Posts tonen met het label al qur'an. Alle posts tonen
Posts tonen met het label al qur'an. Alle posts tonen

donderdag 4 april 2013

Surat Al Baqarah adalah Surat Pengusir Setan ??

sumber gambar: dari sini

Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya, mengapa setan harus diusir? sebagaimana yang Allah dan Rasul-Nya telah jelaskan, bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Sebagaimana Allah berfirman "Setan adalah musuh yang nyata bagimu..." (QS Al Fathir 6). Setan pun terus berupaya "menjauhkan" manusia dari Rabb-nya, termasuk dengan mengganggu di rumah-rumah kita. namun, Allah pun telah memberikan solusi dalam mengatasi hal ini.

Dari Abu Hurairah ra sesungguhnya rasulullah SAW bersabda, 
"Jangankan kau jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. 
Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah." 
(HR Imam At Tirmidzi no 2877) 
Dalam riwayat lain, "Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah, 
rumah itu tidak akan dimasuki setan." (HR Muslim 780). 
Dari Abdullan bin Mas'ud ra, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian menggemari perbuatan tumpang kaki, sambil bernyanyi dan meninggalkan bacaan surat Al Baqarah. Karena sesungguhnya setan akan lari dari satu rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah. Dan sesungguhnya rumah-rumah yang paling sepi adalah yang kosong dari kitab Allah (bacaan Al Qur'an)" (HR Imam An Nasa'i dalam As Sunan Kubra no 10799, dengan sanad sahih).
 Dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia berkata "Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah jamuan Allah. Barangsiapa yang mampu untuk mempelajari dari jamuan-Nya, maka kerjakanlah. Sesungguhnya rumah yang paling sepi dari kebaikan, adalah rumah yang tidak ada di dalamnya sesuatu dari kitab Allah SWT. Dan sesungguhnya rumah yang tidak ada di dalamnya sesuatu bacaan Al Qur'an, seperti tempat reruntuhan rumah yang tidak ada penghuninya. 
Sedangkan setan akan keluar dari rumah yang dbacakan surat Al Baqarah di dalamnya." 
(HR Abdul Razaq dalam kitab Fadhail al Qur'an no 5998. 
Atsar ini dikatakan shahih karena perawinya terpercaya).

Dalam hadis tersebut, Nabi SAW membandingkan antara rumah dengan kuburan. Beliau memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan tempat ibadah dan tidak ber"penghuni". Agar rumah kita tidak seperi kuburan yang bisa jadi banyak setan pengganggunya, maka hendaknya kita gunakan rumah untuk ibadah. Hadis ini sekaligus menuntut kita yang belum bisa membaca Alquran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. Untuk menjadikan rumah kita sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari Anda harus mengundang orang lain. Hadits tersebut juga merupakan targib agar membaca Al Qur'an di dalam rumah, terutama surat al Baqarah. Adapun keterangan Rasulullah SAW, "Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan" artinya sepi dari szikir kepada Allah SWT dan amal baik lainnya, maka rumah itu seperti kuburan atau seperti ada yang mati di dalamnya. karena, rumah yang selalu dibacakan al Baqarah tidak akan dimasuki setan."

Dalam hadits Sahal bin Sa'ad ra, beliau menerangkan, bahwa orang yang membaca surat Al Baqarah di dalam rumahnya pada waktu malam, tidak akan dimasuki setan selama tiga malam. Dan apabila membacanya siang, setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 780).

Subhanalloh...betapa Allah sudah menurunkan Al Qur'an sebagai pedoman hidup, obat hati, bacaan, dan kemuliaannya. Bahkan juga di dalamnya terdapat surat Al Baqarah yang salah satu fadhilahnya adalah mengusir setan atau meruqyah rumah kita.

Sekali lagi, tidak ada ruginya kita mulai membiasakan diri untuk membaca Al Qur'an dan mentadabburinya secara rutin. Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya Al Qur'an serta mentadabburinya, akan disinari oleh seluruh penduduk langit sebagaimana bintang-bintang menyinari seluruh penduduk di muka bumi.
Mu'mar mendengar dari seorang laki-laki penduduk Madinah berkata, "Sesungguhnya seluruh penduduk langit akan menyinari rumah yang dibacakan di dalamnya Al Qur'an dan beribadah (shalat), sebagaimana bintang-bintang yang berada di langit menyinari seluruh penduduk bumi." (Disebutkan oleh Abdul Razaq dalam kitab Fadhail Al Qur'an no 5339)


Ada beberapa rutinitas yang selayaknya dilakukan, agar rumah kita selalu dijauhi setan yang suka mengganggu:
1. Rajin baca Alquran dan ibadah apapun di dalam rumah.
Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).
Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis:
إِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَكْتُوبَةَ
“Susungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).
Hadits diterima dari Abu Hurairah, ia berkata, "Apabila dibacakan Al Qur'an dalam satu rumah, akan meluaskan penghuninya. memperbanyak kebaikan, mendatangkan para malaikat, dan mengeluarkan setan dari rumah tersebut. Sedangkan rumah yang tidak dibacakan Al Qur'an di dalamnya, akan menyempitkan penghuninya, sedikit kebaikan, akan mengusir Malaikat dan mendatangkan setan." (HR Imam Ad Darimi dan Ibnu Abi Syaibah, dengan sanad shahih).

