Posts tonen met het label ramadhan. Alle posts tonen
Posts tonen met het label ramadhan. Alle posts tonen

dinsdag 13 augustus 2013

Pesantren Keluarga Ramadan di Belgia



Di hari pertama Ramadhan aku mendapat inbox dari Kak Andi, ketua panitia Pesantren Keluarga. Beliau memintaku membantunya untuk meng-handle Pesantren Anak, seperti tahun lalu. Konsep pesantren tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. kalau tahun lalu pesantren ini hanya diperuntukkan anak-anak, tahun ini pesertanya adalah anak-anak dan dewasa (mahasiswa/i dan orang tua). Suamiku sendiri sudah dikontak beberapa hari yang lalu untuj diminta meng-handle Pesantren untuk dewasa. Bismillah...kami pun menyanggupinya dengan suka cita, hitung2 ikut sedikit berkontribusi lah...setidaknya kontribusi ide, meski waktunya juga sudah mepeet :-)

Konsep acara anak-anak tidak banyak banyak yang berubah dari tahun lalu, tetapi karena tahun ini pesertanya cukup banyak, maka tidak semua acara dilaksanakan secara klasikal. Itu pun belajar dari pengalaman tahun lalu. Berbeda dengan anak-anak, acara dewasa semuanya dilaksanakan secara klasikal dengan 3 materi.

Nah, karena saya diamanahi membantu di pesantren anak-anak, mungkin akan saya ceritakan pesantren anak-anak saja yaa... soalnya tidak sempat mengikuti acara dewasa sesaat pun, hanya mendapat laporan dan cerita dari suami tercinta :-).

Hari Jum'at saya dan suami sampai di KBRI sekitar pukul 16.30 CET. Setelah mengintip lokasi untuk pesantren anak-anak dan tempat menginapnya, kami pun menuju Aula (yang nantinya jadi tempat sholat berjama'ah dan acara dewasa). Di sana kami berkoordinasi dengan kak Andi, dan juga beberapa rekan yang akan membantu (maklumlah..meng-handle anak-anak butuh tenaga yang cukup banyak, jadi kami buat tim kecil lah, apalagi ada acara berkelompok). Saat briefing tersebut, kami menyepakati susunan acara, konsep dan pembagian tugasnya. Eh...kami baru kali ini loh rapatnya, selama ini pembahasan acara hanya via email. Sayang juga sebetulnya, karena tentu idealnya perlu pembahasan jauh-jauh hari. Tetapi karena kesibukan dan lain hal, dihukumi dhorurot lah...hehe Sembari menunggu peserta lain yang mulai berdatangan satu per satu, kami terus berkoordinasi, memantapkan konsep acara.

Saat tiba waktu sholat ashar, kami pun sholat berjamaah di aula. Usai sholat, dilaksanakanlah acara pembukaan Pesantren Keluarga ini. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan terjemahnya oleh perwakilan peserta, kemudian dilanjut pengarahan dari ketua panitia. Dari daftar peserta yang ada, telah terdaftar sekitar 30-an peserta dewasa dan 40-an peserta anak-anak. Jumlah yang tidak sedikit... semoga acara berjalan lancar dan barokah.

Usai acara pembukaan, peserta pun dibagi menjadi dua, peserta dewasa tetap tinggal di aula dan peserta anak-anak menuju lokasi acara di aula gedung sebelah yang berdekatan dengan kamar-kamar tempat menginap anak-anak dan peserta dewasa putri.

Setelah sampai di tempat acara anak-anak, kami meminta adik-adik menyimpan tas-nya di kamar masing-masing (kami sudah menempel nama-nama penghuni di kamar masing-masing) dan hanya membawa Al Qur'an plus alat tulis. Setelah semuanya berkumpul, kami pun memulainya, waktu itu jam menunjukkan pukul 19.00 CET.

Sesi pertama dari pesantren anak ini diisi dengan belajar do'a Al Qur'an yang dibimbing langsung oleh Kak Andi. Hebatnya lagi..beberapa adik-adik ternyata langsung hafal padahal hanya setengah jam mengulang-ulangnya. Do'a yang indah..semoga Allah merahmati kita dengan Al Qur'an.



Sesi berikutnya kita belajar bacaan dan gerakan sholat yang dibimbing pak Fahmi. Yang membuat seru sesi ini, adik-adik diminta menirukan gerakan yang dicontohkan melalui gambar-gambar yang dipampang di depan. Kami pun turut membantu membetulkan gerakan adik-adik yang masih kurang tepat. Semoga setelah ini, kualitas dari sholat kita lebih baik.

Sekitar pukul 20.00 CET, sesi ketiga dilanjutkan dengan belajar membaca Al Qur'an. Di sesi ini, adik-adik dibentuk menjadi tiga kelompok berdasar usianya.
Kelompok pertama usia 6-8 tahun (dihandle Kak Andi). Di kelompok ini adik-adik dikenalkan tentang surat-surat pendek, menggambar, bercerita. Jadi... pas lah kalau yang pegang adalah Kak Andi, sang master Dongeng. Setengah mengintip, kelompok ini pake acara lari-lari dan pindah tempat...hehe, aktif bergerak!
Kelompok kedua usia 9-12 tahun. Nah kelompok ini nih saya yang handle bersama dik Inas. Kelompok ini ternyata banyak anggotanya, 18 anak. Ruamee...! Belum lagi di usia-usia segini, anak-anak agak sulit diambil perhatiannya, mereka asyik mengobrol apalagi kalau bertemu teman karibnya. Setelah mengaji bersama-sama, adik-adik saya minta mengaji satu per satu, sambil disimak dan diperbaiki. Alhamdulillah, sebagian besar sudah bisa membaca dengan baik. salut dengan mereka dan orang tuanya yang meski tinggal di Eropa, tetapi masih mau belajar Al Qur'an. Di sisi lain, ada rasa sedih yang menyelimuti hati ini kala mengetahui ada satu dua anak yang tidak bisa mengaji, bahkan ada yang tidak mengenal huruf hijaiyah satu pun, di usianya yang 10 tahun. Aku pun bertanya kepada mereka, siapa yang rutin mengaji di rumah? sebagian besar tunjuk tangan, kecuali satu dua anak yang tadi tidak mengenal huruf hijayah itu. Saat kutanya satu per satu dengan siapa mereka mengaji, sebagian besar mereka menjawab bahwa mereka mengaji dengan ibunya. Benarkah? wallohu a'lam...tapi, bagiku itu seolah harapan anak-anak bahwa mereka ingin mengaji bersama orang tuanya. Semoga harapan mulia anak-anak ini terwujud. Ada yang jawabannya lucu, dia menjawab "Saya mengajinya rutin, tapi terpaksa loh!" (hehe..namanya juga anak-anak)Pada adik-adik yang tidak bisa mengaji, saya menanyakan apakah mereka benar-benar tidak bisa mengaji atau masih mengaji IQRA? Ada yang menjawab, dulu sudah mengaji memang sampai Al Qur'an tetapi sudah lamaaa tidak mengaji lagi (deg! astaghfirullah). Ada pula yang menjawab, saya tidak pernah diajari sama mama (deg (lagi)! Astaghfirullah). Ya Allah... semoga orang tua mereka tersadar akan kewajiban orang tua dalam mendidik agama anak-anaknya dan semoga kelak nanti saat aku menjadi seorang ibu (aamiin), aku bisa menjalankan amanah Allah dengan sebaik-baiknya. Aku pun berusaha memotivasi mereka untuk rajin mengaji.
Kelompok ketiga usia lebih dari 12 tahun, dihandle oleh Mbak Ima dan beberapa adik-adik yang sudah besar. Di kelompok ini, mereka belajar tajwid dengan lebih serius dan mendalam.

Setelah satu jam kita belajar Al Qur'an, anak-anak dipersilakan berkreasi membuat kaligrafi. Hasilnya... masya Allah, keren-keren. Anak-anak memang luar biasa ketika diberikan ruang untuk berinovasi. Ada anak-anak yang menggambar hanya dengan berbekal pensil, ada pula yang memakai spidol warna-warni kumplit.

Saat jam menunjukkan pukul 21.30, anak-anak dipersilakan untuk wudlu sebagai persiapan sholat maghrib, lalu segera bersama-sama kita berjalan ke ruang bawah aula untuk menikmati takjil.

Allohu Akbar...Allohu Akbar... Alhamdulillah adzan berkumandang saat jam menunjukkan pukul 21.45. Jempol besar buat adik-adik yang sudah kuat berpuasa sekitar 18 jam, moga tambah sholeh-sholehah. Setelah menikmati takjil, kita menuju aula atas untuk sholat maghrib berjama'ah. Baru setelah itu, kita menikmati makan malam yang telah disediakan. TOP banget deh untuk tim konsumsi...nikmaat skali hidangannya, mabruk!

Saat masuk waktu Isya, kami pun bersiap untuk melaksanakan sholat Isya dan sholat tarawih berjama'ah. Nikmaaat sekali bisa berjama'ah seperti ini. Yang skali lagi membuat salut adalah adik-adik pun masih "bertahan" bahkan suka cita karena bersama-sama teman-temannya, adik-adik yang sudah kecil sebagian sudah terkapar tak berdaya...hehe.

Usai sholat tarawih, jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 lewat tengah malam. Apakah anak-anak mengantuk? Jawabannya adalah tentu tidaaak..hehe Saat adik-adik saya intip di kamarnya masing-masing, sebagian besar berkata bahwa mereka akan begadang, tidurnya ba'da shubuh saja. Hmm... ya juga sih, jam 02.30 nanti mereka memang sudah harus bangun lagi untuk makan sahur. Ya sudahlah...asal mereka tidak mengganggu teman-temannya yang lain. Saya sendiri? setelah bebersih diri dan ngobrol sebentar dengan beberapa ibu-ibu, saya tidur meski cuma sejam saja.

