zaterdag 27 augustus 2011

Pintaku pada-Mu, Ya Ilahi Robbi...



Ya Robbi...
tak terasa jamuan istimewa-Mu kali ini akan segera kau cukupkan
tak terasa bulan-Mu yang mulia akan meninggalkan hamba
cepat sekali...

ataukah...
jangan-jangan, aku yang tak sungguh-sunguh menikmati "jamuan-Mu"
jangan-jangan, aku yang tak pandai memanfaatkan kehadirannya

Ya Robbi...
sungguh, masih banyak "target" yang ingin kupenuhi
sungguh, masih banyak do'a yang ingin kupanjatkan
sungguh, masih banyak curahan hati yang ingin kuungkapkan
sungguh, masih banyak dosa yang ingin kumohonkan ampunan
sungguh, masih ingin kunikmati RAMADHAN ini

Ya Robbi...
aku tahu bahwa rahmat-Mu tak hanya Kau berikan di bulan Ramadhan
aku tahu bahwa ampunan-Mu tak hanya kau curahkan di bulan Ramadhan
aku pun tahu bahwa surga-Mu juga tak hanya memiliki SATU pintu yang bernama Ar Rayyan

namun,
ijinkan hamba juga mengakui bahwa...
Ramadhan adalah bulan yang Engkau muliakan
Ramadhan adalah bulan istimewa bagi insan yang beriman
Ramadhan adalah madrasah bagi hamba-Mu tuk raih gelar ketaqwaan

Ya Allah,
sejujurnya...hamba malu...
hamba tahu bahwa Ramadhan bulan yang mulia, tapi hamba belum memuliakannya
hamba tahu bahwa Ramadhan bulan yang istimewa, tapi hamba belum melakukan sesuatu yang luar biasa
hamba tahu bahwa lulusan terbaik Ramadhan akan mendapat sebaik-baik gelar -Taqwa-, tapi hamba belum bersungguh-sungguh meraihnya

Ya Allah,
hamba bermohon pada-Mu...
Ya Ghoffar, Ampunilah dosa-dosa hamba
Ya Hakiim, Terimalah semua amal ibadah hamba
Ya Rohman Ya Rahim, Hidupkanlah hamba dalam iman, Islam, kesehatan, keberkahan, dan kasih sayang-Mu
Ya Jabbaar, Mudahkanlah hamba dalam mencapai hajat-hajat kebaikan hamba
Ya Hafiidz, Peliharalah diri hamba dari bermaksiat kepada-Mu dan dzolim pada sesama
Ya Baasith, Ringankanlah kaki dan tangan hamba untuk melakukan amal sholeh
Ya Rasyiid, Bimbinglah hamba dalam meneladani rasul-Mu, Muhammad SAW
Ya Rozzaq, Limpahkanlah hamba rizki yang banyak lagi barokah
Ya Robbi, Karuniakanlah kami keturunan yang sehat, sholeh, dan cerdas, yang bisa menjadi "investasi" dunia akhirat kami
Ya Hamiid, Jadikanlah kami hamba yang amanah, ikhlas, sabar dan dipenuhi syukur
Ya Naafi', Berilah kemampuan pada hamba untuk memberi manfaat dan menjadi jalan kebaikan orang lain
Ya Fattah, Berikanlah jalan keluar terbaik atas setiap permasalahan hamba
Ya Waliyyu, Lindungilah hamba dari fitnah dunia dan fitnah akhirat
Ya Salaam, Jauhkanlah hamba dari ujian atau musibah yang bisa menjauhkan hamba dari rahmat-Mu
Ya Jabbar, Selamatkanlah kami dari siksa kubur
Ya Mumiitu, Matikanlah hamba dalam iman, Islam, kebaikan dan keridloan-Mu
Ya Hasiib, Jadikanlah hamba orang yang beruntung di hari perhitungan nanti dan menjadi salah seorang hamba yang mendapat ridlo-Mu
Ya Kariim, Perkenankanlah hamba untuk kembali bertemu dengan Ramadhan yang mulia di tahun mendatang dan berilah kami kemampuan untuk menghiasinya dengan amal kebajikan yang lebih baik.
Ya Mujiib, Kabulkanlah pengharapan-pengharapan hamba, Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim...