2. Jangan pedulikan segala bentuk gangguan.
Sikap cuek, tidak peduli, ternyata menjadi cara ampuh untuk mengusir setan. Setan sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu, kemudian tidak digubris, bisa jadi dia akan bosan untuk mengganggu Anda.
Berbeda ketika Anda merasa ada yang mengganggu, kemudian Anda cari-cari di mana tempatnya, atau bahkan Anda ajak bicara, atau Anda siram dengan garam dan semacamnya, dia akan semakin menjadi-jadi dalam menggoda Anda.
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Aku pun mengatakan, “Celakalah setan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang,
لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Janganlah kamu ucapkan ‘celakalah setan”, karena jika kamu mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi,  ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.” (HR. Ahmad 5:95 dan Abu Daud 4982 dan dishahihkan al-Albani)
Ketika Anda mendengar atau melihat ada sesuatu yang mengganggu, segera mintalah perlindungan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya.

3. Membaca doa setiap akan beraktivitas, misal :
a. ketika masuk rumah
Hal kecil yang mungkin perlu dibiasakan adalah memulai segala yang penting dengan doa atau dzikir. Salah satunya, ketika kita masuk rumah. Meskipun kelihatanya remeh, namun hasilnya luar biasa.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
Ada doa khusus ketika masuk rumah, akan tetapi doa ini dinilai dhaif oleh al-Albani. Karena itu, makna dzikir kepada Allah adalah membaca basmalah.
b. doa ketika hendak makan
Membaca basmalah ketika hendak makan, menjadi penghalang setan untuk ikut makan bersama Anda. Hadis dari Jabir di atas menegaskan hal ini,
وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، فَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Tapi apabila dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’. Dan jika dia tidak mengingat Allah ketika makan maka setan akan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
c. doa ketika tutup pintu
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:
وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
Sekali lagi, hanya dengan membaca: Bismillah..
d. doa ketika keluar rumah
Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:
كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)




Wallohu a'lam bish showab

sumber : Mushaf Al Burhan

donderdag 21 maart 2013

Mendidik Anak Berjiwa Al Qur'an

Subhanallohu Allohu Akbar...


Kesan pertama saya setelah melihat tayangan ini adalah LUAR BIASA! Tamparan keras buat saya, yang masih tertatih-tatih untuk mengistiqomahkan diri dalam menghafal Al Qur'an. Malu, kagum, salut berbalut takbir. Maha besar Allah. betapa tidak? Ketiga kakak beradik yang masih berusia belia ini, Tabarak (9 th), Yazeed (7 th) dan Zeenah (5 th), telah mulai menghafal Al Qur'an saat berusia 3 th-an. Kini ketiganya telah menjadi huffadzul Qur'an 30 juz. Semoga kelak saya dianugerahi putra-putri yang penghafal dan pengamal Al Qur'an..aamiin

 Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)


Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana orang tuanya mengajarkannya? mengingat usia balita itu seorang anak sedikit banyak tergantung dengan apa yang dilakukan atau diberikan oleh kedua orang tuanya.

"Tiap bayi itu dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islam). 
Ayah dan ibunyalah yang kelak menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari)

Apa yang dilakukan Dr Kamil Laboudi, ayah dari ketiga huffadz termuda di dunia ini? berikut sekilas dari apa yang saya dengar dari tausyiahnya :
- memperdengarkan ayat-ayat Al Qur'an berulang-ulang
- disiplin waktu
- menghafal dari yang paling mudah
- mendo'akan di saat-saat mustajabah
- memohon pertolongan pada Allah


Yazeed pun ikut berbagi cerita bagaimana ia mulai menghafal Al Qur'an...silakan disimak di video ini...


Subhanalloh...semoga Allah senantiasa memuliakan mereka semua. *sambil termewek-mewek karena terharu sekali ketika Yazeed sangat khusyu membaca do'a, bukan do'a untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudara muslim yang lainnya, termasuk kita :'(*

Wallohu a'lam bish showab

maandag 25 februari 2013

Jangan Berlebihan...


sumber : dari sini


Kehidupan manusia bak roda yang berputar. Ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah. Ada kalanya bersedih dan ada kalanya bergembira. Ada kalanya sukses dan ada kalanya gagal. Semuanya berpasangan..begitulah sunnatullohnya. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, kita harus bersyukur. Mengapa? Karena Dia tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Dia tidak membiarkan kita meraba-raba dalam kegelapan. Dia tidak membiarkan kita terlena dalam keindahan indera. Yaa... Allah memberikan kita pegangan, yakni Al Qur'an.