Tepat jam 02.30 saya terbangun, ambil air wudlu dan mengintip ruang tidur anak-anak dan mengingatkan mereka untuk segera ke aula bawah untuk makan sahur. Saya sendiri menyusul usai sholat tahajud. Ba'da shubuh, kita mendapat siraman rohani alias kultum dari salah satu sesepuh KPMI, yakni Mang Elan. Beliau mengingatkan kita semua tentang pentingnya sholat berjama'ah.

Usai shubuh, sebagian besar jama'ah langsung bersiap untuk...berlayar ke pulau kapuk. Bisa dimaklumi lah karena semalam tidurnya sangat kurang atau bahkan sebagian tidak tidur. Saya dan mbak Ima punya ide untuk tadarusan dengan para remaja putri sekaligus berdiskusi tentang masalah "wanita". Alhamdulillah.. gayung bersambut, adik-adik bersedia meski (sejujurnya) mata mereka sudah lima watt. Setelah bergiliran tilawah, kami berdiskusi tentang thaharah dan haid. Alhamdulillah diskusi berlangsung seru. Diskusi yang singkat dan bermanfaat. Setelah itu peserta dipersilakan istirahat.

Pukul 9 pagi adik-adik dibangunin dan dipersilakan bersih diri, setelah itu acara dilanjutkan dengan "nobar" alias nonton bareng. Kak Andi memutarkan beberapa film yang bisa diambil hikmahnya dan beliau juga menyampaikan tausyiahnya yang cukup menarik tentang "The 9".

Apakah The 9 itu adalah Shalat, Bersedekah, Baca Qur'an, Belajar, Berdzikir, Berdo'a, Berlomba-lomba dalam kebaikan, Berkreasi dan Berolah-raga. Semua kebaikan-kebaikan itu yang harus dibiasakan oleh seorang anak muslim.

Alhamdulillah pesantren keluarga yang cukup kilat ini diakhiri sekitar pukul 11 CET. Acara ini ditutup dengan penyerahan piagam untuk peserta dan kesan-pesan. Intinya, semua peserta dan panitia senang. See u next year, in syaa Allah. Semoga acara ini membawa keberkahan...aamiin

 ini nih foto keluarganya...ceriaaa!

zondag 11 augustus 2013

Benefit Ramadan 2013



Hari ini, Sabtu 13 Juli, bertepatan dengan hari ke-4 Ramadhan, aku akan menghadiri sebuah acara, yakni Benefit Ramadan. Di acara ini, aku tidak hanya akan mendengarkan tausyiah, berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk kaum dhuafa di Maroko, tetapi juga harus tampil untuk membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an. Lho koq bisa? ya...berawal dari telpon Khadija, salah seorang panitia acara ini 3 pekan yang lalu.

Assalamu'alaykum.
Wa'alaykumsalam warohmatulloh.
Hallo, ben je Elly?
ja, ik ben Elly. met wie ik spreek?
Ik ben Khadija, ik weet je nummer van Saida (Saida itu temen saya, ornag Maroko).
Ach..ja. Kan ik u helpen?
Ja, ik wil iets vragen.
Ok, zeg maar.
Wil je naar Al Ihsan (moskee) komen om Koran recitatie te doen?
Ja, natuurlijk. maar gewoon lezen of moet ik speciaal oden? ik heb geen mooi stem, he.
Je moet gewoon lezen. Amai, je heb toch een mooie stem. Ik weet het al. Daarom ik bel u nu.
Nee, je bent beetje overdreven. Mijn stem is gewoon. Ok, ik zal het doen. Wanneer dan?
Als 13 Juli, is de datum pas bij u?
Wacht..ik zie mijn agenda. Hmm...ja, in syaa Allah ik kan.
OK, ik zal noteren. Ik zal u laten weten als er is iets veranderd. Jazakillah, lieve oeghti. Assalamu'alaykum
Waiyyaki... wa'alaykumsalam wr wb
klik (telpon ditutup)

Sejak saat itu kami bertukar kabar via email, FB dan sms. Baru beberapa hari sebelum Ramadhan, aku mendapat email yang berisi flyer Benefit Ramadan. Berbekal informasi itu aku pun mengajak teman-teman muslimah di Leuven yang kukenal, khususnya teman Indonesia. Biar sekalian, kalau ada yang bisa hadir, bisa nemenin, setidaknya teman ngobrol. Pengalaman tahun lalu, saat aku ikut acara Vrouwendag, "terpaksa" membisu di hampir sepanjang acara.

Sayangnya, setelah aku kontak beberapa teman, semuanya berhalangan ikut. Ya sudahlah...bismillah. Niat silaturrahim kupancang kuat di dada. lagi pula sekarang ini, sudah ada beberapa orang maroko, aktivis masjid Al Ihsan, yang kukenal baik.

Hari Sabtu, 13 Juli akhirnya tiba... Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika aku masih sibuk di dapur menyiapkan masakan untuk berbuka puasa suami tercinta. Cepeeet elly! Alhamdulillah kelarr... Sekitar pukul 17.50 CET aku meluncur ke masjid Al Ihsan dengan mengendarai sepeda. Gowesss...gowesss...serr...serr... Alhamdulillah akhirnya sampai di masjid. Sayaaang...sholat berjamaah baru aja usai. It's ok, saya langsung sholat sendirian. Setelah itu saya coba kontak Khadija, dan akhirnya dia membawa saya ke ruangan acara. Saya pun dipersilakan duduk di sebelah.... (hmm...saya seperti pernah bertemu dengannya). Khadija pun mempersilakan saya duduk di sebelah wanita itu, yang diperkenalkannya sebagai salah satu pemateri. melihat mukanya yang bule, aku pun memberanikan diri berkenalan dan ngobrol dengan bahasa Belanda. Wanita itu namanya Victoria. Banyak hal yang kami obrolkan..dia seruu sekali orangnya. Dia, muslimah asli Belgia yang masuk Islam 17 tahun yang lalu. In syaa Allah ceritanya saya tuliskan di postingan berikutnya yaa... *alhamdulillah, akhirnya ada temen ngobrol...hehe*

Tak lama kemudian acara pun dimulai *meski te laat hampir sejam dari jadwal*, setelah panitia menjelaskan tujuan acara ini diselenggarakan, saya dipersilakan maju untuk tilawah. Saya baca surat Ar Rahman. Setelah itu, Victoria menyampaikan tausyiah tentang Do'a. Tausyiah yang sejuk dan merasuk di hati. Alhamdulillah mendapat pencerahan di hari yang penuh berkah ini... Setelah itu acara di-break dengan sesi pengumpulan dana. Panitia menjual berbagai jenis barang yang dijual, dimana keuntungannya akan didonasikan untuk kaum dhuafa di Maroko. Acara pun dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al Qur'an dari salah seorang muslimah. Parasnya yang cantik, semakin tampak cantik dengan bacaan Al Qur'annya yang indah. Barokallohu fiik! Setelah itu dilanjutkan dengan sesi kedua tausyiah dari Victoria. Lalu tausyiah dalam bahasa Maroko. Setelah itu acara pun ditutup, meski tetap dipersilakan untuk belanja di stand bazar.

Beberapa menit lagi adzan maghrib. Aku masih memanfaatkan waktu untuk bertukar pikiran dengan Victoria, bahkan dia sempat memberikan kartu namanya.

Allohu Akbar...Allohu Akbar *adzan maghrib berkumandang*
Kami pun menikmati sajian buka yang ada di meja bundar yang ditata manis. Tiap-tiap meja diperuntukkan untuk sekitar 6-8 orang. Di meja itu disediakan aneka minuman botol (susu, air putih, coca-cola, Jus, dan sebagainya), kue-kue manis dalam piring jumbo, dan telur rebus (plus garam dan cumin bubuk). Baru saja kubatalkan puasa dengan makan kurma dan meneguk segelas susu dingin yang dihidangkan, terdengar suara imam memimpin sholat maghrib. Kami pun berhamburan menuju ruang sholat.

Ba'da sholat maghrib kami pun langsung kembali ke ruang acara, kembali melanjutkan menikmati hidangan. Tak lama kemudian panitia mendatangi meja-meja kami sambil membawa mangkuk-mangkuk berisi sup. Ada sup ikan dan ada yang sup sayuran. Aku diambilkan sup ikan oleh Victoria, alhamdulillah....lekker. Belum habis sup di mangkuk, mereka sudah mempersilakan jika ingin nambah. Waah...buatku porsi ini sudah cukup memenuhi perut. Aku pun menolak tawarannya dengan halus.

Usai menyantap sup ikan, aku pun beranjak untuk pamit agar tidak kemalaman. Goweees...Goweees... Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat. Tak sabar aku bertemu dengan suami tercinta untuk berbagi cerita aktivitas Ramadhanku yang cukup istimewa hari ini.

Alhamdulillah, moga Allah memberi keberkahan kepada kita semua

Leuven, 13 Juli 2013 / 4 Ramadhan 1434 H

zaterdag 10 augustus 2013

Ramadan 1434 H in Belgie




Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kelima yang kujalani di perantauan. Jangan ditanya lagi tentang kerinduan kami pada tanah air. Kangeeeen… Banyak perbedaan yang kami rasakan, khususnya di bulan Ramadhan seperti ini.