Robbana aatinaa fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah wakinaa adzaa bannaar
Robbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayaani shoghiiro
Robbana hablanaa min azwaajina wadzurriyatina qurroti a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'afinii wa'fu'annii
Allohumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'annii

dan perkenankanlah do'a-do'a yang sama untuk suami hamba, kedua orang tua hamba -yang telah tiada dan yang masih hidup-, saudara-saudara hamba, guru-guru hamba,  teman-teman hamba, para pemimpin kami, dan seluruh kaum muslimin dimanapun berada.

dalam suasana sendu di penghujung bulan yang mulia
Leuven, 27 Agustus 2011 / 27 Ramadhan 1432 H

Mijn tweede boek...


Alhamdulillah, ini buku KEDUA (yang masih ditulis rame-rame juga...hehe) yang terbit awal Agustus 2011 ini. Semoga nanti bisa (baca:berani) menulis buku sendiri, gak perlu ditemenin...hehe...Amien

Untuk pemesanan, silakan sms 081914032201 atau inbox fb hasfapublisher.

Judul : BILAKAH TUHAN JATUH CINTA
Penulis: Dian Nafi dkk
Penerbit: Hasfa Publishing
ISBN 978-602-9160-17-8
150 hlm
Rp 38rb

Sebentuk hati adalah ruang cinta yang tak bisa dimengerti selain dilakoni saja. Maka harus bersinergi dengan akal dan nafsu, sebagai unity triads of life. Ketika itu tercapai, saat itulah cinta bersemi. Jika sesaat saja begitu dahsyat. Apalagi setiap saat.
Pikirkan saja sendiri, kalau kau mampu (merasakannya, menjadi lebih bijak)

Cinta adalah ungkapan, maka bahasa menjadi keterbatasan untuk melintas hingga menerabas batas. Sesaat iklas sudahlah mengungkap dan menangkap cinta untuk dilepasbebaskan lagi. Karena cinta itu dibebaskan, membebaskan.

Dalam dan dengan cinta, manusia jatuh cinta, mempertemukan. Maka simpul pertemuan itu harus dilepas agar cinta itu menjadi : menjadi adanya cinta, cinta se-ada-nya. Mungkin keberhasilan sinergi hati, akal, dan nafsu menjadi energi cinta, dan ketika bereaksi dalam interaksi waktu akan berubah menjadi cahaya dalam proses hidup, yang dibahasakan (dalam keterbatasannya) sebagai “cinta”.
Cinta itu bisa menjadi begitu pelik. Maka lihatlah dengan sederhana, karena Tuhan pun sangat sedehana. Apalagi cinta-Nya.

Dalam buku antologi ini, tulisan saya berjudul : "Bersatunya Cinta, Jawaban Atas Berjuta Do’a"


All Penulis BTJC : Harlis Setyowati. Ana Monica. Nuraini latifah. Ummu Salma. Windy Asriani. Ayicha Sheila. Winarto.Sri Mulyaningsih. Mohammad Ramdhani. Amma O Chem. Dinu Chan. Dee An. Arif Zunaidi Riu Aj.Lestari. Asri Andarini. Inggang Perwangsa. Putri Hasyim. Elly Romdliyana. Haziah Ans. Kiandra Aesha. Intan Daswan. Yudith Fabiola. Prima Dwi Nanda. Erni Ratnawati. Lintang Kelana. Neny Silvana. Nur Aini Fa. Riana Sriwijayanti. Rela Putri Pamungkas. Mukti A Farid. Ila Rizky Nidiana. Ragil Kuning. Dwi Puspa Nurya. Minarni Solikhatun. Chika Rei. Nessa Kartika. Muzzamilah. Ainun Kurnia. Tsuraya Widuri
Imroatul Aziza. Dwi Aprilytanti. Leila Rizki Niwanda. Triana Dewi. Xanjeng Nura. Rurin Kurniati. Amanda Ratih Pratiwi. Dwi . Haris Firmansyah Hirawling. Sigit Dwi Wintono. Ney Lee. Fauziah Harsyah. Agnety. Molzania. Taufiqurrohman Hariri. Riana Yahya. Ade Batari. Siemalla Nenny Makmun. Iban Robani. Okti Li. Yanti Nurohmayanti. Victoria Ivy Tansil. Ihsanul Fikri. Damia B Gatimurni. Nailul Fitri

Segera order ya... Semoga ada hikmah dan manfaat yang bisa diambil setelah membacanya...
Amien ya robbal 'alamin

Mijn eerste boek...