Di saat kita di puncak kesuksesan,
Tanpa disadari, kadang kita merasa paling hebat. Merasa paling bisa, tak butuh bantuan siapapun.
Saat lulus ujian, kita merasa karena kita pandai.
Saat diberi penghargaan, kita merasa hebat karena prestasi dan kerja keras kita sendiri.
Saat panen raya kita sukses, kita merasa telah berhasil "menaklukan" alam yang kini mulai tak bersahabat.
Bahkan saat ada orang yang "sadar" setelah kita nasehati, kita merasa bahwa iman kita cukup tinggi dan ilmu kita cukup dalam, serta kita telah mampu "merubah".
naudzubillahi min dzalik...

Renungkanlah firman Allah...
 Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

 Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

Di saat kita terpuruk,
Tanpa disadari, kadang kita merasa paling hina. Merasa berputus asa dari rahmat-Nya.
Saat gagal ujian, kita merasa karena kita bodoh.
Saat diberi kritikan tajam, hidup kita terasa sudah kiamat. Habis!.
Saat diberikan ujian/musibah, kita sibuk menyalahkan pihak lain dan merasa diperlakukan tidak adil oleh Allah.
naudzubillahi min dzalik...

Renungkanlah firman Allah... Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

 Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

Ya...kita harus membuka mata, telinga dan hati kita
Bahwa ada Dzat yang Maha Besar
Bahwa ada Dzat yang Maha Mengabulkan Do'a
Bahwa ada Dzat yang Maha Mengetahui segalanya, yang nyata dan yang ghaib
ada Dzat yang Maha Baik
Dia-lah Allah Robbul Izzati...

 Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".

 Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Maka dari itu, janganlah berlebihan saat menghadapi kebahagiaan dan kesedihan. Ucapkan syukur atas ke-besar-an-Nya. Jangan pernah bosan untuk mohon ampun dan memanjatkan do'a pada-Nya.


Dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib, ia berkata, 
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, 
semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. 
Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. 
Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” 
{HR. Imam Muslim]

Wallohu a'lam bish showab
Sumber : terjemah Al Qur'an surat An naml 60-65

dinsdag 19 februari 2013

Udah Tilawah, tapi...

Suatu ketika ada seseorang yang bercerita kalau ia udah rutin tilawah Al Qur'an, tapi... koq begitu-begitu aja ya? Dia merasa ga ada "bekas"-nya.  Kita juga pernah membaca berita bahwa banyak sekali orang-orang non muslim yang membaca Al Qur'an, bahkan menghafalnya. tetapi, belum "tersentuh" hidayah. Hmm... koq bisa ya?

 “Belumkah datang waktunya, bagi orangorang yang beriman, untuk hati mereka khusyu’ dalam mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, (tetapi) kemudian hati mereka menjadi keras. 
Dan kebanyakan di antara mereka adalah orangorang fasik.” 
[Al-Hadîd: 16]

 “Maka apakah mereka tidak menadabburi Al-Qur`an, ataukah hati mereka terkunci?” 
[Muhammad: 24]

Alhamdulillah, tanpa sengaja, menemukan artikel ini... Silakan dibaca teman dan mari diamalkan! Semoga bacaan-bacaan Al Qur'an kita meninggalkan "bekas". aamiin

