Posts tonen met het label belgia. Alle posts tonen
Posts tonen met het label belgia. Alle posts tonen

dinsdag 13 augustus 2013

Cerita Charlotte



Dear all,

Setelah sebelumnya saya bercerita tentang Victoria, muallaf Belgia yang kutemui di acara Benefit Ramadan yang lalu, kali ini aku ingin cerita tentang Charlotte. Siapakah dia? Dimanakah aku bertemu dengannya? Apa yang ingin kuceritakan tentangnya? siip..simpan dulu pertanyaannya yaa...Aku akan menceritakannya satu per satu :-)

Charlotte adalah seorang gadis cantik kelahiran Belgia yang usianya belum genap18 tahun. Pertemuan kami memang tidak disengaja. Saat Ikram, anak dari temanku yang orang Maroko, silaturrahim ke rumahku beberapa hari yang lalu, dia mengajak temannya, Charlotte. Awalnya, nothing special dalam obrolan kami. Sampai kemudian Ikram memperkenalkan temannya ini.

Si gadis manis berkulit putih ini tampil cantik dengan hijabnya. Dengan santun ia menceritakan bahwa Ramadhan ini adalah puasanya yang pertama. Lho koq? Ya, Charlotte ini baru mengucap syahadat bulan Oktober tahun lalu. Charlotte yang memiliki nama muslim Amina ini mengaku senang dan tenang selepas memutuskan menjadi muslimah, meski belum semua keluarga besarnya menerima ke-Islam-annya. Akhirnya aku pun menodongnya untuk menceritakan perjalanannya menemukan hidayah Islam dan kondisinya saat ini.

Akhirnya mengalirlah cerita ini dari bibir oeghti Amina :-)

Charlotte mulai mengenal Islam dari teman-temannya saat ia bekerja di supermarket SPAR. Dia juga sempat terlibat dalam obrolan teman-temannya, tapi sedikit pun dia tidak tertarik, hanya respect saja. Teman-temannya ini sesekali memberikannya buku-buku tentang Islam. Ada beberapa sih yang ia baca, tapi masih saja tidak ada ketertarikan.

Seiring berjalannya waktu dia semakin sering berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya yang muslimah juga. Mereka semuanya berbuat baik padanya. Suatu ketika tanpa disadarinya dia menyebut dirinya seorang muslimah. "Ik ben moslem", ucapnya. Setelah itu, dia kaget sendiri dengan apa yang barusan dia ucapkan. Apa yang terjadi? sebagai sosok yang lahir dan tumbung di lingkungan keluarga Katolik, jelas dia baru akhir-akhir ini mengenal Islam. Keluarganya memang bukanlah keluarga yang religius. Bahkan dia bersama keluarga besarnya terakhir ke gereja di saat usianya 12 tahun. Ayahnya sendiri sudah tidak pernah lagi practice ke-Katolik-annya, kalau oma dan opanya sih masih rajin ke gereja setiap minggu.

Sejak kejadian itu, dia mulai serius untuk browsing tentang Islam, tak segan pula ia bertanya pada teman-temannya yang muslim. Alhamdulillah Allah memudahkan jalan baginya... Dia bertemu dengan muslimah-muslimah yang berhati baik dan sabar memberikan penjelasan padanya tentang apa yang ingin diketahuinya. Akhirnya, setelah berjalan sekitar setahun dia semakin mantap dan yakin akan keputusannya untuk bersyahadat.

Oktober 2012 menjadi bulan yang istimewa buatnya, dihadapan beberapa muslimah, dia mengucapkan syahadat. Ahlan wa sahlan ya oeghti! Semoga Allah menguatkan imanmu. Setelah itu, ia mulai semakin intensif mempelajari tentang Islam. Alhamdulillah keberadaan organisasi yang mewadahi para muallaf ini semakin menguatkan dirinya, dia menjadi merasa tidak sendirian. bagaimana dengan respon keluarganya? Dia masih merahasiakan ke-Islam-annya ini dari kedua orang tuanya. Kedua saudara perempuannya mengetahui, tetapi keduanya berbeda sikap. Yang pertama menerima atau tidak mempermasalahkan, tetapi yang kedua menjaga jarak darinya.