Alhamdulillah...ini adalah buku PERTAMA-ku (meski buku ini ditulis rame-rame) yang telah terbit mulai 28 Juli 2011. Semoga akan lahir juga buku kedua, ketiga, dst. Amin...
100% dari hasil penjualan buku ini akan disumbangkan, so "Membeli buku sambil beramal" yuuuk...^^

1 juli 2011 lomba curahan hati untuk Tuhan dibuka
14 juli 2011 resmi ditutup lomba curahan hati untu Tuhan
belum sebulan...168 penulis menulis curahan hati untuk Tuhan
dan janji panitia sebelum ramadhan antologi sudah terbit, alhamdulillah

Judul : CURAHAN HATI UNTUK TUHAN
Penulis : Eric Keroncong, dkk
Tebal : x + 560 hlmn
Harga : Rp. 96.700,-
ISBN : 978-602-225-049-4

Sinopsis:

Mungkin sebagian orang takut untuk bercerita pada orang lain, takut apa yang dirahasiakan akan diketahui. Salah satu yang paling bagus, yakni mencurahkan isi hati kepada Tuhan dengan cara menuangkan curahan hatinya hanya untuk Tuhan, di mana kisah para penulis yang ingin menyampaikan isi hatinya pada Tuhan dengan cara mereka sendiri-sendiri. Ada yang mengatakan Tuhan tak adil, Tuhan tak sayang padaku, Tuhan tak cinta pada keluargaku, dan sebagainya. Lucunya ada yang bilang media Curahan Hati untuk Tuhan tepat untuk meluangkan seluruh curahan hati penulis, tak seperti mengirim paket pada jasa-jasa terkenal di Indonesia.

Untuk itu, marilah kita petik pelajaran dari Antologi Curahan Hati untuk Tuhan, kisah-kisah inspiratif penulis. Menunjukkan bahwa mereka semua cinta pada Tuhan. Walaupun, keluh kesah yang dihadapi penulis, saat bulir air mata jatuh di atas sajadah, di saat itulah penulis mencurahkannya pada Tuhan, Pemilik Isi Alam ini di bumi.

Curahan Hati untuk Tuhan... Rinduku pada Malaikat Kecilku di panti asuhan
Curahan Hati untuk Tuhan... Tercurahkan dalam hati untuk Tuhan
Curahan Hati untuk Tuhan... Maaf Tuhan, aku lancang berbicara cinta
Curahan Hati untuk Tuhan... Cangkir Cappucino untuk Tuhan
Curahan Hati untuk Tuhan... Mereguk doa di sajadah kasih

Dalam buku ini, judul tulisan saya adalah...
 
“Ya Allah, Aku Rindu Ibuku dan Aku pun Rindu Dipanggil Ibu”

 Resensi lainnya juga bisa dilihat di link berikut ini :
 


Penasaran sama isi bukunya? segera order... Semoga ada hikmah yang bisa diambil setelah membacanya...^^


Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!

Bukuku sudah terbit... Alhamdulillah

Alhamdulillah, target untuk memulai (lagi) menulis terlaksana. Setidaknya sbagai sebuah awalan...dengan mengikuti beberapa event penulisan yang saya dapat via FB. Alhamdulillah, membawa hasil yang "manis'... tulisanku dibukukan bersama tulisan beberapa penulis yang lain.