15 Adab Agar Tilawah Anda Memberi Bekas

dakwatuna.com - Agar Al-Qur’an memberi bekas ke dalam hati, ada adab-adab yang perlu Anda perhatikan saat membacanya. Berikut ini beberapa adab yang bisa Anda lakukan.
1. Pilihlah waktu yang terkategori waktu Allah ber-tajalli kepada hamba-hamba-Nya. Di saat itu rahmat-Nya memancar. Bacalah Al-Quran di waktu sepertiga terakhir malam (waktu sahur), di malam hari, di waktu fajar, di waktu pagi, dan di waktu senggang di siang hari.
2. Pilih tempat yang sesuai. Misalnya, di masjid atau sebuah ruangan di rumah yang dikosongkan dari gangguan dan kegaduhan. Meski begitu, membaca Al-Qur’an saat duduk dengan orang banyak, di kendaraan, atau di pasar, dibolehkan. Hanya saja kondisi seperti itu kurang maksimum untuk memberi bekas di hati Anda.
3. Pilih cara duduk yang sesuai. Sebab, Anda sedang menerima pesan Allah swt. Jadi, harus tampak ruh ibadahnya. Harus terlihat ketundukan dan kepasrahan di hadapan-Nya. Arahkan wajah Anda ke kiblat. Duduk terbaik seperti saat tasyahud dalam shalat. Jika capek, silakan Anda mengubah posisi duduk. Tapi, dengan posisi yang menunjukkan penghormatan kepada Kalam Allah.
4. Baca Al-Qur’an dalam keadaan diri Anda suci secara fisik. Harus suci dari jinabah. Bila Anda wanita, harus suci dari haid dan nifas. Berwudhulah. Tapi, Anda boleh membaca atau menghafal Al-Qur’an tanpa wudhu. Sebab, tidak ada nash yang mensyaratkan berwudhu sebagai syarat sah membaca Al-Qur’an. Bahkan, para ulama menfatwakan boleh membaca Al-Qur’an bagi wanita yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an saat ia sedang haid atau nifas dengan alasan darurat.
5. Sucikan semua indera Anda -lidah, mata, telinga, hati– yang berhubungan dengan tilawah Al-Qur’an dari perbuatan maksiat. Sesungguhnya Al-Qur’an itu seperti hujan. Batu tidak akan menyerap air hujan. Air hujan hanya berinteraksi dengan lahan yang siap menyerap segala keberkahan. Jadi, jangan Anda bungkus lidah, mata, telinga, dan hati dengan lapisan masiat, dosa, dan kemunkaran yang kedap dari limpahan rahmat membaca Al-Qur’an.
6. Hadirkan niat yang ikhlas hanya kepada Allah swt. Dengan begitu tilawah yang Anda lakukan akan mendapat pahala. Ketahuilah, amal dinilai berdasarkan niat. Sedangkan ilmu, pemahaman, dan tadabbur adalah nikmat dan rahmat yang murni dari Allah. Dan rahmat Allah tidak diberikan kepada orang yang hatinya bercampur aduk dengan niat-niat yang lain.
7. Berharaplah akan naungan dan lindungan Allah swt. seperti orang yang kapalnya sedang tenggelam dan mencari keselamatan. Dengan perasaan itu Anda akan terbebas dari rasa memiliki daya dan upaya, ilmu, akal, pemahaman, kecerdasan, serta keyakinan secara pasti. Sebab, kesemuanya itu tidak akan berarti tanpa Allah swt. menganugerahkan tadabbur, pemahaman, pengaruh, dan komitmen untuk beramal kepada diri Anda.
8. Bacalah isti’adzah dan basmalah. “Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98). Basmalah dibaca saat awal membaca surat di awal, kecuali surat At-Taubah. Membaca basmalah juga dianjurkan saat Anda membaca Al-Qur’an di tengah surat dan ketika Anda memutus bacaan karena ada keperluan kemudian meneruskan bacaan Anda. Membaca basamalah adalah tabarruk (mencari berkah) dan tayammun (mencari rahmat) dengan menyebut nama Allah swt.
9. Kosongkan jiwa Anda dari hal-hal yang menyita perhatian, kebutuhan, dan tuntutan yang harus dipenuhi sebelum membaca Al-Qur’an. Jika tidak, semua itu akan terbayang saat Anda membaca Al-Qur’an. Pintu tadabbur pun tertutup. Jadi, selesaikan dulu urusan Anda jika sedang lapar, haus, pusing, gelisah, kedinginan, atau ingin ke toilet. Setelah itu, baru baca Al-Qur’an dengan haqul tilawah.
10. Saat membaca, batasi pikiran Anda hanya kepada Al-Qur’an saja. Pusatkan pikiran, buka jendela pengetahuan, dan tadabburi ayat-ayat dengan sepenuh jiwa, perasaan, cita rasa, imajinasi, pemikiran, dan bisikan hati. Dengan begitu, Anda akan merasakan limpahan rahmat dan lezatnya membaca Al-Qur’an.
11. Hadirkan kekhusyu’an. Menangislah saat membaca ayat-ayat tentang azab. Hadirkan azab itu begitu nyata dalam penglihatan Anda dengan menyadari dosa-dosa dan maksiat yang masih lekat dengan diri Anda. Jika Anda tidak mampu berbuat seperti itu, tangisilah diri Anda yang tidak mampu tersentuh dengan ayat-ayat yang menggambarkan kedahsyatan azab neraka.
12. Rasakan keagungan Allah swt. Yang Mahabesar yang dengan kemurahannya memancarkan nikmat dan anugerah-Nya kepada Anda. Pengagungan ini akan menumbuhkan rasa takzim Andfa kepada Allah dan Kalam-Nya. Dengan begitu interasi, tadabbur, dan tarbiyah Anda dengan Al-Qur’an akan memberi bekas, makna, hakikat, pelajaran, dan petunjuk yang sangat luar biasa manfaatnya.
13. Perhatikan ayat-ayat untuk ditadabburi. Pahami maknanya. Resapi hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya. Kaitkan juga dengan berbagai ilmu, pengetahuan, dan pelajaran yang bisa menambah pengayaan Anda tentang ayat-ayat tersebut. Inilah tujuan tilawah. Tilawah tanpa tadabbur, tidak akan melahirkan pemahaman dan memberi bekal apa pun pada Anda. Al-Qur’an hanya sampai di tenggorokan Anda. Tidak sampai ke hati Anda.
14. Hanyutkan perasaan dan emosi Anda sesuai dengan ayat-ayat yang Anda baca. Bergembiralah saat membaca kabar gembira. Takutlah saat membaca ayat peringatan dan tentang siksaan. Buka hati saat membaca ayat tentang perintah beramal. Koreksi diri saat bertemu tilawah Anda membaca sifar-sifat orang munafik. Resapi ayat-ayat yang berisi doa. Dengan begitu hati Anda hidup dan bergetar sesuai dengan sentuhan setiap ayat. Inilah ciri orang beriman yang sejati dengan imannya (Al-Anfal: 2).
15. Rasakan bahwa diri Anda sedang diajak berbicara Allah swt. lewat ayat-ayat-Nya. Berhentilah sejenak saat bertemu dengan ayat yang didahului dengan kalimat “Wahai orang-orang yang beriman…, hai manusia….” Rasakan setiap panggilan itu hanya untuk Anda. Dengan begitu lanjutan ayat yang berisi perintah, larangan, teguran, peringatan, atau arahan akan dapat Anda respon dengan baik. Kami dengar dan kami taat. Bukan kami dengarin lalu kami cuekin.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/06/762/15-adab-agar-tilawah-anda-memberi-bekas/#ixzz2LNwXUBro