Seiring berjalannya waktu, dia merasa sudah cukup kuat (meski masih takut dan khawatir dengan respon keluarganya) dan merasa perlu untuk menyampaikan ke-Islam-annya ini pada kedua orang tuanya.**Aku jadi ingat, tgl 5 Juli yg lalu aku mendapat sms begini : Salam, als jullie dohor gaan bidden doe dan doea voor onze bekeerde zuster, ze gaat vandaag aan haar ouders laten weten dat ze bekeerd is en ze is meskina heel bang. Dan aku baru tahu, sister yg dimaksud adalah Charlotte** Dia memilih menjelang Ramadhan tahun ini untuk membuka rahasianya. Bagaimana responnya? keduanya tidak bisa menerima, meskipun mereka sebenernya juga agamanya Katolik KTP alias tidak pernah lagi ibadah ke gereja. Semoga lambat laun, nantinya mereka bisa menerima.

Sejak dia menceritakan ke-Islam-annya, hubungan keluarganya menjadi kurang harmonis. Dia tetap bersabar dan terus berdo'a. Bahkan ketika di bulan Ramadhan ini dia berpuasa, untuk kali yang pertama, kedua orang tuanya menanggapi dengan sinis bahwa dia hanya menyakiti dirinya sendiri. Saat dia memutuskan untuk berjilbab, kedua orang tuanya mengancamnya tidak akan membiayainya sekolah. jadilah dia berjilbab saat menemui adik-adiknya, saat keluar rumah tanpa kedua orang tuanya. kalau jalan bersama kedua orang tuanya atau saat sekolah, dia tidak memakai jilbabnya, meski dia merasa sedih dan tertekan. **Masya Allah, saat kutanya mengapa memutuskan berjilbab? dia menjawab, sudah hampir setahun ini dia memeluk Islam dan dia merasa sudah cukup yakin akan kewajiban seorang muslimah untuk berhijab. Aku jadi malu, aku butuh waktu belasan tahun untuk memahami kewajiban itu. Luar biasa muslimah yang satu ini...smg smakin Allah kuatkan iman Islamnya.** Dia pun meminta bantuan do'a dari kita semua agar kedua orang tuanya dilembutkan hatinya.

Saat di acara I'tikaf di malam 27 Ramadhan yang lalu di masjid Al Ihsan, dia mendatangiku. Dia ingin belajar membaca Al Qur'an. Dia memintaku membaca beberapa ayat Al Qur'an dan dia menirukan. Aku terharu saat dia menunjukkan Al Qur'annya. Juz 'Amma terjemahan yang penuh dengan label warna-warni sebagai penanda surat-surat mana yang sudah dipelajari dan mana yang sedang dipelajari. Dia cerita bahwa sudah ada beberapa surat pendek yang dia pelajari. Dia baru bisa membaca latinnya saja, belum belajar Arabnya. Sungguh...kalau boleh jujur aku terharu dengan kejujurannya dan keseriusannya untuk belajar. bahkan ia juga menunjukkan sebuah buku (kisah nabi-nabi) yang sedang ia baca. Bukan hanya dibaca, tapi dia pun sambil membuat resume-nya. Aku pun menawarkan dia belajar dengan IQRA, kebetulan aku punya file-nya. Dia pun mengangguk senang. Alhamdulillah... Ya Allah, perkuatlah Islam dengan orang-orang yang sungguh-sungguh dalam belajar dan mengamalkan syariat-Mu..aamiin

Itulah ceritaku tentang sosok Amina alias Charlotte. Semoga bisa menginspirasi kita semua, para muslimah khususnya untuk terus semangat dalam belajar Islam, dalam mengamalkan dan mendakwahkannya...
jangan pernah meremehkan kebaikan-kebaikan kecil sebagai sarana dakwah.