Di tanah air, beberapa pekan menjelang Ramadhan semaraknya sudah terasa. Di jalanan, biasanya sudah mulai banyak baliho atau spanduk yang berisi suka cita menyambut Ramadhan atau nasehat-nasehat. Di Televisi, tiap station TV berlomba untuk menyajikan acara Ramadhan, mulai dari acara yang pyur Islami, sampai yang hanya labelnya saja yang Islami (malah banyak mudhorotnya, astaghfirulloh). Di Jawa pun, mendekati Ramadhan, ada tradisi untuk saling mengirim hantaran dengan tetangga, “megengan” namanya. Di mana isi hantaran yang paling khas adalah kue apem. Dan yang pernah kulakukan dulu juga adalah dengan menyelenggarakan (dan mengikuti) kajian-kajian Tarhib Ramadhan. Belum lagi ada beberapa TPA, TK dan SD Islam yang mengadakan pawai sambut Tamadhan. Seruu deh. Rasa gembira pun menyeruak mulai di kalangan anak-anak, remaja, dewasa, sampai kakek-nenek. Marhaban yaa Ramadhan

Di Belgia, tiada bedanya antara Ramadhan dan tidak. Tidak ada baliho, acara TV special Ramadhan, apalagi pawai sambut Ramadhan. CafĂ© atau rumah makan pun buka seperti biasa. Apalagi “warung” es yang di musim panas seperti ini ramai dikunjungi pembeli. Yang tampak sedikit berbeda adalah suasana masjid. Berdasarkan reportase dari suami tercinta, masjid “lebih penuh” disbanding hari-hari biasanya. Alhamdulillah… meski kegembiraan itu tak tampak di sudut-sudut kota, tapi yakin deh…kegembiraan itu bersemayam kuat di dalam hati setiap muslim di negeri ini.

Kali ini Ramadhan hadir di musim panas…cerah ceria dunk! Yup, benar, suhu yang “hangat” membuat kami musti pandai merancang acara agar tetap ceria hingga di waktu maghrib. Di awal shaum, kami sahur sekitar pukul 3 pagi dan baru berbuka sekitar pukul 10 malam. 19 jam puasanya! Suhu pun biasanya berkisar antara 27-35 derajat. Kuat kah? Pertanyaan itu yang biasa muncul, dan jawabannya pun relative. Intinya adalah sebesar apa azzam yang tertanam, in syaa Allah Dia pun akan memberi kemudahan. Alhamdulillah…hingga hari ini kami bisa menjalaninya dengan lancar.

Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga keceriaan ramadhan :

1.      Berbahagia dengan kehadiran Ramadhan, seperti kedatangan tamu agung yang telah lama dinanti. Hal ini pula yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
2.      Mengikuti kajian sambut Ramadhan. Alhamdulillah meski muslim adalah minoritas di sini, bersyukur sekali komunitas muslim Indonesia masih rajin dan semangat untuk menghidupkan majelis ilmu. Sebut saja, pengajian ibu-ibu Mutiara kita, keluarga muslim leuven, dan keluarga pengajian muslimin Indonesia di belgia. Menjelang Ramadhan, kami sama-sama kembali “belajar” untuk menyambut Ramadhan dengan sambutan terbaik, termasuk mengingat kembali fiqh shoum dan pernak-perniknya.
3.      Menghias rumah dengan pernak-pernik berbau Ramadhan. Ini kali pertama saya melakukannya selama tinggal di Belgia. Bukan karena apa-apa, tetapi lebih karena kemarin-kemarin tempatnya tidak memungkinkan (baca : kecil dan imuut…hehe). Alhamdulillah sejak bulan Juni kemarin kami pindah ke studio yang lebih besar dan memungkinkan untuk dihias. Sebagai pecinta anak-anak dan mantan guru TPA pun  saya mulai beraksi. Melipat, menggunting, menulis, menggantungkan tali, dan sebagainya. Tidak terlalu ramai sih…tapi, lumayan dapat menyemarakkan suasana rumah.



4.      Menghidupkan masjid. Masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam memang kurang terasa di kota tempat saya tinggal. Di sini, masjid terbatas hanya sebagai tempat ibadah saja. Namun, alhamdulillah sudah ada masjid. Banayk di daerah yang lain tidak ada masjid atau kalaupun ada musti ditempuh berkilo-kilo meter. Sepertinya Allah memang sangat sayang pada kami, Ia memudahkan jalan ini untuk kami. Koq bisa? Ya…sejak 1 Juni yang lalu kami pindah rumah. Rumah yang baru kami tempati ini lokasinya tepat di seberang masjid. Alhamdulillah, rezeki tak kemana… Semoga kami bisa lebih sering bisa sholat berjama’ah di masjid, karena jujur yaa…rasanya berbeda gituuu.
5.      Mengikuti kegiatan Ramadhan yang ada. Ada beberapa kegiatan yang rencananya saya ikuti : mulai Tadarusan online bersama ibu-ibu dan juga mahasiswi, Pengajian dan buka bersama di KBRI, pesantren keluarga di KBRI, Benefit ramadhan 2013 di masjid Al Ihsan Leuven, Tadarusan dan buka bersama keluarga muslim leuven, I’tikaf lailatul Qadar, dan serentetan target yaumiah yang ingin dipenuhi. Semoga Allah memudahkan dan memberi keberkahan.
6.      Terus berdo’a semoga bisa lulus dari madrasah Ramadhan dan meraih gelar taqwa.

aamiin

Leuven, 12 Juli 2013 / 3 Ramadhan 1434 H

dinsdag 9 juli 2013

Mengoptimalkan Ibadah pada bulan Ramadhan di Musim Panas

 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al Baqarah: 183-184).


Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kelima yang kami jalani di perantauan, tanah Belgia tepatnya. Banyak perbedaan tentunya dengan berpuasa di tanah air tercinta.

Terkait awal puasa Ramadhan tahun ini, pada awalnya komunitas muslim Indonesia di Belgia (KPMI) mengikuti keputusan Masjid Indonesia di Belanda, yakni masjid Al Hikmah. Beberapa hari yang lalu, mereka memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Selasa, 9 Juli. Waaah..istimewa skali tanggal ini. Setidaknya buat saya pribadi... ada apa yaaa? Mengingatkanku pada "perjuangan" seorang ibu yang nun jauh di sana, tapi dekat di hati :-). kangen ummiiiii...:'( Mengingat waktu itu, saat Ramadhan juga, beliau berjuang mempertaruhkan nyawanya demi sang belahan jiwa. Bersyukur sekali atas semua nikmat yang telah Ia berikan sejak saat itu hingga kini, moga tergolong jadi ahli syukur. Silakan disimak ceritanya di catatan saya yang dulu. *biar tambah penasaran*

Okee, kembali ke laptop!

Tadi malam sepulang dari masjid student (IMSAL) untuk melaksanakan sholat maghrib, suami mengabarkan kalau mendapat informasi bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 10 Juli 2013. Hal ini juga berdasarkan keputusan Islamic center Brussel (http://www.centreislamique.be/nl/node/688). nah lho? gimana nih... kita akan mengikuti keputusan yang mana? Sembari terus mencoba mencari informasi tentang awal puasa ini, kami juga mengontak pengurus dan keputusan dari KPMI. Sebenernya sih, kita tinggal memilih saja, in syaa Allah keduanya memiliki dalil. Akan tetapi, kami mencoba untuk meminta pendapat dari rekan-rekan yang lain, yang mungkin juga bisa menjadi pertimbangan. Alhamdulillah, akhirnya sekitar pukul 24 CET, menjelang waktu isya, ketua KPMI mengumumkan bahwa in syaa Allah akan berpuasa mulai hari Rabu, 10 Juli. Kali ini kompak dengan keputusan pemerintah Indonesia, keputusan Saudi Arabia, dan beberapa negara lainnya. Bismillah, kami juga akan berpuasa mulai tanggal 10 Juli, moga Allah memberkahi. Tentunya, kami juga sangat menghormati saudara-saudara kami yang mulai berpuasa hari ini, 9 Juli. Tanggal berapapun memulainya, yang jelas kami sama-sama berpuasa mulai tanggal 1 Ramadhan :-) Iyaaa kaan??

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Barangsiapa yang mendirikan sholat malam di bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni pula dosa-dosanya yang telah berlalu. Dan barangsiapa yang menghidupkan malam qadar karena iman dan mengharapkan pahala niscaya juga akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq ‘alaih)

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa. Bagaimana tidak? Allah menjanjikan banyak kemuliaan bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dengan iman. Bagi kami yang khususnya sedang tinggal di belgia (atau Eropa pada umumnya), bulan Ramadhan kali ini jatuh di musim panas. Tidak sedikit diskusi yang berkembang ada yang mempermasalahkan hal ini. Mengapa? Salah satunya adalah karena lamanya waktu dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Waktu shubuh di awal ramadhan ini adalah sekitar pukul 03.24 CET dan waktu maghrib pukul 21.55 CET. Hampir 19 jam-an lah kita berpuasa. Memang ada tantangan tersendiri dengan lamanya waktu puasa. Tapi in syaa Allah dengan niat ikhlas dan kesungguhan, Allah pun akan memudahkan.

Ada tausyiah yang cukup menarik nih dari Syeikh Sulayman van Ael. silakan dinikmati yaa...
 <https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=V6dIFhR4WgM>

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, yang juga jatuh di musim panas, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan demi kualitas puasa kita yang optimal :

1. Luruskan dan kuatkan niat hanya karena Allah

2. Pahami fiqh shiyam (rukun, syarat sah, hal-hal yang dibolehkan/dilarang, dsb...terkait puasa)

3. Awali dengan basmalah dan senang hati.
--> Bersenang hati dengan datangnya Ramadhan tidak harus dilakukan dengan pesta yang macem-macem, tapi dengan bersyukur atas kesempatan menikmati Ramadhan dan tidak merasa terbebani. Apalagi di musim panas nih? in syaa Allah kita bisa menikmatinya...

4. Usahakan sahur yang diakhirkan dan buka yang disegerakan
--> selain karena ada keberkahan dalam sahur kita, makan sahur juga perlu karena waktu puasa yang akan kita jalani cukup panjang.

5. Makan minum yang cukup dan bergizi, dan istirahat yang cukup
--> menurut sebuah kajian kesehatan yang pernah saya dengar, gizi dari makanan yang dikonsumsi selama puasa perlu diperhatikan, agar memenuhi kebutuhan tubuh. Makanan yang banyak dianjurkan adalah makanan yang kaya serat, sayur, buah, mengandung protein dan vitamin. Minum air yang cukup juga harus diperhatikan agar tidak dehidrasi. Kurangi makanan yang mengakibatkan haus, misalnya banyak mengandung garam atau gorengan.

