maandag 25 februari 2013

Jangan Berlebihan...


sumber : dari sini


Kehidupan manusia bak roda yang berputar. Ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah. Ada kalanya bersedih dan ada kalanya bergembira. Ada kalanya sukses dan ada kalanya gagal. Semuanya berpasangan..begitulah sunnatullohnya. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, kita harus bersyukur. Mengapa? Karena Dia tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Dia tidak membiarkan kita meraba-raba dalam kegelapan. Dia tidak membiarkan kita terlena dalam keindahan indera. Yaa... Allah memberikan kita pegangan, yakni Al Qur'an.


Di saat kita di puncak kesuksesan,
Tanpa disadari, kadang kita merasa paling hebat. Merasa paling bisa, tak butuh bantuan siapapun.
Saat lulus ujian, kita merasa karena kita pandai.
Saat diberi penghargaan, kita merasa hebat karena prestasi dan kerja keras kita sendiri.
Saat panen raya kita sukses, kita merasa telah berhasil "menaklukan" alam yang kini mulai tak bersahabat.
Bahkan saat ada orang yang "sadar" setelah kita nasehati, kita merasa bahwa iman kita cukup tinggi dan ilmu kita cukup dalam, serta kita telah mampu "merubah".
naudzubillahi min dzalik...

Renungkanlah firman Allah...
 Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

 Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

Di saat kita terpuruk,
Tanpa disadari, kadang kita merasa paling hina. Merasa berputus asa dari rahmat-Nya.
Saat gagal ujian, kita merasa karena kita bodoh.
Saat diberi kritikan tajam, hidup kita terasa sudah kiamat. Habis!.
Saat diberikan ujian/musibah, kita sibuk menyalahkan pihak lain dan merasa diperlakukan tidak adil oleh Allah.
naudzubillahi min dzalik...

Renungkanlah firman Allah... Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

 Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

Ya...kita harus membuka mata, telinga dan hati kita
Bahwa ada Dzat yang Maha Besar
Bahwa ada Dzat yang Maha Mengabulkan Do'a
Bahwa ada Dzat yang Maha Mengetahui segalanya, yang nyata dan yang ghaib
ada Dzat yang Maha Baik
Dia-lah Allah Robbul Izzati...

 Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".

 Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Maka dari itu, janganlah berlebihan saat menghadapi kebahagiaan dan kesedihan. Ucapkan syukur atas ke-besar-an-Nya. Jangan pernah bosan untuk mohon ampun dan memanjatkan do'a pada-Nya.


Dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib, ia berkata, 
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, 
semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. 
Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. 
Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” 
{HR. Imam Muslim]

Wallohu a'lam bish showab
Sumber : terjemah Al Qur'an surat An naml 60-65

zondag 24 februari 2013

"Ibu", yang Membuatnya Jatuh Hati pada Islam

Sabtu kemarin, pengajian bulanan KPMI bertempat di Belgische Islamitisch Centrum, De Koepel Moskee, Antwerpen. Istimewa memang... Kami bersilaturrahmi dengan muslim di sini yang mayoritas dari Maroko dan Belgia. Tausyiahnya pun akan disampaikan oleh Imam Masjid De Koepel, ....

Sebelum masuk ke acara pengajian, ada acara yang menarik, yaitu pembacaan syahadat oleh dua orang remaji, yang satu asli Belgia dan satunya keturunan Afrika. Subhanalloh...Allohu Akbar! Suasana haru pun menyelimuti kami semua. Sesaat setelah pembacaan syahadat itu, kami mengucapkan ucapan selamat pada mereka berdua, kami menyambutnya dengan sholawat badar...layaknya menyambut orang yang mulia dengan hati terbuka dan gembira. ya...memang mereka berdua adalah mulia, Allah telah mencurahkan hidayah kepada kedua gadis ini.