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita hingga akhir hayat...aamiin
ya muqollibal quluub, tsabbit quluubana 'ala diinik

zondag 11 augustus 2013

Benefit Ramadan 2013



Hari ini, Sabtu 13 Juli, bertepatan dengan hari ke-4 Ramadhan, aku akan menghadiri sebuah acara, yakni Benefit Ramadan. Di acara ini, aku tidak hanya akan mendengarkan tausyiah, berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk kaum dhuafa di Maroko, tetapi juga harus tampil untuk membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an. Lho koq bisa? ya...berawal dari telpon Khadija, salah seorang panitia acara ini 3 pekan yang lalu.

Assalamu'alaykum.
Wa'alaykumsalam warohmatulloh.
Hallo, ben je Elly?
ja, ik ben Elly. met wie ik spreek?
Ik ben Khadija, ik weet je nummer van Saida (Saida itu temen saya, ornag Maroko).
Ach..ja. Kan ik u helpen?
Ja, ik wil iets vragen.
Ok, zeg maar.
Wil je naar Al Ihsan (moskee) komen om Koran recitatie te doen?
Ja, natuurlijk. maar gewoon lezen of moet ik speciaal oden? ik heb geen mooi stem, he.
Je moet gewoon lezen. Amai, je heb toch een mooie stem. Ik weet het al. Daarom ik bel u nu.
Nee, je bent beetje overdreven. Mijn stem is gewoon. Ok, ik zal het doen. Wanneer dan?
Als 13 Juli, is de datum pas bij u?
Wacht..ik zie mijn agenda. Hmm...ja, in syaa Allah ik kan.
OK, ik zal noteren. Ik zal u laten weten als er is iets veranderd. Jazakillah, lieve oeghti. Assalamu'alaykum
Waiyyaki... wa'alaykumsalam wr wb
klik (telpon ditutup)

Sejak saat itu kami bertukar kabar via email, FB dan sms. Baru beberapa hari sebelum Ramadhan, aku mendapat email yang berisi flyer Benefit Ramadan. Berbekal informasi itu aku pun mengajak teman-teman muslimah di Leuven yang kukenal, khususnya teman Indonesia. Biar sekalian, kalau ada yang bisa hadir, bisa nemenin, setidaknya teman ngobrol. Pengalaman tahun lalu, saat aku ikut acara Vrouwendag, "terpaksa" membisu di hampir sepanjang acara.

Sayangnya, setelah aku kontak beberapa teman, semuanya berhalangan ikut. Ya sudahlah...bismillah. Niat silaturrahim kupancang kuat di dada. lagi pula sekarang ini, sudah ada beberapa orang maroko, aktivis masjid Al Ihsan, yang kukenal baik.

Hari Sabtu, 13 Juli akhirnya tiba... Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika aku masih sibuk di dapur menyiapkan masakan untuk berbuka puasa suami tercinta. Cepeeet elly! Alhamdulillah kelarr... Sekitar pukul 17.50 CET aku meluncur ke masjid Al Ihsan dengan mengendarai sepeda. Gowesss...gowesss...serr...serr... Alhamdulillah akhirnya sampai di masjid. Sayaaang...sholat berjamaah baru aja usai. It's ok, saya langsung sholat sendirian. Setelah itu saya coba kontak Khadija, dan akhirnya dia membawa saya ke ruangan acara. Saya pun dipersilakan duduk di sebelah.... (hmm...saya seperti pernah bertemu dengannya). Khadija pun mempersilakan saya duduk di sebelah wanita itu, yang diperkenalkannya sebagai salah satu pemateri. melihat mukanya yang bule, aku pun memberanikan diri berkenalan dan ngobrol dengan bahasa Belanda. Wanita itu namanya Victoria. Banyak hal yang kami obrolkan..dia seruu sekali orangnya. Dia, muslimah asli Belgia yang masuk Islam 17 tahun yang lalu. In syaa Allah ceritanya saya tuliskan di postingan berikutnya yaa... *alhamdulillah, akhirnya ada temen ngobrol...hehe*