Ini dia kedua buku itu...^___^

1. buku Antologi "Curahan hati Untuk Tuhan"



2. buku Antologi "Bilakah Tuhan Jatuh Cinta"


Menjadi penulis adalah sebuah cita lama saya yang masih terpendam. Buat saya, menjadi PENULIS yang AMANAH tidaklah mudah, karena membutuhkan keTULUSan, keSUNGGUHan, keISTIQOMAHan, dan keTERBUKAan. Ketulusan untuk selalu ikhlas dalam menulis. Kesungguhan untuk selalu menuliskan sesuatu yang bermanfaat. Keistiqomahan untuk selalu konsisten dalam menulis. Keterbukaan untuk menerima masukan dan terus belajar. Semoga sesuatu yang "sedikit" ini mendapat ridlo dari Allah...

Keep spirit...Keep learning...Keep writing, insya Allah ^^

zondag 31 juli 2011

Ramadhan Mubarak...

 
 
Subhanalloh walhamdulillah wa laa ilaaha illallah ...
 
Puji syukur hanya patut dipanjatkan 
pada-Nya, yang telah menyampaikan kita di bulan Ramadhan
buah dari do'a yang telah kita panjatkan

Marhaban ya Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan
dimana Allah memberikan kita banyak pelajaran
diantaranya tentang manajemen waktu, hikmah kesyukuran, dan kedisiplinan

Bulan Ramadhan adalah bulan perenungan
Setidaknya kita bisa menjadikan Ramadhan
sebagai momentum untuk merenungi apa yang telah kita kerjakan
yang baik mari ditingkatkan
yang buruk mari ditinggalkan
sebagai persiapan menyongsong hari Perhitungan
 
Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan
Perjuangan untuk mengendalikan hawa nafsu pada diri setiap insan
melawan keinginan untuk melakukan hal-hal yang membatalkan
sebagai bentuk pelatihan yang memperkuat iman
 
Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an
dimana pada bulan inilah Qur'an pertama kali diturunkan
jadi, sebagai sebuah bentuk penghormatan
marilah interaksi kita dengan Qur'an ditingkatkan
dengan membacanya, mempelajarinya, menghafal dan mengamalkan

Bulan Ramadhan adalah bulan kerukunan
Betapa indahnya membayangkan ukhuwah islamiyah di bulan Ramadhan
berbuka bersama, pergi ke masjid bersama, sholat tarawih berjama'ah, sampai saling mengirim "hantaran"
juga saling berbagi dengan mereka yang kekurangan
semoga itu manisnya ukhuwah itu terjalin seterusnya... tidak berakhir saat Lebaran

Bulan Ramadhan adalah bulan pengabdian
Pengabdian kepada Allah adalah tujuan penciptaan setiap insan
maka dari itu...mari terus kita tingkatkan keimanan
dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas amalan yang telah Allah perintahkan
sehingga kita akan lulus dari madrasah Ramadhan dengan meraih ketaqwaan
dan kemudian bisa diistiqomahkan 

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan
saatnya taubat dari segala kesalahan
bukan hanya kepada Allah, qt berharap ampunan
tetapi juga pada sesama insan
saatnya pula untuk kita saling memaafkan
saling mengikhlaskan
sehingga diri ini terbebas dari "kotoran"
semoga Allah memberi kekuatan agar kita tidak lagi mengulang kesalahan

Ya Allah Ar Rasyiid, berikanlah kami kemudahan untuk meraih kemuliaan Ramadhan yang telah Engkau janjikan
Ya Allah Ash Shobuur, berikanlah kami kekuatan dan kesabaran dalam keimanan
Ya Allah Ya Muntaqim, terimalah segala amal ibadah kami
Ya Allah Al Ghaffar, ampunilah segala kekhilafan kami
Ya Allah Al Mujiib, kabulkanlah do'a dan pengharapan kami 

Senyampang kita masih diberi kesempatan untuk menikmati "jamuan" Allah selama Ramadhan tahun ini, mari kita nikmati dengan penuh kesyukuran, hiasi dengan amal kebajikan, sehingga 'kan kita raih kemuliaan.
 
Ramadhan Mubarak!

Leuven, 31 Juli 2011 / 30 Sya'ban 1432 H
*detik-detik menyambut kehadiran bulan yang dinantikan...Ramadhan*

maandag 25 juli 2011

Ramadhan, JANGAN hanya FOKUS pada ibadah PUASA !