Tertarik dengan ke-islam-an mereka, aku pun mengambil kesempatan untuk berbincang intens dengan salah satunya, Clara namanya. Gadis asli Belgia ini baru berusia 16 tahun. Sebelumnya saya tak menduga dia lah yang (baru) masuk Islam. Saya duduk tak jauh darinya dan teman-temannya. Begitu pengurus Masjid menyebutkan bahwa akan ada dua orang yang masuk Islam, mereka semua sekitar lima orang beranjak meninggalkan tempatnya. Hmm...yang mana ya yang bersyahadat? apalagi tak tampak gambarnya di layar TV yang ada di tempat jama'ah putri, hanya terdengar suaranya saja. Ketika selesai dan mereka kembali, kami pun ingin menyambutnya. Beberapa orang "menyalami" seorang muslimah yang belum berjilbab, satu-satunya yang ada di antara mereka. Saya memilih tidak langsung menyalami, tetapi saya tanya apakah dia yang baru masuk Islam? Dia bilang, bukan. Saya orang maroko, sudah muslim sejak lahir. Dia pun menunjuk salah seorang temannya, gadis berkulit putih yang tampak semakin canting dengan jilbabnya, ya dialah Clara.

Usai mengucapkan selamat, saya mulai berbincang lebih jauh dengannya. Dia bercerita bahwa sudah setahun terakhir dia mempelajari Islam. Dari siapa dia mengenal Islam? Saya tertarik akan hal ini karena kedua orang tua dan keluarganya adalah non muslim. Dia mengatakan bahwa ia mengenal Islam dari teman-temannya. Hingga kemudian dia tertarik. Salah satu ajaran Islam yang membuatnya indah adalah bagaimana Islam sangat memuliakan seorang Ibu. Katanya, dia sebagai wanita sangat tersanjung. Begitu pula ajaran Islam yang lainnya, yang menurutnya membuat hatinya tersentuh. Sehingga dia memutuskan hari ini, Sabtu, 23 Februari 2013, dia memeluk agama Islam. Dia pun sekarang merasa bahagia dan tenang hatinya. Allohu Akbar! Bergetar hati ini saat dia menceritakan hal ini. Semoga Allah terus menyiraminya dengan rahmat, cinta, keimanan dan kebahagiaan. Saya pun memeluknya sekali lagi...sambil berkata bahwa meski keluarga dekatnya belum mendukungnya, insyaa Allah kini ia memiliki keluarga besar, kami semua. Dia pun tersenyum dan mengucap terima kasih.

Saat tiba waktu sholat maghrib, saya sempat menanyakan apakah ia membutuhkan buku-buku tentang Islam, termasuk tentang sholat? *kebetulan saya mempunyai beberapa buku-buku Islam berbahasa Belanda. Ingin skali kuhadiahkan padanya* Dengan senyum dia mengatakan bahwa dia bisa sholat koq, meski belum mengerti bacaannya. Dia mencari informasi di internet. Subhanalloh... semoga Allah terus memudahkannya dalam menyempurnakan ke-Islam-an dan keimanannya.

Rasa ingin tahunya pun besar. Tak malu ia menanyakan tentang sesuatu yang tidak dipahaminya. *mungkin karena pola didikan di sini yang cukup mengapresiasi orang yang bertanya dan membuat orang tidak malu bertanya atau berpendapat* Seusai sholat dia bertanya tentang apa yang kami senandungkan tadi saat menyambut kedatangannya? apa maksudnya? Teman-temannya pun berusaha menjelaskan bahwa itu tadi sholawat badar, dimana dulu dibacakan oleh kaum Anshar saat menyambut Rasulullah beserta kaum muhajirin di Madinah. Aku pun menambahkan, itu maksudnya adalah sebagai ucapan selamat datang, saudariku. Kau kini adalah bagian dari kami. Senyum indahnya pun kembali terkembang. Masya Allah... semoga Islam, di Belgia khususnya, semakin kuat dengan masuknya orang-orang muda dan cerdas sepertinya.


"Puzzle Jodoh" Sampai di Belgia



Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya "kiriman" itu sampai. Kiriman dari keluarga di Malang itu dibawa oleh salah seorang teman yang mudik ke Indo, mbak Tami. Di antara barang-barang titipan itu, ada satu barang yang membuatku cukup excited, yaitu si Puzzle Jodoh. Sebuah buku karangan Mbak Ida, temanku di IIDN/Ibu-Ibu Doyan Nulis cabang LN, ini berisi pembahasan tentang "jodoh" dalam Islam. Lho emang kenapa? yaa... aku memang sudah menemukan jodohku (aamiin...moga berjodoh hingga di surga-Nya), tapiii...tetap saja hal ini cukup menarik bagiku. Apalagi cerita tentang kami juga ada di buku ini...cieee cieee...hehe.