Tak lama kemudian acara pun dimulai *meski te laat hampir sejam dari jadwal*, setelah panitia menjelaskan tujuan acara ini diselenggarakan, saya dipersilakan maju untuk tilawah. Saya baca surat Ar Rahman. Setelah itu, Victoria menyampaikan tausyiah tentang Do'a. Tausyiah yang sejuk dan merasuk di hati. Alhamdulillah mendapat pencerahan di hari yang penuh berkah ini... Setelah itu acara di-break dengan sesi pengumpulan dana. Panitia menjual berbagai jenis barang yang dijual, dimana keuntungannya akan didonasikan untuk kaum dhuafa di Maroko. Acara pun dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al Qur'an dari salah seorang muslimah. Parasnya yang cantik, semakin tampak cantik dengan bacaan Al Qur'annya yang indah. Barokallohu fiik! Setelah itu dilanjutkan dengan sesi kedua tausyiah dari Victoria. Lalu tausyiah dalam bahasa Maroko. Setelah itu acara pun ditutup, meski tetap dipersilakan untuk belanja di stand bazar.

Beberapa menit lagi adzan maghrib. Aku masih memanfaatkan waktu untuk bertukar pikiran dengan Victoria, bahkan dia sempat memberikan kartu namanya.

Allohu Akbar...Allohu Akbar *adzan maghrib berkumandang*
Kami pun menikmati sajian buka yang ada di meja bundar yang ditata manis. Tiap-tiap meja diperuntukkan untuk sekitar 6-8 orang. Di meja itu disediakan aneka minuman botol (susu, air putih, coca-cola, Jus, dan sebagainya), kue-kue manis dalam piring jumbo, dan telur rebus (plus garam dan cumin bubuk). Baru saja kubatalkan puasa dengan makan kurma dan meneguk segelas susu dingin yang dihidangkan, terdengar suara imam memimpin sholat maghrib. Kami pun berhamburan menuju ruang sholat.

Ba'da sholat maghrib kami pun langsung kembali ke ruang acara, kembali melanjutkan menikmati hidangan. Tak lama kemudian panitia mendatangi meja-meja kami sambil membawa mangkuk-mangkuk berisi sup. Ada sup ikan dan ada yang sup sayuran. Aku diambilkan sup ikan oleh Victoria, alhamdulillah....lekker. Belum habis sup di mangkuk, mereka sudah mempersilakan jika ingin nambah. Waah...buatku porsi ini sudah cukup memenuhi perut. Aku pun menolak tawarannya dengan halus.

Usai menyantap sup ikan, aku pun beranjak untuk pamit agar tidak kemalaman. Goweees...Goweees... Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat. Tak sabar aku bertemu dengan suami tercinta untuk berbagi cerita aktivitas Ramadhanku yang cukup istimewa hari ini.

Alhamdulillah, moga Allah memberi keberkahan kepada kita semua

Leuven, 13 Juli 2013 / 4 Ramadhan 1434 H

zaterdag 10 augustus 2013

Ramadan 1434 H in Belgie




Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kelima yang kujalani di perantauan. Jangan ditanya lagi tentang kerinduan kami pada tanah air. Kangeeeen… Banyak perbedaan yang kami rasakan, khususnya di bulan Ramadhan seperti ini.

Di tanah air, beberapa pekan menjelang Ramadhan semaraknya sudah terasa. Di jalanan, biasanya sudah mulai banyak baliho atau spanduk yang berisi suka cita menyambut Ramadhan atau nasehat-nasehat. Di Televisi, tiap station TV berlomba untuk menyajikan acara Ramadhan, mulai dari acara yang pyur Islami, sampai yang hanya labelnya saja yang Islami (malah banyak mudhorotnya, astaghfirulloh). Di Jawa pun, mendekati Ramadhan, ada tradisi untuk saling mengirim hantaran dengan tetangga, “megengan” namanya. Di mana isi hantaran yang paling khas adalah kue apem. Dan yang pernah kulakukan dulu juga adalah dengan menyelenggarakan (dan mengikuti) kajian-kajian Tarhib Ramadhan. Belum lagi ada beberapa TPA, TK dan SD Islam yang mengadakan pawai sambut Tamadhan. Seruu deh. Rasa gembira pun menyeruak mulai di kalangan anak-anak, remaja, dewasa, sampai kakek-nenek. Marhaban yaa Ramadhan

