Posts tonen met het label tadabbur. Alle posts tonen
Posts tonen met het label tadabbur. Alle posts tonen

donderdag 4 april 2013

Surat Al Baqarah adalah Surat Pengusir Setan ??

sumber gambar: dari sini

Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya, mengapa setan harus diusir? sebagaimana yang Allah dan Rasul-Nya telah jelaskan, bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Sebagaimana Allah berfirman "Setan adalah musuh yang nyata bagimu..." (QS Al Fathir 6). Setan pun terus berupaya "menjauhkan" manusia dari Rabb-nya, termasuk dengan mengganggu di rumah-rumah kita. namun, Allah pun telah memberikan solusi dalam mengatasi hal ini.

Dari Abu Hurairah ra sesungguhnya rasulullah SAW bersabda, 
"Jangankan kau jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. 
Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah." 
(HR Imam At Tirmidzi no 2877) 
Dalam riwayat lain, "Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah, 
rumah itu tidak akan dimasuki setan." (HR Muslim 780). 
Dari Abdullan bin Mas'ud ra, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian menggemari perbuatan tumpang kaki, sambil bernyanyi dan meninggalkan bacaan surat Al Baqarah. Karena sesungguhnya setan akan lari dari satu rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah. Dan sesungguhnya rumah-rumah yang paling sepi adalah yang kosong dari kitab Allah (bacaan Al Qur'an)" (HR Imam An Nasa'i dalam As Sunan Kubra no 10799, dengan sanad sahih).
 Dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia berkata "Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah jamuan Allah. Barangsiapa yang mampu untuk mempelajari dari jamuan-Nya, maka kerjakanlah. Sesungguhnya rumah yang paling sepi dari kebaikan, adalah rumah yang tidak ada di dalamnya sesuatu dari kitab Allah SWT. Dan sesungguhnya rumah yang tidak ada di dalamnya sesuatu bacaan Al Qur'an, seperti tempat reruntuhan rumah yang tidak ada penghuninya. 
Sedangkan setan akan keluar dari rumah yang dbacakan surat Al Baqarah di dalamnya." 
(HR Abdul Razaq dalam kitab Fadhail al Qur'an no 5998. 
Atsar ini dikatakan shahih karena perawinya terpercaya).

Dalam hadis tersebut, Nabi SAW membandingkan antara rumah dengan kuburan. Beliau memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan tempat ibadah dan tidak ber"penghuni". Agar rumah kita tidak seperi kuburan yang bisa jadi banyak setan pengganggunya, maka hendaknya kita gunakan rumah untuk ibadah. Hadis ini sekaligus menuntut kita yang belum bisa membaca Alquran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. Untuk menjadikan rumah kita sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari Anda harus mengundang orang lain. Hadits tersebut juga merupakan targib agar membaca Al Qur'an di dalam rumah, terutama surat al Baqarah. Adapun keterangan Rasulullah SAW, "Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan" artinya sepi dari szikir kepada Allah SWT dan amal baik lainnya, maka rumah itu seperti kuburan atau seperti ada yang mati di dalamnya. karena, rumah yang selalu dibacakan al Baqarah tidak akan dimasuki setan."

Dalam hadits Sahal bin Sa'ad ra, beliau menerangkan, bahwa orang yang membaca surat Al Baqarah di dalam rumahnya pada waktu malam, tidak akan dimasuki setan selama tiga malam. Dan apabila membacanya siang, setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 780).

Subhanalloh...betapa Allah sudah menurunkan Al Qur'an sebagai pedoman hidup, obat hati, bacaan, dan kemuliaannya. Bahkan juga di dalamnya terdapat surat Al Baqarah yang salah satu fadhilahnya adalah mengusir setan atau meruqyah rumah kita.

Sekali lagi, tidak ada ruginya kita mulai membiasakan diri untuk membaca Al Qur'an dan mentadabburinya secara rutin. Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya Al Qur'an serta mentadabburinya, akan disinari oleh seluruh penduduk langit sebagaimana bintang-bintang menyinari seluruh penduduk di muka bumi.
Mu'mar mendengar dari seorang laki-laki penduduk Madinah berkata, "Sesungguhnya seluruh penduduk langit akan menyinari rumah yang dibacakan di dalamnya Al Qur'an dan beribadah (shalat), sebagaimana bintang-bintang yang berada di langit menyinari seluruh penduduk bumi." (Disebutkan oleh Abdul Razaq dalam kitab Fadhail Al Qur'an no 5339)


Ada beberapa rutinitas yang selayaknya dilakukan, agar rumah kita selalu dijauhi setan yang suka mengganggu:
1. Rajin baca Alquran dan ibadah apapun di dalam rumah.
Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).
Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis:
إِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَكْتُوبَةَ
“Susungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).
Hadits diterima dari Abu Hurairah, ia berkata, "Apabila dibacakan Al Qur'an dalam satu rumah, akan meluaskan penghuninya. memperbanyak kebaikan, mendatangkan para malaikat, dan mengeluarkan setan dari rumah tersebut. Sedangkan rumah yang tidak dibacakan Al Qur'an di dalamnya, akan menyempitkan penghuninya, sedikit kebaikan, akan mengusir Malaikat dan mendatangkan setan." (HR Imam Ad Darimi dan Ibnu Abi Syaibah, dengan sanad shahih).

