woensdag 3 april 2013

Baiti Jannati

sumber gambar : dari sini


Rumah tangga dalam Islam diawali dengan adanya ijab qabul. Sebuah perjanjian agung yang dilandaskan pada keimanan dan ketaatan. Setiap orang di dalamnya memiliki hak dan kewajiban yang saling melengkapi. Adapun fungsinya adalah dijadikan tempat berteduh, tempat berbagi, tempat "merumuskan" cita, tempat terwujudnya suasana yang sakinah (ketenangan) mawaddah (rasa cinta) warahmah (dan kasih sayang). Harapan ini terlantun saat kita menghadiri sebuah acara walimahan, melalui sebuah do'a yang kita peruntukkan untuk si pengantin.

Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang mahupun susah 
dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)

Subhanalloh..betapa indahnya rumah tangga seperti ini. Kondisi seperti inilah yang dibutuhkan dalam rangka tumbuh kembang anak sehingga terlahir anak-anak yang sehat jasmani rohaninya.

"Bila rumah hanya dijadikan sebagai tempat beristirahat, apa bedanya dengan penginapan? 
Bila rumah hanya dijadikan sebagai tempat makan, apa bedanya dengan restoran? 
Bila rumah hanya dijadikan sebagai tempat makan dan beristirahat, apa bedanya dengan hotel?
Jadikanlah rumahmu sebagai "Baiti jannati", dimana seluruh anggota keluarganya merasakan sakinah mawaddah warahmah, merasa betah dan selalu merindukannya."
(pesan orang bijak)

Adapun tatanan fisik dari rumah yang bisa dikatakan sebagai "surga" adalah: 
1. Bersih dan rapi
2. Terhindar dari hal-hal yang bisa melalaikan
3. Ada hijab (terjaga privasi-nya)
4. Terhindar dari hal-hal yang membuat malaikat rahmat tidak mau memasukinya
Rasulullah SAW menjelaskan, "Sesungguhnya para malaikat tidak memasuki sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul/relief (makhluk bernyawa, red)." (HR Ahmad, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
5. Memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan (khususnya jiga sudah baligh)
6. Sederhana

Karakter penghuninya:
1. Suami, istri dan anak-anak yang sholeh dan rukun
2. Memiliki rizki yang halal
3. Melakukan aktivitas yang bernilai positif

Kiat untuk menjadikan rumah kita bertabur keberkahan:
1. Sesering mungkin berinteraksi dengan Al Qur'an
Rasulullah SAW bersabda : “Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan shalat sunat dan bacaan Al Qur’an“ (HR.Baihaqi). 
Abu Hurairah Rhadiyallahu Anhu berkata, “Rumah yang didalamnya dibacakan Al Qur’an akan dilimpahi kebaikan, dihadiri para malaikat dan akan dijauhi oleh syetan. Dan rumah yang dialamnya tidak pernah dibacakan Al Qur’an, akan terasa sempit, tidak ada kebaikan, didatangi oleh syetan dan dijauhi oleh malaikat“ (Az-Zuhud).
2. Membuat kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, misal. sholat berjama'ah, tadarus Qur'an bersama
3. Membangun kebersamaan, misal. makan bersama, berdiskusi, kerja bakti
4. Selalu bersyukur
5. Membangun suasana yang beraura positif, misal. tidak ada "kata kasar" di rumah, tolong-menolong, saling memuji
6. Menjadikan rumah sebagai tempat "belajar" (peningkatan ilmu)

Dan berdoalah: ‘Wahai Rabbku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi 
dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat’.” (QS Al Mukminun 29)

Peran kita sebagai istri/ibu yang juga sebagai kepala rumah tangga dalam mewujudkan "Baiti Jannati", di antaranya:
1. Kita berupaya menjalankan peran sebagai kepala rumah tangga dengan amanah dan sebaik-baiknya
2. Kita senantiasa meningkatkan kemampuan diri dan juga meng-upgrade imtaq
3. Terus belajar
4. Saling menasehati dengan anggota keluarga yang lain
5. Berupaya mendidik anak dengan sebaik-baiknya
6. Menjadi partner yang baik bersama suami dalam membangun baiti jannati
7. Senantiasa bermohon kepada Allah agar dikaruniai keluarga yang bahagia dunia akhirat


Doa memohon ketentraman dalam keluarga

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Rabbi, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah bagi kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Furqan 74)

Doa Nabi Nuh as untuk keluarganya

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Duhai Rabbi, ampunilah aku, ibu-bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan iman, dan seluruh kaum mu'min laki-laki maupun perempuan. Dan, janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang zhalim itu selain kebinasaan (QS. Nuh 28)

Doa Nabi Ibrahim untuk keluarganya

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Duhai Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang-orang yang berserah diri kepada-Mu dan jadikanlah anak cucu kami umat yang berserah diri kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara beribadah (kepada-Mu), dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha pengampun lagi Maha penyayang 
 (QS. Al-Baqarah 128)

Wallohu a'lam bish showab

Geen opmerkingen:

Een reactie posten