6. Hiasi Ramadhan dengan berbagai amal ibadah yang dianjurkan, seperti sholat tarawih, tilawah dan tadabur Al Qur'an, memberi buka puasa, bersedekah, mengikuti kajian-kajian, berdzikir, i'tikaf, dan ibadah yang lainnya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

 Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun." 
(HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani)

7. Hidupkan malam dengan qiyaam.
--> Para ulama pada umumnya yang dimaksud dengan qiyamul lail di bulan Ramadhan adalah sholat tarawih. Nah mungkin bagi yang sholat Maghrib dan Isya'nya sudah di jama' taqdim*, akan timbul pertanyaan, kapankah kita bisa melaksanakan sholat tarawih? Hari Jum'at yang lalu saat suami sholat Jum'at di masjid Badr, Hasselt mendapat penjelasan bahwa sholat tarawih akan dilaksanakan berurutan setelah melaksanakan sholat maghrib dan Isya. Hal senada juga pernah saya baca di sebut forumtanya jawab ustadz (diasuh oleh Ust Abas tamam), intinya beliau menyebutkan bahwa sholat tarawih bisa dikerjakan setelah isya, meskipun pelaksanaan sholat isya'-nya dijamak taqdim.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." 
(HR. Bukhari dan Muslim)

8. Menjaga lisan, mata dan hati
--> untuk kesempurnaan ibadah puasa, hendaknya kita "mempuasakan" juga anggota tubuh kita yang lain. Karena memang itulah hakekat dari puasa yang kita jalani, tidak sekedar menahan lapar dan dahaga. Bagaimana bentuknya? Puasa lisan adalah dengan menjaga lisan kita dari apa-apa yang sia-sia atau berdosa, seperti ghibah (ngerumpi), berbohong, adu domba dan sebagainya. Kurangi juga mengeluh! Karena puasa ini juga sekaligus latihan buat kita untuk bisa menahan diri. So, misalnya, jangan mengeluh saat hawanya panas, lapar, haus, dsb. Dinikmati saja semuanya... in syaa Allah akan lebih enjoy :-). Puasa mata adalah dengan menjaga mata kita dari apa yang tidak boleh kita lihat. Puasa di musim panas adalah ujian berat untuk mata kita, karena kebanyakan orang memakai pakaian yang minim. Nah di antara solusinya adalah dengan menjaga pandangan atau meminimalisir keluar rumah, kecuali jika diperlukan sekali seperti kerja, kuliah atau belanja kebutuhan. Puasa hati adalah dengan menjaga hati kita dari hal-hal yang menimbulkan penyakit hati, seperti berprasangka buruk pada Allah atau pada sesama.

9. Perbanyak dzikir, do'a dan istighfar
-->Sesungguhnya setiap di bulan ramadhan adalah mulia, apalagi di saat kita sedang berpuasa. jadi, mestinya ketika kita harus menjalani puasa dengan waktu yang panjang, mestinya kita tidak perlu galau atau risau. karena, itu artinya kesempatan untuk dilipat-gandakannya pahala akan semakin besar.
Apalagi setiap kita pasti memiliki cita-cita dalam hidup, punya keinginan atau hajat yang ingin terwujud. Jangan egois pula dalam berdo'a, maksudnyaaa.... ingat juga saudara2 kita yang lain, khususnya yang sedang Allah uji dengan kesulitan, kesempitan, ketidaknyamanan, musibah, baik di Indonesia, di palestina, di Mesir, di Belgia, di manapun berada. Do'akan mereka juga. Mari kita manfaatkan waktu mulia ini, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:
- Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
- Sepertiga malam terkahir saat Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia."
- Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah firmankan, "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz Dzaariyat: 18)

10. Ikuti aktivitas Ramadhan di sekitar tempat tinggal
--> Salah satu cara juga akar Ramadhan kita lebih hidup adalah dengan mengikuti berbagai aktivitas ke-Islam-an yang ada. Biasanya, masjid-masjid atau sekolah atau kampung-kampung mengadakan kuliah shubuh, kajian Dhuha, kuliah senja, tadarusan, pesantren kilat, buka puasa bersama, tarawih berjama'ah, lomba-lomba Islami, dan sebagainya. Nah, ketika sekarang kami tinggal di Belgia yang total penduduk muslimnya hanya 5%, tidak ada acara-acara yang semarak seperti itu. Bahkan tidak ditemui baliho-baliho ucapan selamat berpuasa, yang biasanya memenuhi sudut-sudut jalan, apalagi rombongan penjual takjil. Sepi! Tidak ada bedanya antara Ramadhan atau bukan. Orang-orang pun tidak risih makan di jalanan, rumah makan tetap buka seperti biasa. Hanya saja, kalau diperhatikan lebih jeli...masjid-masjid tampak lebih penuh dari biasanya. dan bersyukur di Leuven, kota tempat kami tinggal, remas salah satu masjidnya, masjid Al Ihsan, cukup aktif mengadakan acara, termasuk di bulan Ramadhan. Ada 2 kegiatan yang rencananya kami ikuti (khusus muslimah) yaitu Benefit Ramadan (pengajian muslimah) dan I'tikaf lailatul Qadar. Alhamdulillah... tidak mau kalah dengan suasana semarak di Indo, saya pun berusaha menghiasi rumah dengan hiasan-hiasan sederhana dalam rangka menyambut ramadhan. Alhamdulillahnya juga, KPMI menyelenggarakan beberapa kegiatan selama Ramadhan, seperti pengajian dan buka bersama setiap hari Sabtu selama puasa (jadi pekanan, ipv pengajian bulanan biasanya) dan pesantren keluarga (liputannya ditunggu aja yaa... in syaa Allah pelaksanaannya tanggal 19-20 Juli 2013). Selain itu kita juga menyelenggarakan tadarusan online :-) Pokoknya musti kreatif di tengah keterbatasan yang ada, smg Allah meridloi.

11. Jangan lupa, sempurnakan dengan melantunkan takbir dan membayar zakat fitrah

Itulah beberapa tips mengoptmalkan Ramadhan, based on pengalaman saja. tentunya, dari kita masing-masing punya kiat tersendiri. Yuuuk ber-fastabiqul khoirot... :-) Jangan sampai semangat kita menyambut ZOMER SOLDEN / Summer sale** lebih besar dibanding dengan semangat menyambut Ramadhan Sale. Apalagi di Ramadhan Sale ini, Allah meng-obral aneka kenikmatan dunia-akhirat, mengobral habis-habisan aneka ibadah yang dilipat-gandakan pahalanya, mengobral ampunan, mengobral "free card" untuk bebas dari siksa neraka. 

Bismillah...semoga Allah memudahkan kita untuk mengoptimalkan ibadah kita di bulan ramadhan ini, semoga Ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya dan semoga Allah mengampuni dosa kita, menerima amal ibadah kita dan "meluluskan" kita dengan predikat muttaqin. Aamiin

Wallohu a'lam bish showab

Leuven, 9 Juli 2013 / 30 Sya'ban 1434 H

------------------

*) Jamak taqdim adalah menggabungkan dua sholat di awal waktu. Berdasarkan hasil keputusan ulama di Islamic center Brussel, pada bulan Mei-Juli ini diper-BOLEH-kan menjamak taqdim sholat Maghrib dan isya'. Hal ini dikarenakan sholat Isya'nya sangat larut malam.
**) Solden = "sale" dalam bahasa Belanda. Di Belgia (dan di Eropa pada umumnya), setiap tahun ada dua kali SALE yakni di bulan januari (winter sale) dan bulan Juli (summer sale).


vrijdag 24 augustus 2012

Ramadhankoe : Ini Ramadhan keempat (3)

Takziah dan Membantu Merawat Jenazah

Kematian adalah nasehat yang paling ampuh bagi kita. Nasehat agar terus memanfaatkan nikmat umur yang telah Allah berikan. Kabar duka kali ini datang dari salah satu keluarga Indonesia yang sudah tinggal bertahun-tahun di Belgia. Seorang ibu yang sudah berusia lebih dari 80 tahun, meninggal dunia di rumah sakit di Leuven. Saya baca berita duka ini dari wall FB KPMI. Tak lama kemudian, suamiku nelpon. Ternyata ia dikontak oleh pihak KBRI (mewakili keluarga yang berduka). Mereka butuh bantuan tenaga untuk merawat jenazahnya, begitu juga kelengkapannya. Selain itu juga belum ada kepastian tentang bagaimana merawat jenazahnya nanti. Insya Allah saya bersedia membantu untuk merawat jenazah, kebetulan ada sedikit ilmu dan sedikit pengalaman. Tinggal kemudian, saya kontak ibu-ibu yg lain. Alhamdulillah suami juga berhasil menghubungi masjid Al Ihsaan di leuven. Mereka akan membantu menyediakan kain kafan. Hmm...kalau seperti ini, saya jadi terbayang negeri tercinta. Seandainya kejadian ini terjadi di sana. Pasti tetangga kanan-kiri, sodara sekampung pun bergotong-royong untuk meringankan beban tanpa diminta. Belum lagi kelengkapan untuk merawat jenazah juga mudah didapatkan.