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang pelajaran dari Rabb kalian kepada kalian, 
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, 
serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. 
Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira dengan itu. (Karunia Allah dan rahmat- Nya) itu adalah lebih baik daripada apa-apa yang mereka kumpulkan. ” [Yunus: 57-58]

donderdag 7 februari 2013

Do'a-Do'a dalam Al Qur'an

sumber gambar : dari sini


♥♥ Bismilahirrahmanirrahiim ♥♥

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

وَيَنْبَغِي لِلْخَلْقِ أَنْ يَدْعُوا بِالْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ الَّتِي جَاءَ بِهَا الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ فَإِنَّ ذَلِكَ لَا رَيْبَ فِي فَضْلِهِ وَحُسْنِهِ وَأَنَّهُ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ صِرَاطُ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا .

“Sudah sepatutnya setiap hamba berdo’a dengan do’a yang syar’i yang disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Karena do’a yang berasal dari keduanya tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya. Do’a yang ada pada keduanya termasuk doa’ para Nabi, para shidiqin, para syuhada’, orang-orang sholih yang menjadi teman terbaik yang tentu berada di jalan yang lurus. ”(Majmu’ Al Fatawa, 1/346.)

Berikut ini do'a-do'a yang tercantum atau diabadikan dalam Al Qur'an...


Do’a Memohon Petunjuk
Surat Al-Fatihah  6-7Ya Allah, Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Do’a Nabi Ibrahim as untuk Kemuliaan Mekah
Surat Al-Baqarah  126
Ya Allah, Jadikanlah (negeri Mekah) ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Do’a Nabi Ibrahim dan Ismail as ‘Ketika Membangun Pondasi Baitullah’
Surat Al-Baqarah ; 127-128
Ya Allah,Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ya Allah, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Do’a Kebaikan Dunia dan Akhirat
Surat Al-Baqarah ; 201
Ya Allah, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka.

Do’a Pasukan Thalut ‘Ketika Melihar Musuh’/ Do'a ketika Menghadapi Musuh
Surat Al-Baqarah ; 250
Ya Allah, tuangkanlah kesabaran atas diri Kami, dan kokohkanlah pendirian Kami dan tolonglah Kami terhadap orang-orang kafir.

Do’a Orang Mu’min / Do'a Keselamatan
Surat Al-Baqarah ; 285-286
Ya Allah, Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.
Ya Allah, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah.
Ya Allah, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Allah, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.

Do’a Minta Ketetapan Hati
Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ; 8-9
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)
Ya Allah, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya.