Ramadhan sebentar lagi...tinggal menghitung hari...Semoga Allah sampaikan kita di bulan yang mulia ini.

Hmm, apa yang bisa kita persiapkan? Salah satu hal yang bisa dikerjakan adalah berusaha menimba ilmu seputar Ramadhan, seperti yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya mendengarkan kajian "Tarhib Ramadhan" (menyambut Ramadhan) di radiopengajian.com. Kajian kali ini diisi oleh Ust. Hilman Rosyad Syihab.

Nah, terinspirasi dari tausyiah tersebut, saya ingin kembali mengingatkan kita, khususnya diri saya sendiri...
Ramadhan karim...

Teori vs Realita Ramadhan

1. Ramadhan adalah saat untuk mempersedikit makan. Bagaimana tidak? Waktu yang tersedia untuk makan bagi orang yang berpuasa sangatlah singkat, hanya mulai beduk Maghrib (saat buka) sampai waktu subuh.
--Apalagi, saat berpuasa di musim panas, seperti yang akan saya alami. Berdasarkan jadwal puasa yang sudah saya lihat di islamicfinder, umat Islam di belgia dan sekitarnya, harus berpuasa selama 18-19 jam. Berarti waktu makan hanya 5-6 jam, itu pun dikurangi dengan alokasi ibadah yang lain (seperti sholat wajib, sholat tarawih, qiyamul lail) dan alokasi tidur malam. Jadi memang sangat singkat. --
Tetapi, realitanya adalah Ramadhan identik dengan bulan makan. Di saat bulan Ramadhan akan banyak sekali tambahan menu makanan (budget belanja ibu2 bagaimana saat Ramadhan? lebih besar atau lebih kecil dari biasanya?). Banyak juga para penjaja makanan yang menjual beraneka menu berbuka, misalnya. Memang, terkadang sebagian ibu merasa hal ini bertujuan untuk meng-istimewa-kan Ramadhan. Yah, sebenarnya ga masalah juga sih... Asal tidak berlebihan. Jika (terlalu) banyak makanan yang tersedia, maka salah satu hikmah berpuasa, -yakni untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang yang tidak punya-, akan sulit tercapai.

2. Ramadhan adalah bulan peningkatan amal ibadah. Sebagaimana kita telah sama-sama mengetaui bahwa Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh berkah, dimana Allah pun menjanjikan akan melipat-gandakan pahala.
Namun, apa realitanya? Ramadhan lebih identik dengan bulan main-main, tidak produktif, santai-santai. Yang semula tidak biasa tidur sang, jadi tidur siang, dengan alasan agar tidak terasa lapar. Kalau mungkin buat anak-anak sih bisa dimaklumi, tetapi kalau untuk orang dewasa? Bahkan sebagian orang juga merasa bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu juga ibadah. Padahal hadits tentang hal ini, kurang kuat...maksudnya tidak bisa dijadikan pedoman. Menurut saya, kalaupun hadits-nya itu shoheh, bukankah akan lebih bijak jika dipahami dengan sebaliknya. Tidurnya saja berpahala, apalagi kalau kita melakukan amal ibadah atau bekerja. Tentu pahala dan kemanfaatannya lebih besar.

Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa ternyata realita Ramadhan masih belum sesuai dengan yang sebaiknya. Hmm...mengapa bisa demikian? Ustadz Hilman menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena kita lebih fokus pada ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Oh ya? karena memperbanyak makan dan mengurangi aktivitas itu adalah bentuk perhatian untuk kondisi fisik (baca : ibadah puasa).

Emang salah ya yang demikian itu?... (lanjutkan bacanya ya...:-))

Mengapa kita sebaiknya TIDAK hanya FOKUS pada PUASA saja?

Puasa adalah ibadah yg “biasa” saja. Maksudnya, tidak harus memiliki suatu tingkat keilmuan tertentu, terkait tata cara pelaksanaannya. Cukup menahan hawa nafsu syahwat dan perut, mulai dari shubuh hingga maghrib. Pelaksanaannya pun dipermudah oleh Allah. Saat Ramadhan, setan dibelenggu. Belum lagi acara TV/ radio yang banyak menyajikan acara yang Islami, seperti siraman rohani. Masjid-masjid pun tampak semarak dengan berbagai aktivitasnya. Ya kan? Anak-anak kecil yang sudah dilatih puasa pun bisa melaksanakan puasa dengan mudah. Bandingkan saja dengan sholat, yang 5 kali sehari, banyak orang yang merasakan sulit dan berat untuk melaksanakannya, sekalipun orang dewasa.