Tak lama kemudian, saya dikontak lagi bahwa kita diijinkan untuk memandikan jenazah di rumah sakit. Syukurlah kalau bisa dirawat di rumah sakit, meski agak panik karena kelengkapan belum tersedia semuanya. Nggak lama kemudian....kriiing. HPku berbunyi. O...dari salah satu ibu-ibu yang merupakan teman dekat dengan keluarga almarhum. Saya dikabari kalau ternyata jenazah tidak bisa dimandikan di rumah sakit, besok siang baru akan dibawa ke tempat khusus di Zaventem. Setelah mendapat kabar itu, saya dan suami tetap memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit untuk bertakziah dan bertemu dengan keluarga yang berduka. Di rumah sakit, setelah bertemu keluarga, kami menyempatkan diri membicarakan persiapan perawatan jenazah esok hari. Mulai dari kain kafan, kapas, kapur barus, sabun dan wewangian non alkohol, gunting, gayung, sisir, sarung tangan, kain waslap dan kain panjang. Alhamdulillah semua kelengkapan sudah terpenuhi, tinggal kita baca-baca lagi aturan dan tata cara memandikan dan mengkafani jenazahnya. Alhamdulillah pelajaran yang disampaikan oleh pak Junaidi dan Bu Mukarromah, guru Agama SMA ku masih kuingat dengan baik, apalagi sempat diminta membantu adik-adik kelas untuk ikut mengajarkan tata cara merawat jenazah dalam Islam. Meski juga jadi terbayang kembali kejadian 5 tahun yang lalu, saat saya mempraktekkan langsung ilmu yang didapat, yaitu merawat jenazah almarhumah nenek tercinta.

Keesokan harinya, tepat jam satu siang, saya dan beberapa ibu-ibu yang akan merawat jenazah sudah berada di lokasi. Sambil menunggu keluarga datang, kami membaca al Qur'an bersama. Setelah selesai, dimulai-lah prosesi memandikan dan mengkafani jenazah. Alhamdulillah sebelum prosesi diawali, Pak Umar, salah seorang ustadz kami, memberikan sedikit penjelasan terkait tata cara merawat jenazah.

Sekitar sejam waktu yang dibutuhkan oleh saya dan 4 org ibu-ibu untuk memandikan dan mengkafani jenazah. Setelah selesai dikafani, jenazah diletakkan di ruang tengah dan kemudian disholati oleh beberapa tamu yang hadir. Alhamdulillah, tertunaikan sudah kewajiban kami sebagai sesama muslim, tinggal menguburkan. Akan tetapi, jenazah ini lusa akan diterbangkan ke Indonesia dan akan dimakamkan di Tanah Kusir, jakarta.

Allohummaghfirlaha warhamha wa'afihi wa' fu 'anha
Allohumma laa tahrimna ajroha walaa taftinna ba'daha waghfirlana walaha
Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan kekuatan
Semoga kematian ini menjadi pelajaran juga buat kita semua

Membuat Kue Lebaran

Lebaran kali ini agak istimewa. Saya bersama temen-temen yang lain berencana membuat kue lebaran bersama. Asyiiiiiknyaaa.... kita akan praktek bikin kue nastar dan choco cookies. Bertempat di salah satu rumah teman, mbak Dekta, kita masak-masak bareng.. seruuu deh. Cuma, ga ada sesi icip-icip, maklum kan lagi puasa...hehe. Kalau ingin tahu resepnya, silakan lihat di  resep choco chips dan resep nastar.

Menjemput Lailatul Qadar 

Seperti yang sudah semapat saya ceritakan di awal, bahwa saya punya satu keinginan di Ramadhan ini. Saya ingin mengobati kerinduan saya untuk melaksanakan i'tikaf. Sudah empat Ramadhan, selama saya tinggal di Belgia, belum pernah saya i'tikaf bersama saat Ramadhan. Sediiih deh... Alhamdulillah, Allah mendengar do'a saya. Melalui salah seorang teman, saya mendapat informasi bahwa ada sebuah masjid di Leuven yang menyelenggarakan acara i'tikaf untuk muslimah. Meski hanya semalam, yaitu malam tanggal 27 Ramadhan, saya udah sangat bersyukur. Alhamdulillah, sesuatu bangeet!

Hari itu, setelah berbuka, sholat maghrib dan  menyiapkan bekal untuk sahur dan membawa perlengkapan seperlunya, saya dan suami menggowes sepeda menuju masjid Al Ihsaan.  Kurang dari 30 menit, kami sampai di lokasi. Saya pun langsung menuju lantai atas tempat untuk muslimah. Subhanalloh...meski jam masih menunjukkan jam 22.30, masjid sudah ramai. Parkiran mobil sudah penuh. Jama'ah sudah berkumpul untuk mendengarkan tausyiah dari seorang ulama'. Sayangnya, ceramahnya dalam bahasa Barbar, maklum ini adalah salah satu masjid orang Maroko yang ada di kota kami. Setelah itu baru, diterjemahkan dalam bahasa belanda. Alhamdulillah...jadi rada ngerti lah. Intinya, beliau mengingatkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar. Sampai-sampai mereka mengadakan i'tikaf ini dengan nama "Lailatul Qadar". Sebagian ulama memang ada yang berkeyakinan bahwa lailatul Qadar jatuh di malam ke 27, meski sebagian hadits juga menyebutkan bahwa kita dianjurkan untuk "berburu" di 10 hari terakhir.

Setelah tiba waktu sholat isya, kami sholat berjama'ah dan disambung dengan sholat tarawih. Setelah berdzikir, saya melihat bahwa jama'ah sholat muslimah yang berjumlah lebih dari seratus orang itu mulai berkemas dan menuju bagian belakang. Di bagian belakang tempat sholat ini terdapat meja-meja bundar yang dikelilingi sekitar 8 kursi. Saya yang baru pertama kalinya mengikuti acara ini pun ikut-ikutan. Saya kira mungkin mereka akan tilawah atau mengadakan diskusi-diskusi kecil di meja-meja itu. Saya pun melempar pandangan, mencari sosok yang kukenal. Akhirnya saya menemukan salah satu sosok yang kukenal, Hanifa namanya. Nu is het vrijtijd voor ons? (Apakah sekarang ini adalah waktu bebas untuk kita?) Dia menggelengkan kepala sambil tersenyum, "Nee, we gaan samen eten" Saya pun mengerutkan kening, gaan we samen eten? echt? Saya melirik jam di HP, dan menunjukkan pukul 00.00 CET. Kita berarti akan makan di tengah malam...waah, mantaaps! Bisa sukses nih program penggemukan badan...hehe. Karena belum ada tanda-tanda makanan terhidang, baru roti-roti dan minuman yang dibagikan. Saya mengambil mushaf dari tas, kemudian tilawah. Kebetulan kursi di samping kanan kiri saya juga masih kosong, orang-orang yang ada di meja saya pun tidak ada yang saya kenal dan asyik berbicara sendiri.

Sekitar sepuluh menit saya tilawah, kemudian ada ibu-ibu yang duduk di sebelah saya beserta anak lelakinya yang mungkin berusia 3 tahunan. Akhirnya, saya pun memilih "bersosialisasi". Sebenernya sih karena ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Setelah berkenalan, bermain-main dengan anak lelaki yang cakep dan sangat aktif itu, saya pun bertanya apakah makan setelah sholat tarawih seperti ini adalah kebiasaan mereka. Kemudian mereka menjawab bahwa makan tengah malam seperti ini tidaklah menjadi kebiasaan mereka, mereka hanya biasa makan sahur saja. Dan apa yang akan kita lakukan sekarang ini adalah special, karena setelah ini tidak tidur untuk beribadah. Nah, mungkin untuk isi "bensin" begitu lah. Oo... akhirnya saya mengerti. Tak lama kemudian, datanglah beberapa ibu-ibu yang membawa nampan berisi potongan daging-daging berukuran besar dan berbumbu ala maroko, juga ada potongan wortel dan kentang di situ. Daging berbumbu itu dimakan dengan roti-roti yang tadi sudah dibagikan. Alhamdulillah.... Belum tuntas makan besarnya, datang lagi sebuah nampan berisi buah semangka dan melon. Wah...lengkap nih! Sekitar pukul satu malam, acara makan pun tuntas. Setelah itu kami dipersilakan untuk mengisi waktu dengan beribadah.

Untuk mengisi waktu malam, saya berupaya menjemput malam yang lebih mulia dari seribu bulan ini dengan tilawah, sholat tahajjud, dzikir. Saya lihat, kebanyakan ibu-ibu pun melakukan yang sama. Meski ada juga beberapa orang yang asyik berbincang. Tetapi mata saya tertuju di sekelompok remaja putri yang duduk berkumpul. Apa yang mereka kerjakan? Sepertinya agar tidak merasa bosan dan mengantuk, mereka berdiskusi. Ada satu-dua orang yang memoderatori. Subhanalloh, cerdas sekali idenya. Semoga mereka diberikan keistiqomahan dan bisa menyebar kebajikan di sekitar mereka. Aamiin

Waktu berlalu begitu cepat, jam menunjukkan hampir pukul tiga. Kemudian ada pemberitahuan bahwa sholat witir akan dimulai. Saya mengambil wudlu lagi, agar lebih segar. Sholat witir kali ini kayaknya yang terindah dalam ramadhan ini. Syahduu sekali saya menikmatinya...mulai bacaan Al Qur'annya yang indah, do'a qunut yang membuat hati bergetar dan mata berkaca-kaca, dan gerakan yang tidak terlalu cepat/lambat. Masya Allah....kenikmatan yang luar biasa. Setelah salam terakhir sholat witir, tak kuasa lagi saya membendung air mata ini. Air mata campur-campur...ada rasa penyesalan atas segala dosa, ada kesyukuran atas semua nikmat yang tak terkira, atas kerinduan pada keluarga tercinta dan tanah air, juga...teringat pada almarhum Abah. Allohumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'annii...Di penghujungnya, hanya do'a-do'a lah yang tercurah untuk orang terkasih, terselip pula permohonan agar Allah mengabulkan hajat terbaik kami tahun ini juga bermohon agar diberi kesempatan bertemu ramadhan lagi dalam keadaan yang lebih baik.

Setelah itu, kami menuju meja-meja yang sudah penuh dengan makanan, untuk makan sahur. Meski saya membawa bekal nasi dan lauk, saya memilih makan sahur ala maroko...hehe. makan sahur dengan menu roti, keju, jus buah, susu, dan kue-kue manis lainnya. Semoga Allah memberi kekuatan untuk menjalankan puasa hari ini.