Di Belgia, tiada bedanya antara Ramadhan dan tidak. Tidak ada baliho, acara TV special Ramadhan, apalagi pawai sambut Ramadhan. CafĂ© atau rumah makan pun buka seperti biasa. Apalagi “warung” es yang di musim panas seperti ini ramai dikunjungi pembeli. Yang tampak sedikit berbeda adalah suasana masjid. Berdasarkan reportase dari suami tercinta, masjid “lebih penuh” disbanding hari-hari biasanya. Alhamdulillah… meski kegembiraan itu tak tampak di sudut-sudut kota, tapi yakin deh…kegembiraan itu bersemayam kuat di dalam hati setiap muslim di negeri ini.

Kali ini Ramadhan hadir di musim panas…cerah ceria dunk! Yup, benar, suhu yang “hangat” membuat kami musti pandai merancang acara agar tetap ceria hingga di waktu maghrib. Di awal shaum, kami sahur sekitar pukul 3 pagi dan baru berbuka sekitar pukul 10 malam. 19 jam puasanya! Suhu pun biasanya berkisar antara 27-35 derajat. Kuat kah? Pertanyaan itu yang biasa muncul, dan jawabannya pun relative. Intinya adalah sebesar apa azzam yang tertanam, in syaa Allah Dia pun akan memberi kemudahan. Alhamdulillah…hingga hari ini kami bisa menjalaninya dengan lancar.

Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga keceriaan ramadhan :

1.      Berbahagia dengan kehadiran Ramadhan, seperti kedatangan tamu agung yang telah lama dinanti. Hal ini pula yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
2.      Mengikuti kajian sambut Ramadhan. Alhamdulillah meski muslim adalah minoritas di sini, bersyukur sekali komunitas muslim Indonesia masih rajin dan semangat untuk menghidupkan majelis ilmu. Sebut saja, pengajian ibu-ibu Mutiara kita, keluarga muslim leuven, dan keluarga pengajian muslimin Indonesia di belgia. Menjelang Ramadhan, kami sama-sama kembali “belajar” untuk menyambut Ramadhan dengan sambutan terbaik, termasuk mengingat kembali fiqh shoum dan pernak-perniknya.
3.      Menghias rumah dengan pernak-pernik berbau Ramadhan. Ini kali pertama saya melakukannya selama tinggal di Belgia. Bukan karena apa-apa, tetapi lebih karena kemarin-kemarin tempatnya tidak memungkinkan (baca : kecil dan imuut…hehe). Alhamdulillah sejak bulan Juni kemarin kami pindah ke studio yang lebih besar dan memungkinkan untuk dihias. Sebagai pecinta anak-anak dan mantan guru TPA pun  saya mulai beraksi. Melipat, menggunting, menulis, menggantungkan tali, dan sebagainya. Tidak terlalu ramai sih…tapi, lumayan dapat menyemarakkan suasana rumah.



4.      Menghidupkan masjid. Masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam memang kurang terasa di kota tempat saya tinggal. Di sini, masjid terbatas hanya sebagai tempat ibadah saja. Namun, alhamdulillah sudah ada masjid. Banayk di daerah yang lain tidak ada masjid atau kalaupun ada musti ditempuh berkilo-kilo meter. Sepertinya Allah memang sangat sayang pada kami, Ia memudahkan jalan ini untuk kami. Koq bisa? Ya…sejak 1 Juni yang lalu kami pindah rumah. Rumah yang baru kami tempati ini lokasinya tepat di seberang masjid. Alhamdulillah, rezeki tak kemana… Semoga kami bisa lebih sering bisa sholat berjama’ah di masjid, karena jujur yaa…rasanya berbeda gituuu.
5.      Mengikuti kegiatan Ramadhan yang ada. Ada beberapa kegiatan yang rencananya saya ikuti : mulai Tadarusan online bersama ibu-ibu dan juga mahasiswi, Pengajian dan buka bersama di KBRI, pesantren keluarga di KBRI, Benefit ramadhan 2013 di masjid Al Ihsan Leuven, Tadarusan dan buka bersama keluarga muslim leuven, I’tikaf lailatul Qadar, dan serentetan target yaumiah yang ingin dipenuhi. Semoga Allah memudahkan dan memberi keberkahan.
6.      Terus berdo’a semoga bisa lulus dari madrasah Ramadhan dan meraih gelar taqwa.