Allah SWT berjanji akan memberikan balasan/pahala atas suatu ibadah sesuai tingkat kesulitannya. Berarti, jika puasa itu tidak terlalu susah, maka pahalanya tidak banyak kan?

So, what?

1.     Paradigma harus diubah!
2.     Pahami beberapa konsep (Fiqh Shiyam), diantaranya adalah: kita tahu bahwa kewajiban shoum di Al Qur’an (QS Al Baqarah 185), definisi shoum (shiyam/puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa (syahwat perut dan farji') mulai dari terbitnya fajar/shubuh hingga terbenamnya matahari/maghrib), apa saja yg membatalkan puasa (syahwat perut, syahwat farji’), siapa saja yang diwajibkan berpuasa (sehat, mukim, akil baligh, muslim, mampu), siapa yg diperbolehkan berbuka (org sakit, tua, pekerja kasar, ),
3.      Karena puasa adalah ibadah yg mudah, maka Fokuskan juga Ramadhan ini pada ibadah pendukungnya, meliputi: Sahur, ifthor, QL, tilawah, dzikir dan doa, ZIS, amalan malam, I’tikaf, mencari lailatul qadar.

Semoga KITA bisa meng-HIAS-i Ramadhan kali ini, dengan berbagai IBADAH yang IKHLAS, sehingga keberkahan dan keutamaannya pun akan dapat kita raih. Amin y arobbal 'alamin.

sumber gambar :  http://gratuite-carte.com/

zondag 17 juli 2011

Indahnya bersilaturrahmi...


Alhamdulillah, baru saja saya (bersama suami) pulang dari acara BBQ organized by Imsal (International Muslim Students Association of Leuven). Meski pulangnya diiringi gerimis dikit...ada rasa bahagia di dada... seneneeeng gitu. Entah dari mana asalnya....

Apa karena jalan2 (tepatnya, sbenernya bersepeda) bersama suami tercinta kah? ... tidak diragukan lagi..hoho

Apa karena abiz makan-makan enak kah? ...so pasti, alhamdulillah...lekker abiz

Apa karena abis ketemu anak-anak yang lucu-lucu dan menggemaskan kah? ...bisa jadi, apalagi setelah melihat mata "kejora" dan senyum damai anak-anak yang menentramkan hati...calon pemimpin umat masa depan...subhanlloh

Hmm, tapi rasanya ini juga BUAH dari SILATURRAHIM barusan.
Bertemu...berkenalan...ngobrol...saling tukar alamat email dan no HP.

Subhanalloh, bersilaturrahmi dengan brothers and sisters dari berbagai negara...dari Mesir, Yordania, Aljazair, Maroko, Pakistan, Palestina, Irak, Filipina, dan Indonesia. Eh, ada satu lagi, saudari2 dari negeri "tuan rumah"...Belgia.

Banyak cerita yang dibagi, termasuk satu cerita sister "Ummu Salma" menemukan "Islam" yg bikin hati diliputi syukur....karena saya sendiri ga perlu melalui peristiwa berdarah-darah...wah, agak hiperbola nih. Maksudnya, ga sampe sebegitunya, pengorbanan dan perjuangannya untuk menemukan Islam.

Semoga Allah memberikan keberkahan atas apa yg qt 'makan" (alhamdulillah...BBQ-an-nya mantapz. Apalagi dateng, tinggal makan...hehe).

Semoga Allah memberikan keberkahan atas "persaudaraan" yang telah dijalin (mg bukan pertemuan pertama dan terakhir...Kalau pun tdk berkesempatan ketemu di dunia, qt bs bertemu lagi d Jannah-Nya. amin...aga' melow nih)

Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" 
(HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan 
tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya.
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, 
hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" 
(HR. Bukhari Muslim).