Setelah selesai sahur, saya bersiap untuk sholat subuh. Setelah itu, sambil menunggu "panggilan" dari suami, saya bertilawah. Alhamdulillah setelah beberapa lembar, akhirnya ada call dari suami tercinta. Okee... time to go! Saya pun berpamitan dengan beberapa ibu yang masih ada di sana. Siaaaap...ngegowes lagi! Ramadhan mubarak!

Alhamdulillahirobbil 'aalamiin... bersyukur sekali Allah telah memberi kesempatan kepadaku untuk bisa bertemu Ramadhan tahun ini, 
semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, mengampuni kekhilafan kita, mengabulkan do'a-do'a kita, memudahkan urusan kita, melapangkan dada kita, 
memberi kemampuan pada kita untuk bisa meng-istiqomah-kan ibadah yang sudah kita latih selama ramadhan, mengangkat derajat ketaqwaan kita dan 
mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah. 
Aamin Yaa Robbal 'aalamiin


Ramadhankoe : Ini Ramadhan keempat (2)

Tadarus Al Qur'an Online, Khatam Tiga kali 

Alhamdulillah di sini ada perkumpulan ibu-ibu yang mengadakan pengajian rutin setiap hari Jum'at, kebetulan saya diminta untuk mengkoordinir. Nah beberapa waktu sebelum Ramadhan, kita sempat membicarakan tentang keberlangsungan pengajian kita selama ramadhan. Eh...kemudian ada yang usul untuk dilaksanakan Tadarus Al Qur'an. Ada yang usul sepekan sekali, 2 kali per pekan sampai setiap hari Senin-Jum'at. Sungguh di luar dugaan, sebagian besar menyetujui usulan tadarusan setiap hari. bahkan kemudian, ibu-ibu yang selama ini jarang hadir pengajian pun ikut bergabung. Sungguh berkah Ramadhan, mampu menggerakkan hati orang-orang untuk melakukan amal kebajikan. Akhirnya disepakati bahwa selama Ramadhan kita akan melaksanakan tadarus Al Qur'an dari hari Senin-Jum'at, mulai jam 10-12. Nah, kemudian saya usulkan, agar tadarusannya ada nilai plus-nya, ngajinya 1,5 jam saja, kemudian stengah jam sisanya dipakai untuk membacakan terjemah/tafsir dari ayat-ayat yang dibaca. Jadi skalian mentadabburi begitu... Dan tentunya, selama ngaji, diharapkan kita juga bisa membenahi bacaan Al Qur'an kita. Saling mengingatkan begitu lah kira-kira.

Sepulang saya dari Praha dan setelah saya 'suci", saya baru bisa bergabung dengan grup tadarusan. Alhamdulillah, saya yang biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi dengan ritme/target tilawah setelah "cuti", kali ini saya tidak butuh waktu lama. melihat semangat ibu-ibu dalam membaca Al qur'an, saya jadi ketularan semangatnya. Alhamdulillah...inilah salah satu keuntungannya kalau berkumpul dengan orang-orang sholeh:-)

Dalam sekali tadarusan, biasanya yang "hadir" sekitar 4-7 orang. Kami membaca selembar-selembar secara bergiliran. Saat seseorang membaca, peserta yang lain musti menyimak untuk kemudian membetulkan jika ada bacaan yang salah. Nah, sejak saya bergabung, saya nih yang ketiban sampur alias kebagian tugas untuk mengkoreksi bacaan Al Qur'an. padahal ilmu tahsin saya masih sangat sedikit dan saya juga masih terus belajar. 'ala kulli hal, saya bersyukur, ilmu yang sedikit ini bisa membawa manfaat. Meski demikian, saya pun minta diingatkan juga kalau melakukan kesalahan saat membaca. Sungguh, saya sangat terharu dengan semangat ibu-ibu untuk menghiasi hari dengan Al Qur'an, begitu pula mereka tidak marah jika saya menyela untuk membetulkan bacaan yang kurang tepat.

Setelah membaca bergiliran, salah satu dari kami membacakan terjemah dari ayat-ayat yang kita baca. Jika ada hal-hal yang kurang jelas biasanya kami berdiskusi. Kadang-kadang kita baca juga tafsirnya. Alhamdulillah kami bisa men-download (sebagian) tafsir yang ada e-book-nya, seperti tafsir Ibnu Katsir dan Fii Dzilalil Qur'an. Ada juga ibu-ibu yang memiliki Al Qur'an yang ada keterangan asbabun nuzul/hadits yang terkait (seperti mushaf Al Burhan). Alhamdulillah, kami jadi lebih bisa memahami apa yang sudah kami baca dengan cara seperti ini.

Acara tadarusan pun diakhiri dengan pembagian bacaan mandiri, maksudnya ibu-ibu yang ingin membaca sendiri, di luar jadwal Tadarusan, bisa saling melanjutkan bacaannya. Nah kemudian batas bacaan yang paling akhir akan kita baca saat Tadarusan keesokan harinya. Biasanya ibu-ibu yang berhalangan untuk hadir online, juga ikutan tadarusan dengan membaca mandiri seperti ini. Subhanalloh, malu hati ini...melihat ibu-ibu yang kesibukannya jelas, pasti lebih sibuk dari saya, mulai mengurus rumah, mengurus anak dan ada pula yang bekerja, saling berlomba-lomba... tak heran di hari ke-11 Ramadhan kami sudah khatam untuk pertama kalinya, kemudian dilanjutkan hari ke 20 ramadhan kita khatam untuk kali yang kedua.

Setelah khatam yang kedua ini, saya mengusulkan agar agenda tadarusan kita divariasikan lagi. 1 jam tilawah bergiliran, stengah jam baca terjemah/tafsir, dan stengah jam "bedah tajwid". Kenapa saya usul ada bedah tajwid? itu berdasar pengamatan sederhana saya saja. Saat membaca juz 'amma, ternyata masih banyak yang membacanya belum sesuai tajwid. jadilah saya mengusulkan dalam satu pertemuan dibedah satu surat pendek. Alhamdulillah, gayung bersambut...dan akhirnya kita bisa "membedah" surat Al Fatihah dan beberapa surat pendek. Setidaknya untuk bekal bacaan sholat kita lah.

Dengan semangat yang semakin membara, alhamdulillah di ramadhan hari ke 28, kita bisa khatam untuk ketiga kalinya. Allohummarhamni bil Qur'an... Semoga semangat untuk terus menghiasi hari dengan Al Qur'an ini tetap bersemayam di hati kita dan terus bersemi selepas ramadhan...aamiin Ya Robbal 'aalamiin

Tadarusan dan Bukber bersama mahasiswa/i Indonesia di Leuven

Tinggal di negeri barat, bukan berarti kita mesti lebur dengan semua culture yang ada. Ambil aja yang baik-baik lah...yang tidak baik dan tidak sesuai syariat, buang deh jauh-jauh:-) Ketika kita tinggal di negeri barat, hidup sebagai kaum muslimin yang minoritas, kita ga boleh mati gaya untuk terus berupaya menjaga keimanan. dan alhamdulillah, komunitas muslim Indonesia di Leuven, kota tempat kami tinggal, pun memiliki kegiatan rutin dalam rangka untuk terus meningkatkan keimanan dan menguatkan ukhuwah, salah satunya yakni tadarusan pekanan. Selama Ramadhan pun kegiatan ini tetap berlangsung, bahkan terasa lebih semarak.

Rabu pekan pertama puasa diadakan pengajian. Muwajjihnya diimport dari Indonesia. Kereeen kan? beliau adalah ust. Dr. Abas mansur Tamam. Alhamdulillah kami mendapat siraman ruhani yang mencerahkan dari ustadz muda lulusan Al Azhar ini. Insya Allah resume tausyiah ustadz Abas akan saya sampaikan terpisah ya, biar kumplit. rabu-rabu pekan berikutnya, seperti biasa dilaksanakan tadarusan dan dilanjutkan buka bersama. Alhamdulillah kami berkesempatan menjadi tuan rumah sekali. Senang bisa menghiasi studio mungil kami dengan bacaan Al Qur'an, moga mendatangkan keberkahan bagi semuanya. Apalagi bisa menjamu orang-orang yang berpuasa, senanggg sekali. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal kebajikan. aamiin

Pengajian KPMI dan Pesantren Sehari - KPMI Kids

Tidak hanya di Leuven, di kota-kota yang lain ada juga komunitas muslim Indonesia yang memiliki kegiatan serupa, meski ada yang bersifat kegiatan bulanan, dua bulanan atau insidental. yang penting, kita tetap ada upaya dan semangat untuk meningkatkan ketaqwaan dan saling menasehati antar sesama muslim. Nah, begitu pula di Belgia, ada KPMI. Keluarga pengajian Muslimin Indonesia di Belgia. Setiap bulan sekali, umat muslim di Belgia mengadakan pengajian di Aula KBRI. Selain sarana untuk menambah pengetahuan agama, acara seperti ini juga bermanfaat untuk saling mengenal antar sesama muslim dan menguatkan ukhuwah. Dan buat saya sendiri, saya merasa merekalah keluarga saya di sini, saya jadi tidak merasa kesepian. Alhamdulillah.

Khusus di bulan ramadhan, pengajian KPMI tidak dilaksanakan bulanan, melainkan pekanan. jadi setiap hari Sabtu selama ramadhan ada pengajian dan buka puasa bersama. Alhamdulillah, meski tidak bisa hadir setiap pekan, saya bisa hadir dua kali selama Ramadhan.

Satu kegiatan bagus yang di-organize adalah Pesantren Sehari - KPMI Kids. Setahu saya, sebelum ini belum pernah ada kegiatan seperti ini. anak-anak yang berusia 6-15 tahun, dikumpulkan bersama dalam suatu kegiatan, lalu menginap bersama. Alhamdulillah, saya pun berkesempatan untuk menjadi bagian dari acara ini. Saya dihubungi oleh kak Andi, koordinator acara ini, untuk ikut membantu menjadi pengisi. Meski baru dihubungi H-1, saya yang memang pecinta anak-anak dan rindu kebersamaan bersama anak-anak (dulu saya pengajar TPA dan pengelola pengajian anak-anak...hehe), langsung meng-iya-kan. Apalagi suami juga mendukung.