... in syaa Allah akan terus dilengkapi.

wallohu a'lam bish showab

maandag 14 januari 2013

FADILAH MENGHAFAL AL QUR'AN

sumber gambar : dari sini


Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)

2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu

"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia", para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)


Fadhail Akhirat

1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).""(HR. Muslim)

2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun 'alaih)

4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?". Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an

Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, 
jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an 
dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung 
ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma aamiin"

Maraji' / sumber:
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Qur?an.

maandag 9 januari 2012

Bersama al Qur'an di penghujung tahun... (2-habis)

Dear all,

menyambung cerita saya yang lalu...

Saat bertemu dengan ustadz di Brussel, saya sempat menanyakan Metode Mutiara Qur'ani. Apakah metode ini? Sekedar informasi... Metode ini adalah salah satu metode cara membaca Al Qur'an, seperti metode IQRA', Qiro'ati, Al Barqi, Tilawati, dan lain sebagainya, yang sudah kita kenal. Metode ini disusun oleh Ust. Arifin Hamim, Al Hafizh (beliau adalah kakak dari Ust. Taufik Hamim) dan digunakan di yayasan Muntada. Metode ini digunakan untuk membaca Qur'an versi Mushaf Madinah (Rosm Utsmani).

Mengapa saya tertarik? Hmm...sebenernya saya ingin memakai metode ini untuk memperbaiki bacaan Al Qur'an saya. Selain itu, saya juga melihat antusiasme muslim di sini untuk belajar Al Qur'an. Siapa tahu saya bisa menjadi "penyambung lidah"...hehe. Apalagi saya juga punya sedikit basic pengajar TPA...hehe. Dan sekarang pun sedang mendampingi beberapa ibu2 dan anak2 Maroko yg ingin belajar mengaji, dan membantu jg di TPA Hasselt (komunitas beberapa muslim Indo di hasselt, yang anak-anaknya pada diajarin ngaji). Intinya karena saya cinta Al Qur'an lah dan ingin bisa membantu diri saya dan org lain untuk "mengapresiasikan" cinta ini, khususnya dengan membaca AL Qur'an yg baik dan benar.

Sayang sekali, karena keterbatasan waktu Ustadz selama di Brussel, beliau tidak bisa menjelaskan panjang lebar. Akan tetapi, kabar gembiranya, beliau menginformasikan akan ada "Training for Trainer" alias Dauroh Metode Mutiara Qur'ani (MQ) untuk pengajar TPA di SGB, Utrecht, Belanda, beberapa hari mendatang. Alhamdulillah saya kenal dengan beberapa pengajarnya... Sepulang dari acara di Brussel ini, langsung saya mengontak mereka. Alhamdulillah...gayung bersambut, kami dipersilakan untuk ikut acara ini. Bahkan ada teman yang menyediakan tempat penginapannya, karena acara ini sendiri dilaksanakan selama 2 hari. Kalau sudah rejeki mah... emang ga bakal kemana :-)).

Alhamdulillah, tgl 29 Desember, hari Kamis jam enam pagi, sebelum subuh (iyaa... shubuhnya baru jm 06.45 CET..so, akan shubuh-an d kreta nih), kami keluar rumah. menuju halte bus, dengan tujuan stasiun Leuven. Karena beberapa saat menunggu di halte terdekat, bus yang kami tunggu belum juga muncul, kami memutuskan untuk berjalan (setengah berlari tepatnya...hehe) menuju halte yang lain yang pilihan busnya lebih banyak :-). Alhamdulillah tak perlu menunggu lama, saat kami sampai di halte Rijschoolstraat ada bus yang datang. Bus itu membawa kami ke stasiun. Op tijd! Saat sampai di stasiun, kulirik jam di HP, karena emang ga punya jam tangan...hehe, masih ada waktu skitar lima belas menit. Akhirnya kami berjalan santai menuju perron tempat kereta kami. Kami tidak langsung menuju Utrecht, Belanda. Kami memilih "mampir" sebentar di Brussel, dari sana kami bisa memiliih kereta arah ke Utrecht, meski nantinya harus ganti kereta lagi di Rotterdam.

Setelah total perjalanan sekitar 4 jam, sampailah kami di stasiun Utrecht Central. Alhamdulillah... Dari sini, kami masih harus naik bus. Alhamdulillah tidak sulit mencarinya. Sesampainya di halte bus yang dituju, kami mencari lokasi rumah teman kami, dimana pelatihan ini akan dilaksanakan, pada peta yang terpasang. Syukurlah tidak terlalu sulit menemukannya....

Lima belas menit sebelum jadwal di "undangan", alhamdulillah kami sudah berada di lokasi. Sambutan hangat si tuan rumah serasa mampu menghilangkan penat setelah perjalanan selama hampir lima jam. Apalagi semangat untuk menimba ustadz yang sudah jauh-jauh datang dari Indonesia juga masih berkobar.