aamiin

Leuven, 12 Juli 2013 / 3 Ramadhan 1434 H

maandag 7 november 2011

Drie jaar...


Alhamdulillah, ik ben al drie jaar in Belgie (saya sudah 3 tahun tinggal di Belgia) ^_^

Alhamdulillah sudah 3 tahun ini kami tinggal bersama (lagi), setelah lebih dari setahun kami menjalani suka-duka LDR (Long Distance Relationship). Sebagaimana layaknya setiap pasangan suami istri, kami juga ingin tinggal bersama dalam cinta dan meraih cita, juga saling berbagi suka dan duka dan saling meringankan beban. Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadzdziban. Nikmat dari Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan... Nikmat kesyukuran atas reunion ini pun menginspirasiku untuk mengikuti sebuah ajang lomba penulisan. Hasilnya, alhamdulillah, karyaku yang berjudul "Bersatunya Cinta, Jawaban Atas berjuta Do'a" bersama karya puluhan penulis yang lain dibukukan dalam sebuah buku antologi.

Sebuah pertanyaan besar yang menggelayut di pikiranku saat ini adalah.... Apa yang sudah saya perbuat selama 3 tahun ini?

Bagi seorang balita, 3 tahun adalah waktu yang cukup untuk bisa "merepotkan" kedua orang tuanya karena dia menjadi sangat aktif, lari kesana-kemari. Rasa ingin tahunya yang sudah cukup besar sangat menguji kesabaran kedua orang tuanya juga, begitu pula semangatnya untuk meniru orang yang ada di sekitarnya. So, sudah banyak perkembangan (secara fisik, emosional, mental, rohani, dan sosial) yang terjadi pada balita di usianya yang ke tiga.

Bagi seseorang yang sedang melanjutkan studi pasca sarjana, waktu 3 tahun itu sudah lebih dari cukup untuk bisa menghasilkan sebuah karya tesis (biasanya, hanya dibutuhkan 1-2 tahun untuk meyelesaikan program master).

Bagi seorang pegawai, waktu 3 tahun setidaknya cukup baginya untuk bisa memahami job description dan bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Bahkan, tidak jarang, di tahun yang ke tiga ini, mereka sudah naik jabatan.

Lantas, bagaimana dengan saya?  

Apa yang sudah saya perbuat selama 3 tahun ini? 
Sudahkah ada peningkatan kapabilitas diri saya? Karena Allah menciptakan setiap manusia itu dengan segenap potensi dirinya.
Sudahkah saya memberi manfaat bagi pasangan (suami), keluarga, komunitas sekitar, negara atau umat? Padahal sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain...

Astaghfirullohal adziim...rasanya belum banyak yang telah saya perbuat. Padahal adalah suatu kenikmatan yang luar biasa bagi saya, bisa tinggal bersama suami tercinta dan kebetulan berkesempatan untuk menikmati hidup di luar negeri. Bukankah itu sebuah kenikmatan yang patut disyukuri? Apalagi juga sudah "berkorban" untuk tinggal jauh dari keluarga besar beserta segala culture, kenyamanan dan makanan-makanan enaknya.
Ya Allah, ampuni hamba yang belum benar-benar mensyukuri semua ini. Padahal hamba yakin seandainya hamba lebih sungguh-sungguh mensyukurinya maka akan Kau tambahkan nikmat ini.