Singkat cerita, hari itu, Sabtu 28 Juli, berkumpullah sekitar 20-an anak-anak dengan usia yang cukup beragam, mulai 6 th sampai 15 tahun, bahkan ada anak yg berusia 3 dan 4 th yang ikut-ikutan (karena kakak-kakaknya ikut). Pokoknya ramee deh... Anak-anak ini meskipun berpuasa, seperti punya seribu energi. Kejar-kejaran terus, teriak-teriak, kaya' ga habis energinya...hehe. Bertempat di salah satu sisi gedung KBRI, kami berkumpul bersama.

Sekitar jam 5 sore, acara pun dimulai oleh kak Andi. Acara dilanjutkan dengan belajar gerakan dan bacaan sholat, belajar do'a sehari-hari, serta belajar surat-surat pendak dan membaca sholawat. Nah di sesi yg terakhir inilah, belajar surat-surat pendek dan membaca sholawat, saya diminta untuk membantu menjadi pengajar. Wah...ternyata mengajar anak-anak butuh kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Dikke duim voor alle mama, alle juffrouw! Musti kreatif dan punya cara khusus untuk menarik perhatian anak-anak. Setelah acara belajar, kita sholat ashar berjam'ah kemudian berlanjut ke acara dongeng. kak Andi yang super kreatif itu pun mendongeng sambil menggambar di papan tulis. Kereen deh... mulutnya bercerita dan tangannya menggoreskan tinta untuk menggambar. Cerita hikmah yang disampaikan oleh Kak Andi pun jadi tambah seru. Sayangnya, ada beberapa anak yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar sehingga ia tidak mengerti jalan cerita yang disampaikan kak Andi. Setelah itu berlanjut ke menggambar kaligrafi. Masing-masing anak mengeluarkan alat tulisnya. Setelah kak Andi memberi contoh, suasana pun langsung senyap. Masing-masing anak berkonsentrasi dengan gambarnya. Tak lama kemudian, waktu adzan maghrib berkumandang. Sebagian besar anak-anak telah berpuasa seharian, 19 jam lamanya. Hebaaat kan? Saatnya berbuka...Alhamdulillah. Setelah itu, anak-anak bergabung dengan para orang tua yang sedang pengajian di Aula KBRI. Setelah ta'jil dan sholat maghrib berjama'ah, anak-anak kembali ke ruang pesantren, untuk melanjutkan kegiatan. Sayang...saya ga bisa ikut menemani anak-anak untuk menginap dan melanjutkan kegiatan. Dari kabar yang saya dapat, acara pesantren berlanjut dengan buka puasa bersama, menginap, sahur bersama, dan membuat hiasan magnet. Subhanalloh, kegiatan seru ini berakhir keesokan siang harinya. Banyak pihak yang menilai positif acara ini dan berharap acara serupa bisa dilanjutkan di kesempatan berikutnya. Semoga... kegiatan ini bisa lebih baik dan lebih bermanfaat lagi di masa mendatang.

(bersambung)

Ramadhankoe : Ini Ramadhan keempat (1)


Ramadhan ini bukanlah Ramadhan yang pertama... Sudah hampir 30 Ramadhan, kujalani sejak lahir (aku lahir di bulan Ramadhan :-)) atau Ramadhanku yang ke 4 di tanah rantau. meski demikian, aku tetap excited menyambutnya. Kenapa ya? Apalagi kalau tidak karena "bocoran" Allah tentang betapa mulianya bulan ini. Betapa besar "sale" yang sudah dijanjikan oleh-Nya.... Welkom Ramadhan 1433 H!

Di beberapa tulisan mendatang berisi tentang beberapa aktivitasku untuk menghiasi ramadhan
- Program yaumiah
- Rihlah, Buka dan Sahur bersama Saudara di Praha (21-23 Juli)
- Tadarus Al Qur'an Online, Khatam Tiga kali (setiap hari dari Senin-Jum'at)
- Tadarusan dan Bukber bersama mahasiswa/i Indonesia di Leuven (setiap hari Rabu)
- Pengajian KPMI (setiap Sabtu)
- Pesantren Anak (28 juli)
- Takziah dan Membantu merawat jenazah (7 Agt)
- Bikin kue (9 dan 13 Agt)
- Menjemput Lailatul Qadar (14 Agt)

Program yaumiah

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Setial amal kebajikan akan dilipatgandakan pahalanya. Wah... siapa yg tidak tertarik?? Apalagi saya, yg merasa amal kebajikan belum seberapa, malahan catatan amal keburukan yang mungkin sudah menggunung. Astaghfirullohal adziim...

Katanya bulan ini memang konon sangat istimewa... yg biasanya pelit jadi suka berbagi, yg biasanya jarang senyum, jadi ramah, dan yang biasa kurang tidur jadi... (isi sendiri yaah...hehe). Memang dahsyat bulan ini, sampai-sampai Allah mengikat syetan-syetan dan menutup rapat pintu neraka. So, kalau masih saja ada yang bermaksiat berarti bukan karena syetan donk... Bulan ini memang bulan yang pas untuk melatih diri untuk menahan lapar, dahaga dan nafsu. nah, saya sendiri menjadikan bulan ini untuk melatih diri untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah. Bersyukur saya tidak sendirian, ada suami, teman, sodara yang memiliki keinginan yang sama...sehingga kita mebisa saling menguatkan dan saling menyemangati.

Ibadah yaumiah seperti sholat fardhu, sholat sunnah, tilawah Al Qur'an, tadabbur Al Qur'an, hafalan, shodaqoh, sampai i'tikaf pun di-planning. Kami buat catatannya, agar bisa di-mutabaah alias dievaluasi. Semoga Allah memudahkan dan menerima...dan yang tidak kalah pentingnya, semoga tetap bisa di-istiqomah-kan selepas ramadhan...aamiin...

Satu target yaumiah yang belum terlaksana tiga Ramadhan belakangan adalah i'tikaf. Hmmm... rinduu skali dg kegiatan ini. Semoga tahun ini terlaksana... (cerita lengkapnya baca di tulisan selanjutnya ya).

Emang benar bahwa "al imaanu yaziidu wa yankus", artinya : iman itu naik dan turun. Itu dalil yang sering dijadikan alasan kalau ibadah kita naik-turun, saat terasa malas beribadah. tetapi apa iman seperti itu secara otomatis?secara tiba-tiba? ternyata tidak... iman akan naik karena amal sholeh dan akan turun karena kemaksiatan. Nah, berarti ibarat maen mobil-mobilan, kita yang pegang remote control-nya. kalau udah melakukan amal sholeh, terus dijaga...ya dijaga ibadahnya dan keikhlasannya. sebaliknya, kalau udah bermaksiat, musti cepat-cepat bertaubat dan memperbanyak amal sholeh utnuk "tambal sulam" begituu... Masalahnya, kadang kita ga sadar kalau sedang/telah bermaksiat. misal ga sengaja bergunjing, berprasangka buruk, sombong, dan sebagainya... Salah satu solusinya, ya belajar dari Umar ra, yang setiap harinya sebelum tidur, beliau bermuhasabah, bertaubat dan memaafkan orang lain. jadi, ga nunggu lebaran saling memaafkannya...hehe

Semoaga dengan bekal "tabungan" ramadhan kita, Allah mengangkat derajat kita menjadi golongan orang yang bertaqwa. taqabbalallohu minna waminkum, syiyamana wasyiyamakum, qiyamana waqiyamakum, kullu 'aam wa antum bi khoir...

Rihlah, Buka dan Sahur bersama Saudara di Praha

Puasa kali ini diawali saat kami tidak berada di rumah kedua kami (rumah kedua=Belgia). Kebetulan, sejak beberapa hari sebelum puasa, suami harus mengikuti conference di Praha. Jadi teringat saat hari pertama puasa, kami bangun kesiangan sehingga ga sempat sahur (sepertinya sih agak kecapaian setelah jalan-jalan ke karlsteijn Castle). Kasihan sekali suamiku karena hari itu hari terakhir conference dan puasanya juga panjang (sekitar 18 jam). kalau saya sih, ga masalah...karena kebetulan memang sedang tidak puasa. Alhamdulillah 'ala kulli hal, Allah memberi kekuatan padanya.

Keesokan harinya, ga pingin kecolongan lagi... saya tidak tidur terlalu larut. Berbekal makanan sisa makan malam (maklum, hotel ga menyediakan makan sahur...hehe), aku menemani suamiku makan sahur. Hari itu, kami harus check out dari hotel. Mas Ali, sepupuku yang memang tinggal di Praha, memboyong kami ke rumahnya. Wah senangnya... Senang karena bakalan buka puasa bersama sodara dan senang akan bertemu duo ponakan yang cantik-cantik dan menggemaskan. Benar sekali dugaanku! Sekitar 2 jam menjelang buka, mas Ali mengajakku menyiapkan buka. Dia mengeluarkan beberapa tas kresek besar dari kulkas...yang isinya daun kemangi dan kangkung. Fresh from the garden! Ya Allah, saya udah lama ga makan kedua jenis sayur ini... di belgia ga ada kemangi dan kangkungnya mahal:) Dengan bimbingan chef Ali, kita bikin sambel kemangi (yang akhirnya saya juga bawa sebotol gedhe ke Belgia...hehe), tumis kangkung, sayur lodeh, ikan bakar, ngegireng kerupuk. Hmm....ngecess dah sepanjang masak-memasak kali ini...hehe.