Satu per satu peserta berdatangan. Peserta yang berjumlah tak lebih dari 10 orang ini adalah semua pengajar (dan calon pengajar) TPA di SGB, sebuah yayasan yang bercita-cita mendirikan sebuah masjid dan Islamic center di Utrecht. Plus 2 orang stranger dari Belgia, aku dan suamiku.

Setelah sholat dhuhur berjama'ah dan makan siang, acara inti dimulai. Meski terlambat dari jadwal yang direncanakan, semoga keberkahannya tidak berkurang.

Acara diawali dengan perkenalan oleh setiap peserta dan sekaligus masing-masing menceritakan aktivitasnya masing-masing yang tidak jauh dari pengajaran Al Qur'an. Ada yang pernah mengikuti pelatihan metode Qira'ati, Iqra, BCM (Bermain Cerita dan menyanyi), dan ada juga yang belum pernah mengikuti pelatihan apapun. Kita juga diminta untuk memperdengarkan bacaan Al Qur'an kita, agar ustadz mengetahui kemampuan baca Qur'an kita.

Nah, kini tiba gilirannya ustadz memperkenalkan Metode MQ yang katanya sudah diperkenalkan tidak hanya di tanah air, tetapi juga di Australia dan US.
Secara umum, kalau boleh saya simpulkan metode ini :
1. menggunakan pedoman mushaf Madinah (rosm Utsmani) --> hal ini, menurut saya salah satu kelebihannya. karena mushaf ini berstandar, berbeda dg Qur'an cetakan Indo, beda penerbit terkadang terdapat perbedaan tanda baca (biasanya tanda waqaf yang berbeda) dan bentuk hurufnya juga.
2. Metode ini menggunakan 2 buku, yaitu buku dasar dan pedoman tajwid. Bukunya pun tipis.
3. Contoh kata-kata yang digunakan dalam bukunya diambil dari kosakata dalam Al Qur'an, begitu juga contoh-contoh kalimatnya. bahkan penulisannya mencontoh font Arab Qur'an mushaf madinah yang asli.
4. Metode ini cukup sederhana dan aplikatif, insya Allah kita akan cepat bisa.

Setelah itu, barulah kita membahas halaman per halaman. Sebagai calon guru, tentu kita harus lebih baik atau selangkah lebih maju lah dari murid-muridnya. Dengan pembahasan yang cukup lugas dan jelas dari ustadz, kami semua dapat mengikutinya dengan baik. Pelatihan di hari pertama ini diakhiri sampai waktu ashar saja, karena sebagian pesertanya ada yang harus berangkat kerja.

Beruntung sekali, setelah acara ditutup pun kami masih bisa berdialog dengan ustadz, menanyakan hal-hal yang bersifat detail tentang Cara membaca Al Qur'an yang baik dan benar.

Keesokan harinya, Jum'at, acara dimulai pukul 11 untuk melanjutkan pembahasan buku 1 MQ. Karena keterbatasan waktu Buku 2 tidak sempat terbahas, dan ustadz mempersilakan jika kita ingin membahas buku 2 nanti secara online. Setelah "maraton" plus diselingi sholat dan makan, alhamdulillah buku setebal 53 halaman ini selesai pula dibahas saat jam menunjukkan pukul lima sore. Selesai?? beluuum... masih ada lagi buku yang belum dibahas, yaitu buku "Jurus Jitu menghafal Al Qur'an". Buku ini merupakan kumpulan tanya jawab atau konsultasi tahfidz di www.warnaislam.com yang diasuh oleh Ust. Taufik Hamim. Subhanalloh, buku ini serasa mengupas tuntas pertanyaan-pertanyaanku seputar menghafal Al Qur'an, apalagi dilengkapi beberapa kisah penghafal Al Qur'an. Smangaaat.... Hmm, buat teman-teman yang penasaran dengan isi bukunya, sabar yach... Resensinya menyusul...^_^

Di hari terakhir di Belanda, hari Sabtu, saya menyempatkan menghadiri acara KIAT (Kajian Awal dan Akhir Tahun) tahun ini d SGB. Sekilas tentang acara KIAT, biasanya acara ini dilaksanakan dengan mabit (bermalam). Namun, tahun ini agak istimewa, panitia mendesain acara yang cukup cantik..."Parade Al Qur'an". Penasaran acaranya seperti apa? Baca saja di liputannya ya... di sini . Subhanalloh, jadi disemangati sama adek-adek nih... Semoga semakin banyak terlahir generasi Qur'ani... Amien



Subhanalloh, akhir tahun yang cukup berkesan bagiku... Semoga barokah, dan semoga ini menjadi awalan untuk terus menghiasi hari-hari ke depan dengan Al Qur'an, dengan tilawah (membacanya dengan benar), tadabbur (menela'ahnya), hifzh (menghafalnya), Al 'amalu bihi (mengamalkannya), dan mengajarkannya.

zaterdag 7 januari 2012

Bersama al Qur'an di penghujung tahun... (1)

Dear all,

Alhamdulillah...kita sudah berada di hari-hari pertama di tahun 2012.
Nah, saya mau berbagi pengalaman saya di penghujung akhir tahun kemarin...