Kesan pertama melihat cover bukunya, kereen... Kalau kata seorang teman, gaul abiz :-) Jauh sekali dengan persepsi sebagian orang yang mengidentikkan "menanti jodoh" itu dipenuhi suasana sendu, melankolis dan galau. Two tumbs up!

Episode kemudian adalah aku mencari ceritaku. Sedikit mengabaikan permintaan beberapa teman, yang kebetulan memang kami sedang berkumpul di rumah mbak Tami, karena aku sendiri juga penasaran. Kubolak-balik halaman buku ini hingga akhirnya... I found it! Senyum-senyum sendiri jadinya... meski ternyata ceritaku, tidak disajikan utuh, hanya diambil bagian akhirnya saja atau bagian yang sesui dengan topiknya.

Saat di-request oleh teman-teman untuk dibacakan, aku menolak. Agak grogi...*alesan* Akhirnya ada salah seorang teman yang membacakan kepada kita semua. Kalimat-kalimat yang dibacakan dengan penuh penjiwaan, pun mengundang pertanyaan. Hmm...jadi serasa bedah buku, padahal ini baru satu cerita. Hmm...spertinya menarik kalau buku ini dibedah. *muncul ide keren..hehe*

Hmm...penasaran dengan ceritaku atau isi buku ini? Langsung saja diburu bukunya... Bagi yang di Belgia, harap bersabar ya... karena bukunya hanya ada satu. Ini sudah ada beberapa orang yang mengantri untuk dapat giliran membaca...hehe. Atau kita buat acara bedah buku saja? *pertanyaan serius* pada mau ikut ngga yaa?

'ala kulli hal, semoga ada manfaat yang bisa diambil dari buku ini, dan bisa jadi amal jariyah bagi penulis dan para kontributor cerita. Aamiin

dinsdag 19 februari 2013

Udah Tilawah, tapi...

Suatu ketika ada seseorang yang bercerita kalau ia udah rutin tilawah Al Qur'an, tapi... koq begitu-begitu aja ya? Dia merasa ga ada "bekas"-nya.  Kita juga pernah membaca berita bahwa banyak sekali orang-orang non muslim yang membaca Al Qur'an, bahkan menghafalnya. tetapi, belum "tersentuh" hidayah. Hmm... koq bisa ya?

 “Belumkah datang waktunya, bagi orangorang yang beriman, untuk hati mereka khusyu’ dalam mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, (tetapi) kemudian hati mereka menjadi keras. 
Dan kebanyakan di antara mereka adalah orangorang fasik.” 
[Al-Hadîd: 16]

 “Maka apakah mereka tidak menadabburi Al-Qur`an, ataukah hati mereka terkunci?” 
[Muhammad: 24]

Alhamdulillah, tanpa sengaja, menemukan artikel ini... Silakan dibaca teman dan mari diamalkan! Semoga bacaan-bacaan Al Qur'an kita meninggalkan "bekas". aamiin