3 tahun bukanlah waktu yang singkat...untuk bisa belajar tentang sebuah kehidupan, untuk bisa melihat setiap kebesaran Allah, untuk bisa mendengar suka duka saudara, untuk bisa mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan, untuk bisa berprestasi yang akan membawa kemanfaatan di dunia dan di akhirat.

Saya sadar bahwa saya masih takut untuk BERMIMPI. Padahal sejak kecil pun kita sudah diajari untuk memiliki CITA-CITA, yang sayangnya seiring berjalannya waktu cita-cita itu hanya menjadi cerita lama. Alhamdulillah, Allah sudah mengingatkan...dengan cara dipertemukan dan berinteraksi dengan teman-teman yang sedang kuliah di sini. Rasanya seperti "tertampar", terbangun dari tidur yang panjang. Tidak sedikit dari mereka yang berkesempatan untuk menuntut ilmu di sini, bukan hanya "kebetulan", tapi berawal dari sebuah IMPIAN yang disempurnakan dengan IKHTIAR dan DO'A.

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” - Arai”
Andrea Hirata, Sang Pemimpi

Mendengar cerita dari orang-orang hebat yang saya temui, membuat saya semakin yakin bahwa pasti Allah juga memberi saya potensi untuk menjadi hebat. Tidak sedikit dari mereka berusia jauh lebih muda dari saya. Dan ada pula yang umurnya hampir sama dengan umur ummi, tapi semangatnya luar biasa. Tidak sedikit dari mereka pun tidak lebih lama dari saya tinggalnya di Belgia-nya...tetapi mereka sudah bisa BERKARYA dan menghasilkan/mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Meski saya bukanlah mereka, tapi saya ingin mengambil pelajaran dari mereka dan ingin menjadi seperti mereka. Semoga kehebatan itu nantinya benar-benar "bernilai" di dunia dan di akhirat...amien

Sebagai salah satu contohnya adalah keinginan saya untuk melanjutkan studi di sini. Hmm...saya merasa masih belum membuat planning yang jelas untuk persiapannya, kesungguhan pun jadi mengambang. Sehingga waktu pun berlalu begitu saja...tanpa saya bisa menariknya kembali. Astaghfirullohal adziim... Saya perlu lebih pinter lagi dalam mengelola waktu, memprioritaskan pekerjaan, dan sebagainya. Semoga "lecutan" ini bisa mengembalikan semangat saya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Untuk keinginan yang satu ini, suamiku tercinta sangat mendukung dan tidak henti-hentinya terus mengingatkan. Karena memang agar kesempatan yang ada benar-benar saya manfaatkan. *Ayo smangat Ellyyy...*

Bismillah, semoga hari ini menjadi sebuah awalan untuk saya luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, dan kuatkan dengan do'a. AWALAN (yang mungkin sudah agak terlambat) untuk IKHTIAR dalam menggapai CITA yang masih belum tertunaikan dengan sempurna (musti lebih SERIUS dan SUNGGUH-SUNGGUH lagi..). Beter laat dan nooit (lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali). Selama kesempatan itu masih ada...semangaaaat...^__^

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan" 
(QS. At Taubah 105)

Teruslah bergerak, hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu
Teruslah berlari, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu
Teruslah berjalan, hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu
Teruslah bertahan, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu
Tetaplah berjaga, hingga KELESUAN itu LESU menemanimu
(Ustadz Rahmat Abdullah)


Bismillah...
semoga Allah beri kemudahan dalam mencapai CITA-CITA yang belum tercapai
semoga Allah menerima amalan dan beri ke-istiqomah-an pada amal kebajikan yang baru sedikit, yang sudah saya kerjakan
semoga Allah berikan ampunan dan kemampuan/kekuatan untuk mengurangi dan menghilangkan banyaknya kedzoliman/keburukan yang sudah saya kerjakan
semoga Allah memberi keberkahan di setiap DETIK yang tersisa...


Leuven, 7 November 2011