambah jika disyukuri.

لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬
 "jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu 
tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS Ibrahim 7).

Bagaimana tidak bersyukur? sungguh banyak nikmat yang telah Ia anugerahkan. "Seandainya seluruh batang pohon dijadikan pena, serta air di lautan dijadikan sebagai tintanya, tak kan sanggup semua itu untuk menuliskan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita".

Itulah yang terngiang di telingaku hari ini...

Apakah bentuk kesyukuran atas anugerah suami yang sholeh, selalu berusaha memberiku cinta?



Beberapa hari yang lalu, ia menceritakan bahwa ia ingin melakukan "sesuatu" yang subhanalloh...membuatku tak kuasa menahan haru..untuk kesekian kalinya. Aku bahagia Robbi...bahagiakan juga dia , Robb. tentang apa "sesuatu"nya...ntar aja ya ceritanya. Masih off the record...hehe. Semoga Allah memudahkan langkahnya dalam mewujudkan "niat baiknya" kali ini. Barokallohu fik. Saya pun yakin, Almarhum Abah pun akan tersenyum bahagia, jika mendengarnya...ga salah pilih rasanya, ia nikahkan putrinya dengan lelaki ini.

Kemarin, ia mengajakku jalan-jalan ke luar kota. Lalu kita mampir   ke sebuah resto Halal. Lagi-lagi...ia mempersilakan aku untuk memilih menu apa. "Pilih aja apa yang di-pengenin, yank", katanya. Alasannya, simple aja. This is your day. Whaaat? Iya, katanya meski ulang tahun saya masih beberapa hari lagi, ini adalah salah satu cara untuk merayakannya. Owh, so sweet...Tapi, tenaaang...saya akan tetep milih sewajarnya koq, ga bakalan berlebihan..hehe.Yang membuat acara makan-makan kami (selalu) istimewa adalah saat di sela-sela menikmati hidangan...dia selalu bertanya, "Ada evaluasi untuk kebaikan keluarga kita, yank?" Itulah yang selalu ia utarakan saat kami "pacaran". Belum lagi, ia selalu mengucap terima kasih dan merasa bahagia hidup bersamaku. Subhanalloh...Maha Suci Allah yang telah mengikatkan hati makhluk-Nya yang semula tidak ada "rasa" apapun, kemudian mempersatukannya dalam ikatan pernikahan.

Hari ini, saya mengajaknya jalan-jalan (lagi). Kali ini jalan-jalannya di sini aja, jalan-jalanya pun dalam arti sebenarnya...jalan kaki...hehe. Saya mengajaknya berbelanja di Toko Asia. Biasa, meskipun kami tinggal di Eropa, lidah dan perut kami tetep punya Indonesia. Kami penggemar tahu, tempe, dan teman-temannya...hehe. Setelah itu kami mampir di beberapa toko...bukan untuk belanja loh. Kali ini adalah survei aja. Memang kami terbiasa menjalankan tips SMART berbelanja (tips ini pernah di-publish di blog muslimah Indonesia di Belgia). Nah, di salah satu tipsnya, membeli barang yang kita butuhkan di saat SOLDEN alis ada diskon. Nah di Belgi, ada 2 kali solden, saat winter dan summer. Tgl 1-31 Juli adalah summer sale. Solden! Kebetulan ada yang sedang dibutuhkan. Sebelum membeli, kami pun membanding-bandikan kualitas dan harganya di beberapa toko. Sambil menunggu...akhir sale...hehe. Biasanya diskonnya jadi berlipat tuuh. Setelah itu kami melewati sebuah toko perhiasan. Nah...jujur aja...di toko ini, ada inceran nih. Nah pas diliat, wah lagi sale...lebih dari 50% diskonnya. Tadinya, saya pun ga terlalu ngeyel minta dibelikan. Eh, suami bilang..."Nah, mumpung sale, kalau memang suka, diambil aja". Nah loh, ditantangin begitu jadi gimana gituu... jadi... Suka! Makasih cintaa...aduuh, skali lagi dibikin seneng ma si do'i. Sebuah cincin perak bermata hartje "pink". Harganya memang tidak seberapa..hanya belasan Euro (ini sih sebenernya, buat saya juga ga "hanya", soalnya bisa dipake blanja sminggu lah...hehe. Tapi, skali-skali boleh lah...). namun, ga sebanding dengan bahagianya. Apalagi, pas di rumah, si-Mas yang masangin cincinnya. Aih..aih...jadi inget peristiwa enam tahun yang lalu.

Subhanalloh, dia bisa mengungkapkan cinta dengan sederhana tetapi sangat istimewa buatku. Mungkin rasa istimewa ini muncul karena ketulusannya (nah, ada satu tips nih berarti buat pasutri. CINTA itu untuk DIUNGKAPKAN dan DIWUJUDKAN, namun juga butuh KETULUSAN, agar bisa menanamkan KESAN)


Apakah bentuk kesyukuran atas anugerah suami yang sholeh, selalu berusaha memberiku cinta?
sekali lagi kalimat itu terngiang di telingaku.

Semoga dengan segenap baktiku kepadanya dan upaya kami untuk bersama dalam menyempurnakan keta'atan pada Allah, 'kan membawa kami menuju sebuah cinta yang berbingkai ridlo-Nya.
Amien ya robbal 'alamiin.


Leuven, 3 Juli 2011