15 Adab Agar Tilawah Anda Memberi Bekas

dakwatuna.com - Agar Al-Qur’an memberi bekas ke dalam hati, ada adab-adab yang perlu Anda perhatikan saat membacanya. Berikut ini beberapa adab yang bisa Anda lakukan.
1. Pilihlah waktu yang terkategori waktu Allah ber-tajalli kepada hamba-hamba-Nya. Di saat itu rahmat-Nya memancar. Bacalah Al-Quran di waktu sepertiga terakhir malam (waktu sahur), di malam hari, di waktu fajar, di waktu pagi, dan di waktu senggang di siang hari.
2. Pilih tempat yang sesuai. Misalnya, di masjid atau sebuah ruangan di rumah yang dikosongkan dari gangguan dan kegaduhan. Meski begitu, membaca Al-Qur’an saat duduk dengan orang banyak, di kendaraan, atau di pasar, dibolehkan. Hanya saja kondisi seperti itu kurang maksimum untuk memberi bekas di hati Anda.
3. Pilih cara duduk yang sesuai. Sebab, Anda sedang menerima pesan Allah swt. Jadi, harus tampak ruh ibadahnya. Harus terlihat ketundukan dan kepasrahan di hadapan-Nya. Arahkan wajah Anda ke kiblat. Duduk terbaik seperti saat tasyahud dalam shalat. Jika capek, silakan Anda mengubah posisi duduk. Tapi, dengan posisi yang menunjukkan penghormatan kepada Kalam Allah.
4. Baca Al-Qur’an dalam keadaan diri Anda suci secara fisik. Harus suci dari jinabah. Bila Anda wanita, harus suci dari haid dan nifas. Berwudhulah. Tapi, Anda boleh membaca atau menghafal Al-Qur’an tanpa wudhu. Sebab, tidak ada nash yang mensyaratkan berwudhu sebagai syarat sah membaca Al-Qur’an. Bahkan, para ulama menfatwakan boleh membaca Al-Qur’an bagi wanita yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an saat ia sedang haid atau nifas dengan alasan darurat.
5. Sucikan semua indera Anda -lidah, mata, telinga, hati– yang berhubungan dengan tilawah Al-Qur’an dari perbuatan maksiat. Sesungguhnya Al-Qur’an itu seperti hujan. Batu tidak akan menyerap air hujan. Air hujan hanya berinteraksi dengan lahan yang siap menyerap segala keberkahan. Jadi, jangan Anda bungkus lidah, mata, telinga, dan hati dengan lapisan masiat, dosa, dan kemunkaran yang kedap dari limpahan rahmat membaca Al-Qur’an.
6. Hadirkan niat yang ikhlas hanya kepada Allah swt. Dengan begitu tilawah yang Anda lakukan akan mendapat pahala. Ketahuilah, amal dinilai berdasarkan niat. Sedangkan ilmu, pemahaman, dan tadabbur adalah nikmat dan rahmat yang murni dari Allah. Dan rahmat Allah tidak diberikan kepada orang yang hatinya bercampur aduk dengan niat-niat yang lain.
7. Berharaplah akan naungan dan lindungan Allah swt. seperti orang yang kapalnya sedang tenggelam dan mencari keselamatan. Dengan perasaan itu Anda akan terbebas dari rasa memiliki daya dan upaya, ilmu, akal, pemahaman, kecerdasan, serta keyakinan secara pasti. Sebab, kesemuanya itu tidak akan berarti tanpa Allah swt. menganugerahkan tadabbur, pemahaman, pengaruh, dan komitmen untuk beramal kepada diri Anda.
8. Bacalah isti’adzah dan basmalah. “Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98). Basmalah dibaca saat awal membaca surat di awal, kecuali surat At-Taubah. Membaca basmalah juga dianjurkan saat Anda membaca Al-Qur’an di tengah surat dan ketika Anda memutus bacaan karena ada keperluan kemudian meneruskan bacaan Anda. Membaca basamalah adalah tabarruk (mencari berkah) dan tayammun (mencari rahmat) dengan menyebut nama Allah swt.
9. Kosongkan jiwa Anda dari hal-hal yang menyita perhatian, kebutuhan, dan tuntutan yang harus dipenuhi sebelum membaca Al-Qur’an. Jika tidak, semua itu akan terbayang saat Anda membaca Al-Qur’an. Pintu tadabbur pun tertutup. Jadi, selesaikan dulu urusan Anda jika sedang lapar, haus, pusing, gelisah, kedinginan, atau ingin ke toilet. Setelah itu, baru baca Al-Qur’an dengan haqul tilawah.
10. Saat membaca, batasi pikiran Anda hanya kepada Al-Qur’an saja. Pusatkan pikiran, buka jendela pengetahuan, dan tadabburi ayat-ayat dengan sepenuh jiwa, perasaan, cita rasa, imajinasi, pemikiran, dan bisikan hati. Dengan begitu, Anda akan merasakan limpahan rahmat dan lezatnya membaca Al-Qur’an.
11. Hadirkan kekhusyu’an. Menangislah saat membaca ayat-ayat tentang azab. Hadirkan azab itu begitu nyata dalam penglihatan Anda dengan menyadari dosa-dosa dan maksiat yang masih lekat dengan diri Anda. Jika Anda tidak mampu berbuat seperti itu, tangisilah diri Anda yang tidak mampu tersentuh dengan ayat-ayat yang menggambarkan kedahsyatan azab neraka.
12. Rasakan keagungan Allah swt. Yang Mahabesar yang dengan kemurahannya memancarkan nikmat dan anugerah-Nya kepada Anda. Pengagungan ini akan menumbuhkan rasa takzim Andfa kepada Allah dan Kalam-Nya. Dengan begitu interasi, tadabbur, dan tarbiyah Anda dengan Al-Qur’an akan memberi bekas, makna, hakikat, pelajaran, dan petunjuk yang sangat luar biasa manfaatnya.
13. Perhatikan ayat-ayat untuk ditadabburi. Pahami maknanya. Resapi hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya. Kaitkan juga dengan berbagai ilmu, pengetahuan, dan pelajaran yang bisa menambah pengayaan Anda tentang ayat-ayat tersebut. Inilah tujuan tilawah. Tilawah tanpa tadabbur, tidak akan melahirkan pemahaman dan memberi bekal apa pun pada Anda. Al-Qur’an hanya sampai di tenggorokan Anda. Tidak sampai ke hati Anda.
14. Hanyutkan perasaan dan emosi Anda sesuai dengan ayat-ayat yang Anda baca. Bergembiralah saat membaca kabar gembira. Takutlah saat membaca ayat peringatan dan tentang siksaan. Buka hati saat membaca ayat tentang perintah beramal. Koreksi diri saat bertemu tilawah Anda membaca sifar-sifat orang munafik. Resapi ayat-ayat yang berisi doa. Dengan begitu hati Anda hidup dan bergetar sesuai dengan sentuhan setiap ayat. Inilah ciri orang beriman yang sejati dengan imannya (Al-Anfal: 2).
15. Rasakan bahwa diri Anda sedang diajak berbicara Allah swt. lewat ayat-ayat-Nya. Berhentilah sejenak saat bertemu dengan ayat yang didahului dengan kalimat “Wahai orang-orang yang beriman…, hai manusia….” Rasakan setiap panggilan itu hanya untuk Anda. Dengan begitu lanjutan ayat yang berisi perintah, larangan, teguran, peringatan, atau arahan akan dapat Anda respon dengan baik. Kami dengar dan kami taat. Bukan kami dengarin lalu kami cuekin.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/06/762/15-adab-agar-tilawah-anda-memberi-bekas/#ixzz2LNwXUBro