Allohu Akbar Allohu Akbar...adzan maghrib berkumandang saat jam menunjukkan jam 9 malam. Alhamdulillah... saya yang ga ikut puasa pun ikut senang melihat wajah-wajah sumringah para shooimin...hehe. Setelah berta'jil kurma dan es buah, mereka langsung sholat berjama'ah. dan kemudian dilanjutkan dengan menyantap makan besar. Sungguh menu yg sangat istimewa, berbeda dengan buka puasa kemarin yang serba seadanya. Sambil menikmati sajian luar biasa ini pun kami bercanda dan ngobrol ngalor-ngidul..... fabiayyi 'aala irobbikumaa tukadz dziban. Indahnya!

Keesokan harinya, sekitar jam 2 pagi kita sudah terbangun untuk persiapan sahur. Meski perut masih terasa kenyang karena baru beberapa jam yang lalu diisi, sekarang kami tetap harus mengisinya. 'kan melaksanakan sahur itu sunnah rasul. Apalagi hari ini kami juga berencana akan rihlah ke sumber air panas "Karlovy Vary", yang berjarak 123 km dari Praha. Musti jaga stamina dan isi "bensin" dulu sekarang... insya Allah berkah:-)

Hmmm...kebersamaan ini sepertinya harus berakhir esok hari karena kami harus kembali ke Belgia. Insya Allah akan dilanjutkan lain waktu...Subhanalloh bisa berbuka dan sahur bersama orang terkasih sangatlah menyenangkan, apalagi menunya juga sangaaat istimewa. Di sisi lain, tetep kita harus menghindari berlebih-lebihan...karena bisa jadi, di saat yang sama, saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain tidak bersahur atau berbuka. Bukannya tidak mau berbuka/sahur, tetapi mereka tidak punya makanan untuk buka ataupun sahur. Semoga kita terhindar dari berlebih-lebihan dan mubadzir.

(bersambung)

zaterdag 27 augustus 2011

Pintaku pada-Mu, Ya Ilahi Robbi...



Ya Robbi...
tak terasa jamuan istimewa-Mu kali ini akan segera kau cukupkan
tak terasa bulan-Mu yang mulia akan meninggalkan hamba
cepat sekali...

ataukah...
jangan-jangan, aku yang tak sungguh-sunguh menikmati "jamuan-Mu"
jangan-jangan, aku yang tak pandai memanfaatkan kehadirannya

Ya Robbi...
sungguh, masih banyak "target" yang ingin kupenuhi
sungguh, masih banyak do'a yang ingin kupanjatkan
sungguh, masih banyak curahan hati yang ingin kuungkapkan
sungguh, masih banyak dosa yang ingin kumohonkan ampunan
sungguh, masih ingin kunikmati RAMADHAN ini

Ya Robbi...
aku tahu bahwa rahmat-Mu tak hanya Kau berikan di bulan Ramadhan
aku tahu bahwa ampunan-Mu tak hanya kau curahkan di bulan Ramadhan
aku pun tahu bahwa surga-Mu juga tak hanya memiliki SATU pintu yang bernama Ar Rayyan

namun,
ijinkan hamba juga mengakui bahwa...
Ramadhan adalah bulan yang Engkau muliakan
Ramadhan adalah bulan istimewa bagi insan yang beriman
Ramadhan adalah madrasah bagi hamba-Mu tuk raih gelar ketaqwaan

Ya Allah,
sejujurnya...hamba malu...
hamba tahu bahwa Ramadhan bulan yang mulia, tapi hamba belum memuliakannya
hamba tahu bahwa Ramadhan bulan yang istimewa, tapi hamba belum melakukan sesuatu yang luar biasa
hamba tahu bahwa lulusan terbaik Ramadhan akan mendapat sebaik-baik gelar -Taqwa-, tapi hamba belum bersungguh-sungguh meraihnya

Ya Allah,
hamba bermohon pada-Mu...
Ya Ghoffar, Ampunilah dosa-dosa hamba
Ya Hakiim, Terimalah semua amal ibadah hamba
Ya Rohman Ya Rahim, Hidupkanlah hamba dalam iman, Islam, kesehatan, keberkahan, dan kasih sayang-Mu
Ya Jabbaar, Mudahkanlah hamba dalam mencapai hajat-hajat kebaikan hamba
Ya Hafiidz, Peliharalah diri hamba dari bermaksiat kepada-Mu dan dzolim pada sesama
Ya Baasith, Ringankanlah kaki dan tangan hamba untuk melakukan amal sholeh
Ya Rasyiid, Bimbinglah hamba dalam meneladani rasul-Mu, Muhammad SAW
Ya Rozzaq, Limpahkanlah hamba rizki yang banyak lagi barokah
Ya Robbi, Karuniakanlah kami keturunan yang sehat, sholeh, dan cerdas, yang bisa menjadi "investasi" dunia akhirat kami
Ya Hamiid, Jadikanlah kami hamba yang amanah, ikhlas, sabar dan dipenuhi syukur
Ya Naafi', Berilah kemampuan pada hamba untuk memberi manfaat dan menjadi jalan kebaikan orang lain
Ya Fattah, Berikanlah jalan keluar terbaik atas setiap permasalahan hamba
Ya Waliyyu, Lindungilah hamba dari fitnah dunia dan fitnah akhirat
Ya Salaam, Jauhkanlah hamba dari ujian atau musibah yang bisa menjauhkan hamba dari rahmat-Mu
Ya Jabbar, Selamatkanlah kami dari siksa kubur
Ya Mumiitu, Matikanlah hamba dalam iman, Islam, kebaikan dan keridloan-Mu
Ya Hasiib, Jadikanlah hamba orang yang beruntung di hari perhitungan nanti dan menjadi salah seorang hamba yang mendapat ridlo-Mu
Ya Kariim, Perkenankanlah hamba untuk kembali bertemu dengan Ramadhan yang mulia di tahun mendatang dan berilah kami kemampuan untuk menghiasinya dengan amal kebajikan yang lebih baik.
Ya Mujiib, Kabulkanlah pengharapan-pengharapan hamba, Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim...

Robbana aatinaa fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah wakinaa adzaa bannaar
Robbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayaani shoghiiro
Robbana hablanaa min azwaajina wadzurriyatina qurroti a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'afinii wa'fu'annii
Allohumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'annii

dan perkenankanlah do'a-do'a yang sama untuk suami hamba, kedua orang tua hamba -yang telah tiada dan yang masih hidup-, saudara-saudara hamba, guru-guru hamba,  teman-teman hamba, para pemimpin kami, dan seluruh kaum muslimin dimanapun berada.

dalam suasana sendu di penghujung bulan yang mulia
Leuven, 27 Agustus 2011 / 27 Ramadhan 1432 H

zondag 31 juli 2011

Ramadhan Mubarak...

 
 
Subhanalloh walhamdulillah wa laa ilaaha illallah ...
 
Puji syukur hanya patut dipanjatkan 
pada-Nya, yang telah menyampaikan kita di bulan Ramadhan
buah dari do'a yang telah kita panjatkan

Marhaban ya Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan
dimana Allah memberikan kita banyak pelajaran
diantaranya tentang manajemen waktu, hikmah kesyukuran, dan kedisiplinan

Bulan Ramadhan adalah bulan perenungan
Setidaknya kita bisa menjadikan Ramadhan
sebagai momentum untuk merenungi apa yang telah kita kerjakan
yang baik mari ditingkatkan
yang buruk mari ditinggalkan
sebagai persiapan menyongsong hari Perhitungan
 
Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan
Perjuangan untuk mengendalikan hawa nafsu pada diri setiap insan
melawan keinginan untuk melakukan hal-hal yang membatalkan
sebagai bentuk pelatihan yang memperkuat iman
 
Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an
dimana pada bulan inilah Qur'an pertama kali diturunkan
jadi, sebagai sebuah bentuk penghormatan
marilah interaksi kita dengan Qur'an ditingkatkan
dengan membacanya, mempelajarinya, menghafal dan mengamalkan

Bulan Ramadhan adalah bulan kerukunan
Betapa indahnya membayangkan ukhuwah islamiyah di bulan Ramadhan
berbuka bersama, pergi ke masjid bersama, sholat tarawih berjama'ah, sampai saling mengirim "hantaran"
juga saling berbagi dengan mereka yang kekurangan
semoga itu manisnya ukhuwah itu terjalin seterusnya... tidak berakhir saat Lebaran

Bulan Ramadhan adalah bulan pengabdian
Pengabdian kepada Allah adalah tujuan penciptaan setiap insan
maka dari itu...mari terus kita tingkatkan keimanan
dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas amalan yang telah Allah perintahkan
sehingga kita akan lulus dari madrasah Ramadhan dengan meraih ketaqwaan
dan kemudian bisa diistiqomahkan 

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan
saatnya taubat dari segala kesalahan
bukan hanya kepada Allah, qt berharap ampunan
tetapi juga pada sesama insan
saatnya pula untuk kita saling memaafkan
saling mengikhlaskan
sehingga diri ini terbebas dari "kotoran"
semoga Allah memberi kekuatan agar kita tidak lagi mengulang kesalahan

Ya Allah Ar Rasyiid, berikanlah kami kemudahan untuk meraih kemuliaan Ramadhan yang telah Engkau janjikan
Ya Allah Ash Shobuur, berikanlah kami kekuatan dan kesabaran dalam keimanan
Ya Allah Ya Muntaqim, terimalah segala amal ibadah kami
Ya Allah Al Ghaffar, ampunilah segala kekhilafan kami
Ya Allah Al Mujiib, kabulkanlah do'a dan pengharapan kami 

Senyampang kita masih diberi kesempatan untuk menikmati "jamuan" Allah selama Ramadhan tahun ini, mari kita nikmati dengan penuh kesyukuran, hiasi dengan amal kebajikan, sehingga 'kan kita raih kemuliaan.
 
Ramadhan Mubarak!

Leuven, 31 Juli 2011 / 30 Sya'ban 1432 H
*detik-detik menyambut kehadiran bulan yang dinantikan...Ramadhan*