Ceritanya, ada salah seorang ustadz dari Indonesia yg datang ke Belanda dalam rangka Safari Al Qur'an selama kurang lebih 3 pekan. Beliau adalah Ust. Taufik Hamim Efendi, Lc MA. Alhamdulillah, beliau menyempatkan diri mengunjungi kami yang di belgia. Saya dan suami yang sebelumnya sudah menjadi "murid" beliau untuk pengajaran Tahsin secara online, akhirnya berkesempatan pula untuk bertatap muka dengan Ustadz.

Hari Senin, tgl 26 Desember 2011, bertempat di kediaman salah seorang warga Indonesia di Brussel, yakni kediaman Pak Edi, kami berkumpul untuk mendengar tausyiah dan diajarkan cara membaca al Qur'an yang baik, sesuai aturan bacanya. Alhamdulillah, siang itu berkumpul sekitar 15-an orang plus beberapa orang bergabung secara online via skype. Tidak banyak memang, karena hari-hari ini musim liburan dan sebagian harus masuk kerja. Meski sedikit, semoga barokah yang didapatkan banyaaaak...Amin.

Setelah sholat dhuhur berjama'ah dan menikmati hidangan makan siang, acara inti pun dimulai. Kita diminta masing-masing membaca beberapa ayat Al Qur'an. Ternyata tidak ada di antara kita yang bacaannya sempurna, termasuk saya :(( Astaghfirullah, meski saya dan suami sudah menjadi murid Tahsin beliau, masih juga melakukan satu-dua kesalahan. ya Allah, jujur saja...saya malu. malu karena sebagian orang menyebut saya "guru ngaji". Saya memang membagi ilmu baca qur'an yang saya punya (meski masih sedikiiit) pada orang lain, saat di Indo dulu maupun di Belgia saat ini. Betapa malu-nya saya...Betapa Allah telah menutupi kekurangan saya, sehingga tak tampak di hadapan mereka. Tetapi, sesaat kemudian saya teringat akan sebuah petuah bijak... "Orang yang hebat itu bukan yang tak pernah melakukan kesalahan, tetapi mereka yang ketika melakukan kesalahan itu berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama dan mengambil pelajaran." Artinya, saya harus terus belajar...filosofi "air teko", learn, know and share. Learning by doing. Long life learning. Bersyukur rasanya berkesempatan belajar al Qur'an langsung pada ahli-nya. Hal itu pun yang dirasakan semua yang hadir. Satu per satu bergiliran membaca dan dengan sabar ustadz membetulkan bacaan yang salah. Tak ketinggalan anak-anak pun ikut serta "menyetorkan" bacaannya.

Setelah sesi praktek baca Qur'an, dilanjutkan dengan sesi tausyiah. Dalam sesi ini, Ustadz memberikan motivasi agar kita berusaha untuk berinteraksi dengan al Qur'an. Dan interaksi yang paling minimal adalah membaca, tentunya dengan membaca sesuai aturannya. Mengapa? karena banyak keutamaan yang diraih para ahli qur'an. Semoga kita termasuk di dalamnya...Amien

Setelah sesi ini pun ada yang menanyakan tentang bagaimana kiat agar sabar dalam mendidik anak, bagaimana mengajarkan hafalan pada anak, dan sebagainya. Ustadz yang cukup berpengalaman dalam dunia al Qur'an ini dan mengelola sebuah yayasan muntada ahlil qur'an (komunitas penghafal Al Qur'an), menjawab dengan tuntas. Ngomong-ngomong tentang yayasan Muntada ini, beliau menyampaikan bahwa ada kesempatan untuk beramal bagi kita-kita yang ada di sini. Ayo...siapa yang ingin menjadi donatur bagi yayasan yang menjadi komunitas para penghafal Al Qur'an. Insya Allah akan menjadi amal jariyah.... Pada kesempatan ini pun, pak Edi menyerahkan "titipan" dari ibu-ibu di Belgia untuk Ustadz dan yayasan Muntada...Semoga menjadi amal sholih bagi ibu-ibu dan barokah.

Di penghujung perjumpaan ustadz, memberikan kenang-kenangan 2 buah buku, yaitu buku "Jurus Jitu Menghafal Al Qur'an" karya beliau dan buku profil Yayasan Muntada untuk kami. Semoga kami bisa menjadi ahli Qur'an.  Jazakallohu khoir ustadz...