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang pelajaran dari Rabb kalian kepada kalian, 
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, 
serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. 
Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira dengan itu. (Karunia Allah dan rahmat- Nya) itu adalah lebih baik daripada apa-apa yang mereka kumpulkan. ” [Yunus: 57-58]

Untukmu





donderdag 7 februari 2013

Tipu Daya Syaitan

sumber gambar : dari sini


Bismillah...

Dalam Al Qur'an surat Thaha ayat 120-121 dikisahkan bagaimana syaitan berhasil membujuk nabi Adam as dan hawa. Allah berfirman, "Setelah itu maka Syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya, dengan berkata: "Wahai Adam, maukah, aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan binasa ? "Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) Syurga dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah ia." Padahal di beberapa ayat sebelumnya (ayat 117) Allah telah mewanti-wanti nabi Adam, " Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka."

Subhanallloh... betapa Al qur'an memang pedoman hidup bagi umat manusia yang bisa kita jadikan sebagai pembelajaran atas segala yang terjadi, termasuk tentang tipu daya syetan. 

Manusia dilahirkan dalam keasaan suci. Demikianlah fitrahnya... namun seiring berjalannya waktu ujian datang menghadang. Tak jarang yang di luar fitrahnya itulah yang dijadikan pegangan. naudzubillah.
Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, "Sungguh Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (condong kepada kebaikan). hanya saja mereka didatangi setan-setan yang memalingkan manusia dari agama mereka, dan mengharamkan apa yang Aku halalkan." (HR Muslim)

Mengapa setan terus cari "teman"? tak lain dan tak bukan karena itulah sumpahnya di hadapan Allah, bahwa ia akan menjerumuskan manusia. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id, bahwa rasulullah bersabda, "Sungguh setan berkata, 'Demi keagungan-Mu, wahai Tuhan, aku akan selalu menggoda hamba-hamba-Mu selama nyawa mereka masih ada dalam jasad mereka.' Mendengar itu, Allah berfirman, 'Demi keagungan dan keluhuran-Ku, Aku akan mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku".