2. Jangan pedulikan segala bentuk gangguan.
Sikap cuek, tidak peduli, ternyata menjadi cara ampuh untuk mengusir setan. Setan sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu, kemudian tidak digubris, bisa jadi dia akan bosan untuk mengganggu Anda.
Berbeda ketika Anda merasa ada yang mengganggu, kemudian Anda cari-cari di mana tempatnya, atau bahkan Anda ajak bicara, atau Anda siram dengan garam dan semacamnya, dia akan semakin menjadi-jadi dalam menggoda Anda.
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Aku pun mengatakan, “Celakalah setan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang,
لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Janganlah kamu ucapkan ‘celakalah setan”, karena jika kamu mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi,  ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.” (HR. Ahmad 5:95 dan Abu Daud 4982 dan dishahihkan al-Albani)
Ketika Anda mendengar atau melihat ada sesuatu yang mengganggu, segera mintalah perlindungan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya.

3. Membaca doa setiap akan beraktivitas, misal :
a. ketika masuk rumah
Hal kecil yang mungkin perlu dibiasakan adalah memulai segala yang penting dengan doa atau dzikir. Salah satunya, ketika kita masuk rumah. Meskipun kelihatanya remeh, namun hasilnya luar biasa.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
Ada doa khusus ketika masuk rumah, akan tetapi doa ini dinilai dhaif oleh al-Albani. Karena itu, makna dzikir kepada Allah adalah membaca basmalah.
b. doa ketika hendak makan
Membaca basmalah ketika hendak makan, menjadi penghalang setan untuk ikut makan bersama Anda. Hadis dari Jabir di atas menegaskan hal ini,
وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، فَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Tapi apabila dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’. Dan jika dia tidak mengingat Allah ketika makan maka setan akan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
c. doa ketika tutup pintu
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:
وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
Sekali lagi, hanya dengan membaca: Bismillah..
d. doa ketika keluar rumah
Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:
كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)




Wallohu a'lam bish showab

sumber : Mushaf Al Burhan

donderdag 7 februari 2013

Tipu Daya Syaitan

sumber gambar : dari sini


Bismillah...

Dalam Al Qur'an surat Thaha ayat 120-121 dikisahkan bagaimana syaitan berhasil membujuk nabi Adam as dan hawa. Allah berfirman, "Setelah itu maka Syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya, dengan berkata: "Wahai Adam, maukah, aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan binasa ? "Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) Syurga dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah ia." Padahal di beberapa ayat sebelumnya (ayat 117) Allah telah mewanti-wanti nabi Adam, " Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka."

Subhanallloh... betapa Al qur'an memang pedoman hidup bagi umat manusia yang bisa kita jadikan sebagai pembelajaran atas segala yang terjadi, termasuk tentang tipu daya syetan. 

Manusia dilahirkan dalam keasaan suci. Demikianlah fitrahnya... namun seiring berjalannya waktu ujian datang menghadang. Tak jarang yang di luar fitrahnya itulah yang dijadikan pegangan. naudzubillah.
Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, "Sungguh Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (condong kepada kebaikan). hanya saja mereka didatangi setan-setan yang memalingkan manusia dari agama mereka, dan mengharamkan apa yang Aku halalkan." (HR Muslim)

Mengapa setan terus cari "teman"? tak lain dan tak bukan karena itulah sumpahnya di hadapan Allah, bahwa ia akan menjerumuskan manusia. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id, bahwa rasulullah bersabda, "Sungguh setan berkata, 'Demi keagungan-Mu, wahai Tuhan, aku akan selalu menggoda hamba-hamba-Mu selama nyawa mereka masih ada dalam jasad mereka.' Mendengar itu, Allah berfirman, 'Demi keagungan dan keluhuran-Ku, Aku akan mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku".

Ada sebuah pepatah yang menyebutkan, "manusia itu tempat salah dan lupa". Artinya, kita memang punya kelemahan dan dengan kelemahan itu kita berpotensi untuk berbuat salah. Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, kecuali orang yang telah di-ma'sum-kan oleh Allah, seperti Rasulullah SAW. Sebenernya wajar memang manusia itu melakukan kesalahan. Akan tetapi, di sisi lain Allah juga sudah memberikan akal dan hati, yang bisa digunakan untuk membedakan haq-bathil, yang bisa digunakan untuk merenungkan hikmah, menyadari kesalahan, dan sebaginya. Nah, jadi bukanlah orang yang baik itu yang tidak pernah bersalah (karena mustahil setiap orang tidak pernah melakukan kesalahan, kecuali yang Ia sucikan), akan tetapi mereka yang bersalah kemudian bertaubatlah yang menjadikan dirinya baik dihadapan Allah. Hal ini senada dengan
Manusia disebut insan (manusia), karena sifat nisyan (pelupanya)
Hati disebut qalb (hati), karena sifat taqallub (mudah berubah)


Sabda Rasulullah Saw, “Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR at Tirmidzi). Dari sini kita seharusnya sadar bahwa begitu Maha Pengampun-nya Allah. Allah itu sangat dekat dengan kita walaupun kita dilumuri dengan berbagai macam dosa. Kita diperintahkan untuk mendekat kepada-Nya dengan mengakui setiap dosa dan kesalahan kita, bukan dengan menjauhi-Nya dengan menambah dosa, sebagaimana ajaran Rasulullah dalam berdoa yang masyhur dengan sayyidul istighfar, yang bunyinya : “Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta” (Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari)).