Ada sebuah pepatah yang menyebutkan, "manusia itu tempat salah dan lupa". Artinya, kita memang punya kelemahan dan dengan kelemahan itu kita berpotensi untuk berbuat salah. Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, kecuali orang yang telah di-ma'sum-kan oleh Allah, seperti Rasulullah SAW. Sebenernya wajar memang manusia itu melakukan kesalahan. Akan tetapi, di sisi lain Allah juga sudah memberikan akal dan hati, yang bisa digunakan untuk membedakan haq-bathil, yang bisa digunakan untuk merenungkan hikmah, menyadari kesalahan, dan sebaginya. Nah, jadi bukanlah orang yang baik itu yang tidak pernah bersalah (karena mustahil setiap orang tidak pernah melakukan kesalahan, kecuali yang Ia sucikan), akan tetapi mereka yang bersalah kemudian bertaubatlah yang menjadikan dirinya baik dihadapan Allah. Hal ini senada dengan
Manusia disebut insan (manusia), karena sifat nisyan (pelupanya)
Hati disebut qalb (hati), karena sifat taqallub (mudah berubah)


Sabda Rasulullah Saw, “Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR at Tirmidzi). Dari sini kita seharusnya sadar bahwa begitu Maha Pengampun-nya Allah. Allah itu sangat dekat dengan kita walaupun kita dilumuri dengan berbagai macam dosa. Kita diperintahkan untuk mendekat kepada-Nya dengan mengakui setiap dosa dan kesalahan kita, bukan dengan menjauhi-Nya dengan menambah dosa, sebagaimana ajaran Rasulullah dalam berdoa yang masyhur dengan sayyidul istighfar, yang bunyinya : “Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta” (Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari)).


Allah memerintahkan kita untuk bertaubat yang sesungguhnya. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)..." (QS At Tahrim 6). Para ulama menyebutkan bahwa ciri-ciri dari taubat nasuha adalah bersungguh-sungguh menyesali perbuatan (buruk) nya, mohon ampun kepada Allah, berjanji untuk tidak mengulanginya kembali, dan memperbanyak amal sholeh. Namun jika kesalahannya itu berkaitan dengan sesama manusia, ia juga harus menunaikan hak orang yang didzolimi atau meminta keridloannya.


Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu'adz ibn Jabal, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya, setan adalah serigala bagi manusia. Ia laksana serigala bagi seekor kambing. Ia akan mengambil kambing yang menyingkir dari teman-temannya. Maka janganlah kalian menyendiri. kalian harus tetap berjama'ah, bersama kelompok orang, dan di masjid." (Tafsir Ibnu Katsir) dari hadits tersebut, dapat diambil hikmah tentang fadhilah/keutamaan berjamaah dalam Islam. Betapa dalam Islam, Allah memberikan penilaian yang berlipat atas sebuah amalan yang dilakukan secara berjama'ah, sholat misalnya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “Shalat berjamaah mengungguli shalat sendirian  sejauh dua puluh tujuh tingkatan.” (HR Bukhari). Selain meraih keutamaan/pahala dari Allah, tentunya kebersamaan ini berarti pula pentingnya bersama-sama dalam kebaikan. Dalam konteks tipu daya setan ini, dengan berada dalam jama'ah Islam, in syaa Allah kita akan bisa saling menguatkan, saling menasehati dan saling menolong. Tak lantas ketika kita futur, kita terhempas begitu saja. karena kita masih memiliki saudara-saudara yang peduli. Buat kita yang berada jauh dari komunitas Islam, katakanlah tinggal di Belgia, hendaknya kita pandai memilih komunitas. Saya yakin dari sekian banyak orang yang ada di sini, ada komunitas-komunitas yang baik, tinggal kita mau mencari dan menjadi bagian darinya, atau tidak.

Mengapa kita perlu mencari komunitas yang "baik"? Sekali lagi adalah karena kita menyadari akan kelemahan diri kita, padahal syetan terkenal pantang menyerah dalam merayu kita. Nah ketika kita sendirian, kemudian tidak juga berupaya untuk menjaga hubungan baik dengan Allah, mulai terbiasa dengan kemaksiatan, Naudzubillahi mindzalik... kita akan dengan mudah mengikuti tipu daya setan, bahkan mungkin dengan suka rela dan berbangga diri mengikutinya.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sibrah dari Abu Al Faqih, dia menuturkan, bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya, setan menghadang anak keturunan Adam pada jalan-jalan mereka. Dia menghadang pada jalan islam dan berkata, 'Apakah engkau akan masuk Islam, lalu meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?'Rasulullah saw bersabda, "Kemudian dia mengingkari perkataan setan tersebut dan masuk Islam. Setan tersebut kembali menghadangnya pada jalan hijrah dan berkata, "Apakah engkau akan berhijrah dan meninggalkan bumi dan segala sesuatu yang ada di atasmu. Orang yang berhijrah itu laksana seekor kuda yang menempuh perjalanan yang panjang. Kemudian orang tersebut mengingkari perkataan setan tersebut dan berhijrah. Setelah itu, setan tersebut menghadang jalan jihad, yaitu jihad dengan jiwa dan harta. Setan berkata, "Engkau akan berjihad kemudian engkau akan terbunuh. Istrimu akan dinikahi (orang lain) dan hartamu akan dibagi-bagi. Rasulullah saw bersabda, "Orang tersebut mengingkari (perkataan setan tersebut) dan pergi berjihad. Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengerjakan semua itu, kemudian dia meninggal dunia, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Jika dia terbunuh, maka menjadi kewajiban bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan jika tenggelam, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan jika seekor binatang mematahkan lehernya, maka menjadi hak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga." (Tafsir Ibnu Katsir)

A'udzubillahis samii'il 'aliimi minasy syaithonirrojiim...
(aku berlindung kepada Allah yang maha Mendengar lagi maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk)
A 'udzubikalimatillahit taammaati min syarri ma kholaq...
(aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya)

wallohu a'lam bish showab

sumber : Tafsir Ibnu Katsir, al ma'tsurat, dan Mushaf Al Burhan. 

Do'a-Do'a dalam Al Qur'an

sumber gambar : dari sini


♥♥ Bismilahirrahmanirrahiim ♥♥

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

وَيَنْبَغِي لِلْخَلْقِ أَنْ يَدْعُوا بِالْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ الَّتِي جَاءَ بِهَا الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ فَإِنَّ ذَلِكَ لَا رَيْبَ فِي فَضْلِهِ وَحُسْنِهِ وَأَنَّهُ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ صِرَاطُ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا .

“Sudah sepatutnya setiap hamba berdo’a dengan do’a yang syar’i yang disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Karena do’a yang berasal dari keduanya tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya. Do’a yang ada pada keduanya termasuk doa’ para Nabi, para shidiqin, para syuhada’, orang-orang sholih yang menjadi teman terbaik yang tentu berada di jalan yang lurus. ”(Majmu’ Al Fatawa, 1/346.)

Berikut ini do'a-do'a yang tercantum atau diabadikan dalam Al Qur'an...


Do’a Memohon Petunjuk
Surat Al-Fatihah  6-7Ya Allah, Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Do’a Nabi Ibrahim as untuk Kemuliaan Mekah
Surat Al-Baqarah  126
Ya Allah, Jadikanlah (negeri Mekah) ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Do’a Nabi Ibrahim dan Ismail as ‘Ketika Membangun Pondasi Baitullah’
Surat Al-Baqarah ; 127-128
Ya Allah,Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ya Allah, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Do’a Kebaikan Dunia dan Akhirat
Surat Al-Baqarah ; 201
Ya Allah, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka.

Do’a Pasukan Thalut ‘Ketika Melihar Musuh’/ Do'a ketika Menghadapi Musuh
Surat Al-Baqarah ; 250
Ya Allah, tuangkanlah kesabaran atas diri Kami, dan kokohkanlah pendirian Kami dan tolonglah Kami terhadap orang-orang kafir.

Do’a Orang Mu’min / Do'a Keselamatan
Surat Al-Baqarah ; 285-286
Ya Allah, Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.
Ya Allah, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah.
Ya Allah, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Allah, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.

Do’a Minta Ketetapan Hati
Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ; 8-9
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)
Ya Allah, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya.

... in syaa Allah akan terus dilengkapi.

wallohu a'lam bish showab