Allah memerintahkan kita untuk bertaubat yang sesungguhnya. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)..." (QS At Tahrim 6). Para ulama menyebutkan bahwa ciri-ciri dari taubat nasuha adalah bersungguh-sungguh menyesali perbuatan (buruk) nya, mohon ampun kepada Allah, berjanji untuk tidak mengulanginya kembali, dan memperbanyak amal sholeh. Namun jika kesalahannya itu berkaitan dengan sesama manusia, ia juga harus menunaikan hak orang yang didzolimi atau meminta keridloannya.


Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu'adz ibn Jabal, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya, setan adalah serigala bagi manusia. Ia laksana serigala bagi seekor kambing. Ia akan mengambil kambing yang menyingkir dari teman-temannya. Maka janganlah kalian menyendiri. kalian harus tetap berjama'ah, bersama kelompok orang, dan di masjid." (Tafsir Ibnu Katsir) dari hadits tersebut, dapat diambil hikmah tentang fadhilah/keutamaan berjamaah dalam Islam. Betapa dalam Islam, Allah memberikan penilaian yang berlipat atas sebuah amalan yang dilakukan secara berjama'ah, sholat misalnya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “Shalat berjamaah mengungguli shalat sendirian  sejauh dua puluh tujuh tingkatan.” (HR Bukhari). Selain meraih keutamaan/pahala dari Allah, tentunya kebersamaan ini berarti pula pentingnya bersama-sama dalam kebaikan. Dalam konteks tipu daya setan ini, dengan berada dalam jama'ah Islam, in syaa Allah kita akan bisa saling menguatkan, saling menasehati dan saling menolong. Tak lantas ketika kita futur, kita terhempas begitu saja. karena kita masih memiliki saudara-saudara yang peduli. Buat kita yang berada jauh dari komunitas Islam, katakanlah tinggal di Belgia, hendaknya kita pandai memilih komunitas. Saya yakin dari sekian banyak orang yang ada di sini, ada komunitas-komunitas yang baik, tinggal kita mau mencari dan menjadi bagian darinya, atau tidak.

Mengapa kita perlu mencari komunitas yang "baik"? Sekali lagi adalah karena kita menyadari akan kelemahan diri kita, padahal syetan terkenal pantang menyerah dalam merayu kita. Nah ketika kita sendirian, kemudian tidak juga berupaya untuk menjaga hubungan baik dengan Allah, mulai terbiasa dengan kemaksiatan, Naudzubillahi mindzalik... kita akan dengan mudah mengikuti tipu daya setan, bahkan mungkin dengan suka rela dan berbangga diri mengikutinya.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sibrah dari Abu Al Faqih, dia menuturkan, bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya, setan menghadang anak keturunan Adam pada jalan-jalan mereka. Dia menghadang pada jalan islam dan berkata, 'Apakah engkau akan masuk Islam, lalu meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?'Rasulullah saw bersabda, "Kemudian dia mengingkari perkataan setan tersebut dan masuk Islam. Setan tersebut kembali menghadangnya pada jalan hijrah dan berkata, "Apakah engkau akan berhijrah dan meninggalkan bumi dan segala sesuatu yang ada di atasmu. Orang yang berhijrah itu laksana seekor kuda yang menempuh perjalanan yang panjang. Kemudian orang tersebut mengingkari perkataan setan tersebut dan berhijrah. Setelah itu, setan tersebut menghadang jalan jihad, yaitu jihad dengan jiwa dan harta. Setan berkata, "Engkau akan berjihad kemudian engkau akan terbunuh. Istrimu akan dinikahi (orang lain) dan hartamu akan dibagi-bagi. Rasulullah saw bersabda, "Orang tersebut mengingkari (perkataan setan tersebut) dan pergi berjihad. Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengerjakan semua itu, kemudian dia meninggal dunia, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Jika dia terbunuh, maka menjadi kewajiban bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan jika tenggelam, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan jika seekor binatang mematahkan lehernya, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga." (Tafsir Ibnu Katsir)

A'udzubillahis samii'il 'aliimi minasy syaithonirrojiim...
(aku berlindung kepada Allah yang maha Mendengar lagi maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk)
A 'udzubikalimatillahit taammaati min syarri ma kholaq...
(aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya)

wallohu a'lam bish showab

sumber : Tafsir Ibnu Katsir, al ma'tsurat, dan Mushaf Al Burhan.